Kiat praktis.

simpsons9-wallpaper.jpg 

Cara sederhana dan mudah dalam memperoleh kredit bank yang banyak dikeluhkan rekan2 komunitas milis :

Mempunyai bisnis yang dikelola secara baik, salah satunya adalah mempunyai catatan aktivitas bisnis, yang biasa disebut dengan pembukuan atau akuntansi.

Banyak rekan2 yang terjebak dalam asumsi rumitnya akuntansi, padahal yang perlu dilakukan sederhana saja, cukup membuat buku Kas yang mencatat semua arus kas.

Semua transaksi yang menggunakan uang dicatat secara cermat, baik penerimaan maupun pengeluaran uang ; pada prinsipnya bisnis merupakan perputaran arus kas saja, yakni bagaimana agar penerimaan kas lebih besar dari pengeluaran kas.

Ya… hanya sesederhana itu, karena apabila penerimaan uang lebih besar dari pada pengeluarannya, biasanya bisnis tersebut meraih keuntungan.

Seyogyanya transaksi keuangan bisnis memakai jasa intermediasi bank, artinya semua hasil penjualan yang sudah dicatat di buku Kas disetorkan ke Bank ; sementara itu untuk pengeluaran operasional, dana diambil dari ATM / Teller Bank.

Aktivitas setor / tarik di Bank inilah yang disebut “track record” bisnis kita ; setoran = sales, sedangkan tarikan adalah biaya (harga pokok penjualan).

Dalam satu periode tertentu, semua transaksi di-klasifikasi-kan dengan yang sejenis, jadilah yang disebut Laporan Keuangan, yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi serta Laporan Arus Kas.

Track record dan Laporan Keuangan diperlukan sebagai salah satu persyaratan saat mengajukan aplikasi kredit, karena Bank akan menilai kelayakan bisnis dari dokumen tersebut.

Pada saat ini persyaratan kredit bank tidak sekejam jaman dulu, bank cukup memberi kemudahan dan flexible dalam persyaratannya ; di samping itu suku bunga kredit yang dikenakan Bank juga relatif ringan, sekitar 1,65 % per bulan, sekitar 19 % per tahun.

Sebagai ilustrasi, pinjaman kredit sampai dengan 10 juta tidak diperlukan SIUP, TDP maupun NPWP ; cukup surat keterangan dari Kelurahan yang menyatakan kita memang mempunyai usaha / bisnis di kelurahan tersebut.

My wealth way.

ulandanutemple.jpg 

Semester II tahun 2007 mulai fokus action menciptakan bisnis baru, sebagai kendaraan menggapai ultimate goal 2010.

Semua rancangan bisnis berlandaskan falsafah : Memberi dan Melayani, sehingga setiap langkah yang diambil selalu menggunakan “hati”, sementara perhitungan matematis hanya sebagai pelengkap saja (bukan yang utama, tapi memang perlu..!!).

Satu step sudah dijalani, yakni bermitra dengan bank Mandiri sebagai faktor leverage. Dana dari bank Mandiri dipakai untuk menambah buffer stock Betiga Klaten, sehingga dapat melayani pelanggan lebih baik lagi dan mempercepat proses distribusi barang.

Sementara itu bisnis distribusi Betiga Yogya yang melayani segmen Retail dan Direct User di Yogya ditata lebih baik lagi, melebarkan area pemasaran dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Bisnis pondokan (asrama putri) di Yogya diberi sentuhan khas budaya korporasi Betiga, sentuhan kekeluargaan yang tulus dan ikhlas.

Puji Tuhan… occupancy kamar nyaris mendekati 100 %, padahal biasanya sekitar 80 %. Properti rumah tinggal di Yogya juga sudah ditempati penyewa baru dengan harga sewa yang cukup bagus.

Properti di Bekasi sudah dilepas dengan harga bagus dan sebagian dana penjualan properti digunakan untuk membiayai bisnis baru. Sebagian dana juga digunakan sebagai tambahan modal kerja bisnis yang sudah ada.

Restrukturisasi assets yang dilakukan di tahun 2007 ini menambah akselerasi bisnis dan menyehatkan keuangan korporasi Betiga.

Sedangkan Classy Tent (bisnis tenda dekorasi) ditangani partner yang kompeten dan mulai tertata organisasinya.

Kucuran KMK bank Mandiri ternyata mampu menciptakan duplikasi bisnis yang dahsyat, it’s a great leverage… Thanks God.. 

Bersepeda di desa.

family41.gif

Beberapa hari yang lalu bersepeda santai dengan rute “napak tilas” tempat bermain sekian puluh tahun silam.

Banyak perubahan akibat pembangunan dan bertambahnya penduduk, jalan2 yang dulu masih tanah berbatu sekarang jalan sudah diaspal.

Dulu sejauh mata memandang hanya hamparan sawah dan banyak penggembala kerbau atau kambing, sekarang sudah banyak didirikan rumah2 penduduk dan sepeda motor berseliweran.

Last but not least, badan menjadi bugar setelah bersepeda sejauh kurang lebih 25 km. Kriing… kriing.. ada sepeda.. sepedaku roda dua.. kudapat dari laba.. karena rajin berbisnis… he.. he.. he.. (sepanjang jalan senyum terus, karena omzet Juli 2007 naik 10%)

Klaten, 10 Agustus 2007.
** I was back to basic.. wong ndeso Manjung yang katrok !!!