File Joining Group - TDA Wilayah Joglo

cartoons_looney_tunes010.jpg

Menindak lanjuti subject tsb di atas, maka saya sebagai member baru TDA langsung “bekerja” dengan cara “kita”, yakni aktif di TDA Wilayah Jogya-Solo (TDA Joglo).

Mohon maaf apabila jarang posting di milist, namun setiap hari saya selalu membuka Inbox dan mengikuti perkembangan TDA.

Bersama ini disampaikan laporan aktivitas TDA Joglo bulan Juli & Agustus 207 :

1. Pertemuan rutin 2 kelompok Mastermind, di Jogya dan di Solo.

2. Pelatihan pembukuan sederhana dan asistensi pengajuan kredit bank bagi anggota TDA Joglo.

3. Coaching & sharing bisnis anggota TDA Joglo.

4. Pembentukan bisnis baru sesama anggota TDA Joglo, di luar core bisnis masing2 anggota.

5. Cash Flow Game 101 sudah sampai putaran ke 4 dan akan dilaksanakan Grand Final.

6. Launching website TDA Joglo pada tanggal 17 Agustus 2007.

7. Menyiapkan base camp TDA Joglo yg kelak akan menjadi TDA Joglo Business Center

8. Menyelenggarakan NoBar the Secret di Solo pd tgl 26 Agustus 2007, dilanjut dengan sarasehan bisnis anggota TDA Joglo.

Hadir juga 2 anggota TDA Semarang (mas Adib & mas TitO) & ada wacana menjadi TDA Joglosemar.

9. Kunjungan ke rumah & memberi motivasi kepada anggota TDA yg sedang mengalami problem bisnis & keluarga.

10. (On progress) Kerja sama dengan universitas (UMS) di Solo untuk menebarkan virus entrepreneurship kepada mahasiswa.

11. (On progress) Membentuk kelompok bisnis beberapa mahasiswa UGM dan UNY di Jogya.

12. (On progress) Menyiapkan software pembukuan sederhana untuk anggota TDA Joglo.

Mohon bimbingan & support pak Roni dan TDA’ers senior lainnya, agar langkah kecil TDA Joglo tidak keluar dari “rel” TDA…. “bersama menebar rahmat…”

Terima kasih.

….(diambil dari posting di milist TDA tangal 27 Agustus 2007)….

NoBar The Secret di Solo.

cartoons_looney_tunes004.jpg

Acara nonton bareng The Secret di Hotel Qquality Solo, Minggu 26 Agustus 2007, sebagai acara bersama TDA Joglo berlangsung sukses.

Acara sangat meriah yang dihadiri 27 anggota TDA Joglo, bahkan hadir mas Adib dan mas TitO dari TDA Semarang, serta mas Imansyah yang datang jauh dari Jakarta.

Kekompakan dan kebersamaan selalu menjadi ciri khas komunitas TDA Joglo, saling memberi dan berbagi.

Terlontar ide untuk menggabungkan TDA Joglo dan TDA Semarang, yang nantinya akan berwujud menjadi TDA Joglosemar. Dan direncanakan pertemuan off line sekaligus acara Halal Bihalal bulan Oktober di Semarang.

Ajang aktivitas off line akan digalakkan, seiring kesepakatan di antara anggota untuk saling memberi dan saling berbagi sesuai dengan keahlian masing2.

Mas Adib bersedia untuk mengamalkan keahlian di bidang retail marketing dan management HRD, sedangkan saya kebagian jatah financial management, akuntansi dan perpajakan.

Sungguh dahsyat kolaborasi yang sudah dan akan terjalin di antara para anggota TDA Joglo, semua dalam kemasan semangat “memberi” yang tulus.

Thanks God… it’s a wonderful day.. it’s a great day…

Enggak Enaknya Jadi TDA.

cartoons_looney_tunes028.jpg

Pengalaman pribadi ketika alih profesi menjadi TDA setelah puluhan tahun jadi TDB, yakni gabungan dari point 7 (sendirian) dan 8 (rumah tangga) dari tulisan pak Roni.
Saya nekad mengambil keputusan menjadi TDA tanpa restu 100 % dari istri & anak2, sehingga perjuangan ibarat menegakkan benang basah.
Apalagi bisnis diamputasi alias bangkrut setelah 6 bulan resign dari TDB, orang2 terdekat yang saya cintai justru menyalahkan mengapa menjadi TDA dan malah menolak promosi menjadi direktur di perusahaan TDB terakhir.
Konflik dengan istri & anak2 tidak terhindarkan dan masih ditambah “proses” detoksifikasi jiwa yg menyiksa batin… dari suasana “comfort zone” TDB menuju “wild jungle zone” TDA.
Last but not least, saya tidak menyesal dan malah bangga menjadi TDA… dan berhasil mem-provoke istri & anak berjiwa entrepreneur.
Perjalanan menuju TDA dapat dibaca lebih lengkap di http://betigaklaten .wordpress. com
…… (diambil dari posting di TDA Jakarta tanggal 24 Agustus 2007) ……..

Daftar contoh enggak enaknya jadi TDA, khususnya selepas dari TDB, antara lain :

Penampilan diri yang tidak OK lagi, karena harus menyesuaikan dengan situasi ruang lingkup bisnis, yakni pekerjaan bongkar muat produk, pengiriman order ke toko atau pelanggan rumah, bersih2 kantor / gudang… persis buruh pasar yang selalu keringatan.

Pakaian rapi berdasi, sepatu mengkilap dan tubuh wangi parfum tidak ada lagi, yang ada hanya pakaian casual / polo shirt, celana jeans, sepatu kets dan penuh aroma keringat.

Pressure jiwa ingin segera sukses membawa dampak stress dan depresi mental, tidak heran bila berat badan langsung turun 5 kg.

Hampir setiap hari merasa pusing dan mual, kerja pontang panting nyaris tidak ada hasilnya… Duh Gusti… it’s real jungle zone… I was almost hopeless…

Godaan untuk kembali menjadi TDB dengan comfort zone-nya selalu menari di depan mata, apalagi Presdir di perusahaan TDB terakhir selalu menawari kursi empuk Finance Director.

Problem dilematis yang harus segera diputuskan…” to be” or “not to be”… TDA or TDB..

I’ve already choosen…. TDA is my best of the best choosen….

It’s the best thing of my life… Welcome to financial freedom !!!

Keajaiban energi positif & ikhlas.

cartoons_looney_tunes014.jpg 

Apa yang saya alami dalam 2 hari terakhir ini sungguh dahsyat dan merupakan pengalaman hidup yang tak terlupakan.

Kehidupan yang diisi dengan energi pikiran positif, selalu bersyukur dengan apa yang telah diterima dan bertindak dengan hati yang ikhlas, sungguh sejuk, nyaman dan damai di hati.

Suasana rumah sangat menggembirakan dan dipenuhi kasih sayang, bisnis berjalan dengan dengan ritme penjualan yang merangkak naik terus, komplain pelanggan nyaris nol dan pasokan dari principal lancar.

Keajaiban itu mulai datang ketika teman lama dari Jakarta saat masih TDB di YPP mengajak kolaborasi bisnis distribusi LPG kemasan 3 kg, bisnis yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi “dream” saya.  Thanks God… it’s a miracle.

Keajaiban kedua datang ketika teman TDA Klaten bersedia kolaborasi bisnis mie ayam, yang beberapa bulan terakhir juga menjadi dream bisnis yang lebih mengakar di lapis bawah. Dan memberi peluang kepada masyarakat yang memerlukan lapangan pekerjaan serta menjadi media pendidikan entrepreneurship bagi golongan UMKM.

Keajaiban ketiga menghampiri saya ketika dua rekan TDA Jogya mengajak melihat peluang bisnis sekaligus bermain properti di jalan Kaliurang Yogya, sehingga bisnis entertainment yang selama ini saya geluti di tenda dekorasi mendapat pasangan yang klop. Semoga deal akuisisi bisnis ini dapat diraih pada tingkat harga yang wajar.

Keajaiban keempat menyelimuti saya ketika salah satu teman TDA Jogya melontarkan  peluang bisnis labor supply ke Singapura. Tanpa menyia2kan waktu langsung kontak nara sumber labor suplly ke overseas dan telpon sahabat lama ketika SMP, yang sekarang menjabat di Depnakertrans Kanwil Jawa Tengah di Semarang dan mengurusi pengiriman tenaga kerja ke Luar Negeri.

Terakhir saya bersujud menyapa Allah dengan penuh rasa syukur, betapa keajaiban selalu memenuhi hidup. 

Tampak jelas road map menuju dream 2010….