Badan hukum dan banking system.

Saya ikut sharing pengalaman, yang sudah saya jalankan sampai saat ini :
1. Bentuk badan hukum usaha saya adalah “perusahaan perorangan”, yang berarti semua formalitas dan legalitas adalah “nama pribadi”, baik SIUP, TDP, NPWP maupun semua aspek legal / hukum dengan pihak external.
Kelemahan perusahaan perorangan adalah kurang lincah dalam leverage/daya ungkit bisnis (karena keterbatasan permodalan dll..), namun cukup lincah dan memadai untuk skala memulai bisnis.
Seiring berkembangnya bisnis, kita tinggal merubah badan hukum menjadi PT yang lebih flexible dan canggih dalam leverage.
Perubahan badan hukum tidak menghapus “track record” usia bisnis balita s/d remaja kita, tapi justru makin siap untuk meminang maupun dipinang beyond biz partners kita.
2. Banking system, untuk membuat “track record perbankan” bisa dengan bank manapun, yang penting bank tersebut masuk kategori 15 besar bank papan atas di Indonesia.
Mekanisme track record sederhana saja, lakukan sesering mungkin transaksi setoran di bank (kalo memungkinkan setor ke bank setiap hari kerja, senin-jumat) .
Sebagai ilustrasi : setelah selesai setor 250.000 di kasir bank, terus ambil uang 250.000 yang disetorkan tadi di ATM. atau ditransfer ke rekanan pemasok/supplier partner bisnis kita (he..he..he. .).
Pihak Bank berasumsi, bahwa setiap setoran kita adalah SALES dari bisnis kita.
Selamat setor ke bank…

Salam funtustics.
(diambil dari posting di milis TDA Joglo tanggal 06 Agustus 2007)

Strategi menjadi agen Aqua Danone.

Berikut salah satu sharing dengan rekan komunitas (yang ingin menjadi pengusaha, tanpa meninggalkan status sebagai karyawan) mengenai strategi bisnis distribusi :

Sekiranya tetap berminat untuk menjadi agen Aqua, disarankan mulai dari strata WS (Whole Seller), dengan pertimbangan :

1. Dana untuk investasi relatif tidak terlalu besar, sehingga risiko bisa diminimalkan.

2. Kontrol bisnis relatif belum begitu kompleks; kontrol masih bisa dilakukan setelah pulang dari kantor / pekerjaan utama.

3. Di awal bisnis untuk mendapatkan customer yang loyal agak susah, sehingga kalo sudah ada target volume pengambilan produk (strata SO), bisa bikin puyeng kepala.

4. Selain menjual produk Aqua gallon, dianjurkan juga menjual produk Aqua karton, karena kelak memudahkan untuk ditunjuk sebagai SO.

5. Untuk optimalisasi armada, bisa digabung dengan penjualan LPG, karena mayoritas pelanggan Aqua juga menggunakan produk LPG (End user maupun toko / warung / pengecer ).

6. Untuk induk pengambilan produk, baik via PT TIV (Principal) maupun Distributor, sama saja.

Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan bagi Agen.

BTW, kelangkaan Aqua disebabkan pabrik tidak produksi selama libur Lebaran, sehingga stok di Depo TIV, gudang Distributor & gudang SO kosong/habis.

Rata-rata stok produk Aqua di Agen hanya untuk 3 hari, sedangkan pabrik libur 7 hari, sehingga pasokan tidak seimbang dengan permintaan.

Setiap Lebaran selalu terjadi kekurangan pasokan Aqua, terlebih tahun ini diperparah dengan musim kemarau yang panjang (banyak yang haus nih !!).

Bisnis distribusi LPG.

Dear mas Ardhian alias Yoyok,

Sori berat baru bisa balas e-mail sampeyan, karena nggak OL selama seminggu.

Point penting dalam berbisnis, khususnya bidang  LPG :

1. Lebih bijak memulai bisnis dari yang ‘kecil’, krn risiko lebih mudah dikendalikan dan secara kuantitatif terukur (modal awal 1 s/d 5 juta). Pondasi bisnis yang terbentuk akan solid, karena problem or risiko yang dihadapi mulai dari yang kecil / ringan, sehingga penyelesaiannyapun masih sederhana / tidak kompleks.

2. Target pelanggan adalah konsumen akhir (rumah tangga, warung, catering) dengan cara diantar ke tempat pelanggan dengan spd motor. Bila pelayanan kita memuaskan, mereka akan menjadi pelanggan ’setia’. Karena harga jualnya ’bagus’ (antara Rp 56.000,- s/d Rp 59.000,- tergantung jarak antar), sehingga margin yang diperoleh ‘lumayan’.
3. Harga pembelian LPG dari Agen tergantung dari ‘volume’ (total per bulan) dan ‘frekuensi pengambilan’ (berapa kali pengambilan setiap minggunya & berapa tabung setiap pengambilan).

Saat ini harga tabung + isi LPG sekitar Rp 300.000,- sehingga dengan modal pd point 1 sampeyan bisa memulai dengan 10-15 tabung.

Untuk pembelian isi LPG, asumsi mempunyai tabung 10-15, harganya Rp 52.000,- s/d Rp 53.000,- (tergantung tingkat persaingan antar Agen LPG di Pasuruan).

4. Pasang ‘nomor cantik’ telpon dari Telkom agar pelanggan mudah mengingatnya. Harga nomor cantik Telkom, harga nomor biasa + sekitar Rp 250.000,- s/d Rp 500.000,- (contoh : nomor telpon kantor saya 32 90 90 ; 32 61 61 ; 3100 222).

5. Sebarkan brosur, dimulai dari lingkungan wilayah RT terus RW meluas ke Kelurahan melebar ke Kecamatan, dst… dst…

6. Bisnis sub agen LPG, biasanya diikuti pula dengan bisnis AQUA galon. Pengamatan selama ini, setiap pelanggan rumah tangga menggunakan LPG (minimal 1 tabung/bulan) dan mengkonsumsi AQUA galon (3-6 galon/bulan).

7. Selamat TAKE ACTION. Sukses untuk mas Yoyok.

Salam SMART & FREEDOM,

- bambang triwoko, yogya -

(diambil dari e-mail kepada mas Ardhian di Pasuruan tanggal 03 April 2007)

Cash Flow Gelombang I TDA Joglo.

Two thumbs up atas semangat rekan2 TDA Joglo yang bermain CF kemarin, spirit untuk segera keluar dari ‘rat race’ sangat luar biasa, walaupun harus melalui ‘proses’ melewati peristiwa simulasi kehidupan seperti mempunyai anak, beli pernak-pernik yang tidak perlu dan di-PHK.

Di sisi lain rekan2 mampu menangkap peluang investasi dan mengoptimalkan kondisi pasar yang sedang ‘boom’ untuk meningkatkan kecerdasan finansial dalam berinvestasi.
Selamat buat mas Hatta yang telah berhasil keluar dari ‘rat race’ dan memenangkan permainan CF.

Testimoni pribadi saya pada saat acara CF kemarin :
Betapa silaturahmi dengan rekan2 TDA Joglo berdampak dahsyat dalam membangkitkan ‘passion’ saya menggapai ultimate goal : bebas finansial dan pensiun di tahun 2010.
Saya berhasil mengungkapkan kepada rekan2 TDA tentang idea2 yang selama ini bersembunyi di sanubari dan bertekad ‘action’ bersama rekan2 TDA Joglo.
Dengan silaturahmi, saya memperoleh pencerahan yang luar biasa….

Salam sukses untuk semua rekan TDA Joglo. Terima kasih.

(diambil dari posting di milis TDA Joglo tanggal 16 Juli 2007)