Tidak ada “shortcut” untuk sukses.

 aladdin.JPG

Saya sering tersenyum sendiri apabila ada yang bertanya bagaimana cara mengelola bisnis agar dapat cepat sukses ?? Hwarakadah… saya sendiri masih selalu belajar.. dan belajar.. dan belajar.. agar dapat mengelola bisnis dengan ketulusan hati… !!

Mayoritas yang ingin memulai bisnis pertamanya cenderung mencari “jurus sakti bisnis”, sehingga tinggal “klik” bisnis langsung jalan dan meraih sukses. Ibarat memasukkan coffee mix instant ke dalam cangkir… terus dituangi air panas… terus langsung diseruput.. wah… maknyuuusss tenan !!!

Mindset entrepreneurship sebagai fundamental bisnis sering terlupakan, yakni kurang serius dalam “investasi waktu” : … untuk belajar mempelajari seluk beluk bisnis… untuk belajar menjalani proses siklus bisnis secara benar dan wajar.. untuk berusaha mencari mentor yang bersedia mendampingi di awal memulai bisnis.. untuk belajar meng-improved diri agar selalu “open mind”.. untuk belajar agar selalu siap menerima segala risiko bisnis.. untuk belajar silaturahmi.. untuk belajar berbagi.. untuk belajar “memberi dan melayani”… etc.. etc…

Bisnis adalah pancaran ketulusan “hati” selama hidup… yang dikemas berbarengan dengan aktivitas “proses pembelajaran” tanpa henti… sehingga menjadi karya seni kehidupan luar biasa prima.

Menjalani “proses” dengan hati.

cartoons_looney_tunes031.JPG 

Alhamdulillah dalam beberapa bulan terakhir ini muncul perusahaan2 baru yang tipikal dengan bisnis saya, semua itu saya anggap sebagai vitamin, karena ibarat manusia… bisnis juga memerlukan vitamin agar tetap sehat.

Sebagai pemain lama selalu jadi sasaran tembak utama untuk dikurangi pangsa pasarnya dan seperti biasanya saya selalu menerima kondisi tersebut dengan rasa syukur.

Rasa syukur karena produk yang saya jual dibantu promosinya oleh para kompetitor, seperti diketahui  kompetitor juga harus mempromosikan produk (brand/merk produknya sama) kepada prospek.

Dengan demikian produk yang saya jual semakin banyak dikenal masyarakat dan semakin banyak masyarakat yang membeli produk tersebut, jadi meskipun jumlah kompetitor bertambah banyak…ternyata sales/penjualan produk tidak terpengaruh, malah cenderung mengalami kenaikan.

Strategi yang paling sering digunakan kompetitor untuk menembus pasar adalah memainkan harga jual yang lebih rendah dari saya, maklum kompetitor ingin segera dapat menciptakan sales yang signifikan, tanpa mau susah menjalani “proses”, bahasa gaulnya : proses instant.

Babak selanjutnya mudah diterka, kompetitor berguguran satu per satu karena kebijakan harga jual mereka sendiri… yakni harga jual yang mengorbankan profit margin… harga jual yang tidak memperhitungkan biaya operasional… harga jual yang mengabaikan biaya overhead.

Tidak heran apabila sedikit demi sedikit modal kompetitor tergerus untuk menambal biaya operasional… untuk menutup biaya overhead… dan untuk meng-cover biaya2 lainnya…

Sangat disayangkan para kompetitor enggan menjalani proses, kurang sabar dalam menembus pasar… padahal dengan harga jual yang tidak diturunkan, kompetitor mempunyai peluang mendulang penjualan… tinggal mengadu kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Setiap kali menghadapi kompetitor baru, saya selalu menyalurkan sinyal ke dalam hati… bahwa semua ini adalah “proses” menuju sukses… “proses” menuju dream… dan “proses” yang harus dilewati…

Dengan selalu berkomunikasi dengan hati itulah saya menemukan pencerahan… saya menemukan kreativitas berbisnis… dan saya semakin yakin, bahwa menjalani “proses” dengan hati selalu membuat fun dan nyaman berbisnis.

Jadi apabila merasa kurang nyaman mengelola bisnis, saya selalu berkomunikasi dengan hati… untuk mengabarkan sebuah “proses” yang sedang dialami… dan hati menjawab dengan pasti : agar saya selalu “memberi dan melayani”…

Inspirasi cak Wuryanano.

cartoons_looney_tunes013.JPG 

Hari Selasa, 25 September 2007, terbang ke Surabaya untuk silaturahmi dan acara berbuka puasa bersama di rumah cak Wuryanano di Waru, Sidoarjo, Surabaya.

Hadir di acara tersebut mas Adib Munajib (Duta TDA), mas Taufik (Iwan Fashion), cak Sucipto Ajisaka (TDA Surabaya), cak Wachid B. Krismanto (Bakso Wong Kuto, SIDEC) dan cak Sjamsul Harun (TDA Surabaya).

Perbincangan mengalir sejuk, terlebih sharing dari cak Wuryanano yang inspiratif… tentang edukasi entrpreneurship kepada kawula muda agar menjadi pengusaha yang luar biasa prima dan sharing tersebut membawa LOA (the Law Of Atrraction) kepada…. my dreams. 

Salah satu dream yang tadinya masih abstrak dan belum ketahuan ujung pangkalnya, kini mulai dapat dipetakan action plan-nya, yakni dream tentang pembelajaran entrepreneurship kepada kawula muda yang terpinggirkan namun mempunyai potensi dahsyat apabila diberi kesempatan dan bimbingan.

Saya visualisaikan tentang kelas pembelajaran informal bagi kawula muda yang terpinggirkan, yang akan diisi dengan 30% pengetahuan praktis entrepreneurship dan 70% diisi dengan simulasi / praktek langsung mengelola bisnis di korporasi riil milik anggota komunitas TDA.

Para mentor merupakan praktisi bisnis dari beragam jenis usaha, khususnya yang menjadi anggota komunitas TDA, sehingga para kader yang digembleng mempunyai wacana yang luas dan mempunyai intuisi peluang bisnis yang mumpuni. Diharapkan para kader mempunyai kompetensi / kapabilitas semua aspek bisnis, dari marketing.. operasional… finansial.. dan pemahaman tentang SDM.

Untuk pembiayaan / modal kerja usaha para kader…akan dilakukan kerja sama dengan perbankan.. sehingga setiap kader akan didampingi dalam pengajuan kedit modal kerja kepada institusi perbankan atau lembaga keuangan non bank. 

Apabila diperlukan founder ataupun para mentor dapat memberikan personal guarantee (sebagai jaminan tambahan) atas kredit modal kerja yang diberikan oleh perbankan kepada para kader.

Proses pembelajaran berakhir pada saat para kader sudah dapat mandiri dalam mengelola bisnis dan para kader mempunyai kewajiban moral untuk menyebarkan spirit entrepreneurship kepada masyarakat di sekitarnya.

Dengan demikian, seiring bertambahnya waktu, proses duplikasi penyebaran spirit entrepreneurship akan menghasilkan sesuatu yang fenomenal dan spektakuler… ibarat deret ukur dalam proses duplikasinya…

Cak Wuryanano… terima kasih atas sharing, inspirasi dan pencerahannya.. bersama TDA menebar rahmat…

Cash Flow Day.

 

Kali ini saya curhat seputar bisnis pribadi setelah sekian lama jarang dibahas.
Setiap kali menghadapi event Lebaran, korporasi Betiga Klaten selalu diwarnai “happy problem”… khususnya pasokan produk Aqua sering terlambat, sehingga stock produk terganggu… karena “iron stock” terpakai untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Pelanggan segmen grosir mulai meningkatkan order di minggu akhir bulan Agustus dan cenderung meningkat di bulan September ini.
Happy problem bertambah saat principal Aqua Danone menyesuaikan harga untuk kemasan 330 ml dan 1500 ml, hwarakadah… menjelang penyesuaian harga tersebut… order segmen grosir melonjak tinggi.

Informasi terbaru yang diterima hari ini… principal tebar pesona… yakni mengadakan program promo atas produk laris Aqua… It’s so amazing… !!!

Proses distribusi produk pada titik optimal… nyaris rekan2 crew tidak istirahat.. dari pagi sampai petang hari mengirim order produk terus… walaupun melelahkan fisik dan menguras pikiran… but still “positive feeling”… dan enjoy banget…

Terjadi penurunan penjualan LPG karena hampir semua armada dikerahkan mengirim produk Aqua karton, di samping juga ada faktor perang harga jual LPG di pasar, yah… setiap kali ada pemain baru masuk di bisnis LPG… harga jual selalu “gonjang ganjing”.
Lebih baik menahan diri tidak mengikuti perang harga jual… cukup melayani loyal customer yang mencapai 70 % pelanggan.
Sudah terbukti sekian tahun, bahwa loyal customer nyaris tidak terpengaruh gejolak harga di pasar…. Terima kasih loyal customer !!!

Masih tersisa 6 hari lagi sampai akhir bulan September, namun grafik penjualan sudah melampaui grafik penjualan Agustus.
Hari hari yang melelahkan fisik dan pikiran… namun semua crew selalu tersenyum ikhlas dalam melayani pelanggan… apalagi sudah terbayang :… attractive incentive + THR..

Seperti salah satu kotak di “fast track” permainan Cash Flow Game 101… yupp… September is a great Cash Flow Day… Thanks God… !!!

Re: [tda_joglo] Tahukah Anda ?

All TDA’ers Joglo,
Tahukah anda ?… bahwa anggota ke 100 TDA Joglo sungguh rruaarr biasa… beliau adalah sang guru motivasi paling yahuud… mas Wuryanano !!!!
Kami semua bangga… mas Wuryanano bersedia gabung di komunitas TDA Joglo tercinta ini.
Dengan hadirnya mas Wuryanano, insya Allah TDA Joglo makin cepat pertumbuhannya, bukan hanya dalam kuantitas saja melainkan juga cepat dalam pertumbuhan “kualitas” para anggota.
TDA Joglo juga dianugerahi anggota enerjik… mas Adib Munajib, sang Duta Besar Keliling TDA !!! Mas Adib selalu peduli terhadap aktivitas off-line TDA Joglo dan mas Adib juga punya segudang idea untuk kemajuan TDA Joglo.
Beruntunglah TDA Joglo karena mempunyai Guk Seta, yg sering “mbeling” dan “slankers” dalam memberikan opini… namun cerdas dan sarat dengan “logka hati” (rajin posting lagi !!!).
Tahukah anda ? Harry Potter ikut member TDA Joglo juga… siapa lagi kalau bukan meeoongg Edwient yang jago hosting… lewat jari2 terampilnya telah di-launching website kebanggaan kita… www.tdajoglo.com..
Tahukah anda ? TDA Joglo sudah “GO INTERNATIONAL” lewat karya cantik busana muslim kreasi mbak Nisa (setelah Singapore & Kairo… ekspor kemana lagi mbak Nisa ??)
Tahukah anda ? rekan kita dari Klaten.. mas Hatta… sempat dimusuhin orang… gara2 terlalu bersemangat dalam menyebarkan virus entrepreneur kepada kawula muda… (tapi ada untungnya… jualan pulsa elektriknya jadi meningkat tajam.. he..he..he..)
Tahukah anda ? tanpa prakarsa hebat mas Budi Prajitno sebagai founder TDA Joglo… kita tidak bisa saling kenal dan menjadi fenomenal seperti sekarang ini… (eksistensi TDA Joglo sampai membuat “iri” TDA Wilayah lain lho…!!!).
Thanks berat mas Budi atas prakarsa hebatnya !!!
Last but not least… semua anggota TDA Joglo memang “luar biasa prima” (pinjam istilahnya ya mas Wuryanano…!!!), sehingga dapat menciptakan karya fenomenal dalam menebar rahmat.
Saya bangga menjadi bagian dari komunitas TDA Joglo…. komunitas yang fuuuntastics…

Salam bersama TDA Joglo menebar rahmat,
Guk Bams Triwoko
(senang menjadi Guk dan nge-fans Guk Seta)