Evaluasi kiprah bisnis (part 2).

cartoons_looney_tunes015.jpg 

Evaluasi ke dua adalah korporasi Classy Tent yang didirikan tanggal 1 April 2003, 2 bulan lebih awal dari Betiga Klaten yang berdiri tanggal 2 Juni 2003.

Ownership Classy Tent merupakan gabungan unik persahabatan di antara partner (8 orang), yang dapat dipilah menjadi link overseas, link sejawat korporasi dan link domisili. Dan titik sentral dari link adalah salah satu owner yang menjadi pemrakarsa bisnis ini.

Bisnis Classy Tent adalah menyewakan tenda dekorasi berikut perlengkapannya, antara lain : kursi, meja, flooring/alas papan, stage/panggung, karpet, sound system, lighting, AC, silent genset, dll.

Setting awal bisnis adalah sebagai wadah mitra bisnis / partner agar selalu dapat bersilahturahmi di masa pensiun, korporasi yang lebih menitik beratkan pada aspek ikatan kekelurgaan di antara partner.

Mayoritas partner masih aktif berkarya sebagai karyawan di perusahaan dan menduduki jabatan manajerial, sehingga praktis waktu untuk mengelola bisnis Classy Tent terbatas. Amanah pengelolaan bisnis diberikan kepada 2 orang partner, salah satunya adalah saya.

Keterbatasan waktu adalah faktor yang kurang menguntungkan dalam laju tumbuh korporasi, di samping itu juga adanya perbedaan corporate culture dan mindset dari pengelola bisnis.

Laju tumbuh korporasi dari tahun ke tahun cukup bagus dan profitable sejak berdiri. Faktor lain adalah tingkat persaingan belum begitu tajam, karena belum banyak kompetitor yang terjun di bidang bisnis tenda dekorasi.

Pengambilan keputusan kebijakan strategis korporasi  kurang cepat, karena harus mempertahankan aspek persetujuan dari partner yang lain ; terlebih apabila harus mengambil keputusan kategori investasi, dampak yang dirasakan adalah banyaknya peluang yang terlewatkan.

Anyway… meskipun korporasi berjalan tertati-tatih, namun laju tumbuh korporasi cukup spektakuler. Total asset menjadi 4x lipat bila dibandingkan tahun pertama bisnis didirikan (baca : jumlah modal disetor).

Ternyata net worth yang dihasilkan mengalami kenaikan rata-rata 20 % per tahun. Dan hebatnya akumulasi laba yang dihasilkan, digunakan untuk re-investasi perlengkapan tenda.

Evaluasi kiprah bisnis (part 1).

cartoons_looney_tunes016.jpg 

Setelah menggeluti beberapa bisnis sekaligus dalam waktu 5 tahun terakhir, tampak benang merah perbedaan fundamental bisnis yang berdampak pada laju tumbuh korporasi.

Titik tolak waktu adalah medio tahun 2002, paska saya mengundurkan diri (resign) sebagai karyawan.

Evaluasi pertama adalah korporasi bisnis distribusi Betiga Klaten dan Real estatat (asrama putri, rumah sewa) Betiga Yogya, sebagai “flag carrier” bisnis saya, menunjukkan laju tumbuh yang signifikan.

Korporasi yang 100% modalnya dimiliki keluarga serta dikelola sendiri secara langsung, sehingga kecepatan dalam mengambil keputusan penting dapat dilaksanakan setiap saat.

Terlebih dalam menentukan falasafah dan culture bisnis yang pas, hal ini berdampak pada akselerasi laju tumbuh korporasi, sehingga “roh” bisnis terasa sekali aura-nya.

Setiap kali mengalami problem bisnis yang serius dapat cepat “exit”, bahkan setiap problem tersebut nyaris selalu menjadi pertanda “leverage” korporasi.

Bahkan untuk menghindari “comfort zone” bisnis, saya terkadang menciptakan problem positif di korporasi, misalnya menambah investasi armada distribusi.

Dengan bertambahnya armada distribusi otomatis andrenalin dipacu, agar armada tidak mengalami “idle capacity”.

Untuk real estat diciptakan problem positif berupa renovasi properti yang memerlukan dana tidak sedikit, sehingga kreativitas muncul dalam mencari sumber pendanaan renovasi.

Semua langkah kebijakan bisnis selalu berpijak pada falsafah “memberi dan melayani”, fokus terhadap kepuasan “stake holders”, dan kualitas pelayanan yang selalu lebih baik.

Seringkali kebijakan bisnis tersebut melanggar kelaziman pakem berbisnis, baik dari sisi marketing, teknis operasional, finance maupun SDM.

Kebijakan yang tidak lazim tersebut antara lain, menghibahkan 40 % saham korporasi Betiga Klaten kepada Kopkar Betiga Klaten pada tahun 2010.

Kebijakan lain yang keluar pakem… Setelah korporasi yang akan dijadikan andalan hidup ternyata bangkrut dan ditutup pada tahun 2003 (padahal sudah resign sebagai karyawan), saya mendirikan Betiga Klaten dan mengambil kebijakan untuk membagikan profit setiap bulan kepada karyawan dengan prosentase sama besar dengan prosentase saya sebagai owner korporasi.

Alhamdulillah sampai saat ini saya masih konsisten dengan kebijakan tersebut, meskipun korporasi sudah berkembang pesat.

Satu hal yang selalu mewarnai passion saya berbisnis, yakni : selalu berbisnis dengan hati, selalu bersyukur dan… setiap saat ikhlas !!!

Seperti yang selalu dipesankan ayah almarhum, bahwa 10-1 = 20. Thanks Dad…  

Action TDA Joglo.

cartoons_looney_tunes001.jpg 

TDA’ers Joglo mulai action untuk mengisi kegiatan event Ramadhan Joglo. Diawali dengan sharing biz mas Awan dan mas Eri di rumah yang menelorkan prakarsa mendirikan bisnis reseller perlengkapan sembahyang.

Action dilanjut dengan menghubungi pemasok untuk pesan barang dan menyiapkan teknis operasional dan skejul hari-H bisnis baru tersebut.

Saya hanya berpesan kepada rekan2 mitra kerja agar lebih menitik-beratkan pada kebersamaan, bermanfaat bagi komunitas TDA Joglo & masyarakat, pembelajaran dan “proses” menjadi entrepreneur handal, serta menjadi  akselerator core bisnis yang sudah dimiliki mitra kerja.

It’s so amazing… dalam waktu yang relatif singkat langsung action. Sungguh efektif dan fokus pada action. 

Travelling ke Metropolitan.

cartoons_looney_tunes007.jpg 

Selama 3 hari melakukan perjalanan bisnis ke Jakarta, berangkat dari Yogya hari Selasa, 28 Agustus 2007 dengan GA 209. Kembali menuju Yogya hari Kamis, 30 Agustus 2007 dengan GA 216.

Ketika meninggalkan airport Cengkareng lalu lintas padat banget, rupanya sedang ada acara seremonial peresmian patung Soekarno-Hatta oleh presiden SBY. Hampir 2 jam berkutat di area airport Cengkareng.

Di kantor Classy Tent memonitor pasangan tenda di bulan September 2007, lumayan sudah ada 8 events.

Dan tgl 6 september ada satu event bazaar yang cukup besar di halaman parkir gedung Meneg BUMN di Lapangan Banteng. Khusus untuk event tersebut diperlukan investasi kain baru sekitar 1.000 meter, jadi langsung order ke pak Atung.

Rabu malam, 29 Agustus 2007, silahturahmi dan sharing biz di kios Adinna milik mas Fuad Muftie, TDA Jakarta, di Perumnas Klender. Sungguh asyik acara ngobrol ini, setelah sekian lama hanya berkomunikasi via blog or e-mail.

Tak lupa acara silahturahmi keluarga pakdhe Hari di Pulo Gebang Permai, sekalian lihat tanaman Anthurium Hookeri Red yang sudah mulai tumbuh kembangnya meskipun umurnya belum genap 1 tahun, hebat nih…

Mengunjungi adik, Danang, yang sedang dirawat di RS Mitra Keluarga Bekasi, semoga cepat sembuh dan berkumpul kembali dengan keluarganya di rumah. Amin.

Last but not least, meskipun sedang di Jakarta tetap memantau aktivitas on line dan off line rekan2 TDA Joglo dan milist TDA Jakarta.

File Joining Group - TDA Wilayah Joglo

cartoons_looney_tunes010.jpg

Menindak lanjuti subject tsb di atas, maka saya sebagai member baru TDA langsung “bekerja” dengan cara “kita”, yakni aktif di TDA Wilayah Jogya-Solo (TDA Joglo).

Mohon maaf apabila jarang posting di milist, namun setiap hari saya selalu membuka Inbox dan mengikuti perkembangan TDA.

Bersama ini disampaikan laporan aktivitas TDA Joglo bulan Juli & Agustus 207 :

1. Pertemuan rutin 2 kelompok Mastermind, di Jogya dan di Solo.

2. Pelatihan pembukuan sederhana dan asistensi pengajuan kredit bank bagi anggota TDA Joglo.

3. Coaching & sharing bisnis anggota TDA Joglo.

4. Pembentukan bisnis baru sesama anggota TDA Joglo, di luar core bisnis masing2 anggota.

5. Cash Flow Game 101 sudah sampai putaran ke 4 dan akan dilaksanakan Grand Final.

6. Launching website TDA Joglo pada tanggal 17 Agustus 2007.

7. Menyiapkan base camp TDA Joglo yg kelak akan menjadi TDA Joglo Business Center

8. Menyelenggarakan NoBar the Secret di Solo pd tgl 26 Agustus 2007, dilanjut dengan sarasehan bisnis anggota TDA Joglo.

Hadir juga 2 anggota TDA Semarang (mas Adib & mas TitO) & ada wacana menjadi TDA Joglosemar.

9. Kunjungan ke rumah & memberi motivasi kepada anggota TDA yg sedang mengalami problem bisnis & keluarga.

10. (On progress) Kerja sama dengan universitas (UMS) di Solo untuk menebarkan virus entrepreneurship kepada mahasiswa.

11. (On progress) Membentuk kelompok bisnis beberapa mahasiswa UGM dan UNY di Jogya.

12. (On progress) Menyiapkan software pembukuan sederhana untuk anggota TDA Joglo.

Mohon bimbingan & support pak Roni dan TDA’ers senior lainnya, agar langkah kecil TDA Joglo tidak keluar dari “rel” TDA…. “bersama menebar rahmat…”

Terima kasih.

….(diambil dari posting di milist TDA tangal 27 Agustus 2007)….