Re: [tda_joglo] Tahukah Anda ?

All TDA’ers Joglo,
Tahukah anda ?… bahwa anggota ke 100 TDA Joglo sungguh rruaarr biasa… beliau adalah sang guru motivasi paling yahuud… mas Wuryanano !!!!
Kami semua bangga… mas Wuryanano bersedia gabung di komunitas TDA Joglo tercinta ini.
Dengan hadirnya mas Wuryanano, insya Allah TDA Joglo makin cepat pertumbuhannya, bukan hanya dalam kuantitas saja melainkan juga cepat dalam pertumbuhan “kualitas” para anggota.
TDA Joglo juga dianugerahi anggota enerjik… mas Adib Munajib, sang Duta Besar Keliling TDA !!! Mas Adib selalu peduli terhadap aktivitas off-line TDA Joglo dan mas Adib juga punya segudang idea untuk kemajuan TDA Joglo.
Beruntunglah TDA Joglo karena mempunyai Guk Seta, yg sering “mbeling” dan “slankers” dalam memberikan opini… namun cerdas dan sarat dengan “logka hati” (rajin posting lagi !!!).
Tahukah anda ? Harry Potter ikut member TDA Joglo juga… siapa lagi kalau bukan meeoongg Edwient yang jago hosting… lewat jari2 terampilnya telah di-launching website kebanggaan kita… www.tdajoglo.com..
Tahukah anda ? TDA Joglo sudah “GO INTERNATIONAL” lewat karya cantik busana muslim kreasi mbak Nisa (setelah Singapore & Kairo… ekspor kemana lagi mbak Nisa ??)
Tahukah anda ? rekan kita dari Klaten.. mas Hatta… sempat dimusuhin orang… gara2 terlalu bersemangat dalam menyebarkan virus entrepreneur kepada kawula muda… (tapi ada untungnya… jualan pulsa elektriknya jadi meningkat tajam.. he..he..he..)
Tahukah anda ? tanpa prakarsa hebat mas Budi Prajitno sebagai founder TDA Joglo… kita tidak bisa saling kenal dan menjadi fenomenal seperti sekarang ini… (eksistensi TDA Joglo sampai membuat “iri” TDA Wilayah lain lho…!!!).
Thanks berat mas Budi atas prakarsa hebatnya !!!
Last but not least… semua anggota TDA Joglo memang “luar biasa prima” (pinjam istilahnya ya mas Wuryanano…!!!), sehingga dapat menciptakan karya fenomenal dalam menebar rahmat.
Saya bangga menjadi bagian dari komunitas TDA Joglo…. komunitas yang fuuuntastics…

Salam bersama TDA Joglo menebar rahmat,
Guk Bams Triwoko
(senang menjadi Guk dan nge-fans Guk Seta)

Belajar dari Angsa.

Postingan mas Riza ,Solo di milist TDA Joglo inspiratif abizz.. artikel yang selama ini saya cari… yang selaras spiritnya dengan tag line “Memberi dan Melayani”.

Thanks berat mas Riza atas pencerahannya ini, sekalian mohon ijin link blog mas Riza. Berikut artikelnya :

Kalau anda tinggal di negara 4 musim, maka pada musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”. Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi “V”.

Sumber foto: newsimg.bbc.co.uk

Fakta

 

Pelajaran

Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan “daya dukung” bagi burung yang terbang tepat dibelakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus ‘dinding udara’ di depannya. Dengan terbang dalam formasi “V”, seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

Ü

Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat a akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.

Ü

Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan didepan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.

Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Ü

Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas, dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Ü

Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Ü

Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik!

Kenikmatan memberi dan melayani.

cartoons_looney_tunes012.jpg 

Puji syukur atas semua kesempatan dan kemudahan yang saya terima sejak menjalani kehidupan dengan spirit memberi dan melayani.

Hukum ketertarikan (the Law of Attraction, LOA) berkerja luar biasa, yang tidak dapat lagi diukur dengan logika manusia, dan memang hanya “positive feeling” yang mampu merasakan keindahan serta keajaiban spirit memberi dan melayani.

Fakta kehidupan pribadi yang saya rasakan dalam beberapa bulan terakhir ini merupakan wujud positive feeling yang dijalankan setiap saat, yakni menjadikan relasi suami isteri pada kondisi saling memberi dan melayani, saling menghormati dan saling mendukung dalam karya pengabdian kepada masyarakat.

Relasi dengan anak-anak tercinta pada kondisi menakjubkan, komunikasi terjalin akrab dan mengalir seperti yang diharapkan, proses belajar anak2 di sekolah dan pembelajaran di rumah berjalan dengan baik dan optimal.

Aktivitas di komunitas TDA, baik on-line maupun off-line, menghasilkan jaringan “luar biasa prima” (pinjam istilah mas Wuryanano, TDA Surabaya)… yang dapat menciptakan karya multi manfaat bagi para anggota… yang dapat menghasilkan kolaborasi TDA antar Wilayah… yang selalu menjalin silaturahmi rumah maya dengan anggota TDA dimanapun domisilinya… terlebih silaturahmi dengan anggota di komunitas TDA Joglo.

Aktivitas operasional bisnis berjalan optimal, yakni dengan sistem pendelegasian wewenang dan kepercayaan untuk pembelajaran alih pengelolaan korporasi kepada karyawan, sebagai mitra kerja, mulai menghasilkan sinergi serta keselarasan bisnis.

Problema team work dalam operasional distribusi sudah mengarah ke perbaikan yang signifikan, satu sama lain sudah menyesuaikan ke arah team work yang solid.

Kinerja yang riil ditunjukkan oleh grafik penjualan yang menaik dari bulan ke bulan, apalagi menghadapi event Lebaran dan sedang musim kemarau.

Sungguh anugerah yang luar biasa dalam kehidupan…. suatu kenikmatan batin yang luar biasa…. kenikmatan dalam berkarya, yang dilandasi dengan spirit memberi dan melayani kepada masyarakat, komunitas dan keluarga.

Antara TDB, TDA dan Keluarga.

cartoons_tex_avery014.jpg

Saya tergelitik membaca postingan mas Hadi Kuntoro di millist TDA tentang “Maunya mandi sama ayah…”.

Tampak nyata kilas balik kehidupan… ketika saya sekeluarga masih tinggal di Jakarta selama 11 tahun (1990-2001) dan berstatus TDB.
Meskipun tinggal dalam satu rumah.. saya jarang bercengkerama dengan anak2.
Saya belum bangun tidur di pagi hari ketika anak2 berangkat sekolah, dan anak2 sudah tidur ketika saya tiba di rumah, sepulang berkarya sebagai TDB.

Praktis dapat bercengkerama dengan anak2 hanya di hari Sabtu dan Minggu, itupun dalam waktu yang tidak lama, karena saya lebih sering memanfaatkan waktu libur untuk tidur, agar stamina tetap terjaga untuk memulai rutinitas di hari Senin.

Sungguh… suatu siklus TDB yang melelahkan dan memasung kebebasan jiwa, namun harus saya jalani sebagai suatu “proses” menuju dream TDA.
Hubungan dengan anak makin kurang akrab karena tuntutan tugas sebagai TDB (financial controller), yakni sering travelling keliling Indonesia mengontrol financial proyek2 yang dikerjakan perusahaan TDB.
Dalam satu bulan rata2 travelling 3 kali @ 4 hari, jadi dalam satu bulan minimal 12 hari berada di luar kota.

Sungguh kondisi yang membuat saya “guilty feeling” terhadap anak2, karena tidak mampu menyisihkan waktu untuk anak serta tidak dapat optimal dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak.
Tidak heran apabila saya sering konflik dengan isteri karena perbedaan “treatment” mengasuh anak. Saya cenderung “short cut” memanjakan anak apapun yang diminta (sepanjang masih logis dan mampu, menurut ukuran saya).

Inikah salah satu bentuk excuse untuk rasa “guilty feeling” saya ?? It’s my mistakes and… blunder !!!
Seharusnya bukan materi… namun perhatian dan kehangatan kasih sayang. Alasan keluarga ini pula yang menjadi salah satu akselelator untuk pindah quadrant ke TDA, di samping alasan dream TDA dan bebas finansial di saat pensiun 2010.

Namun pada saat menjalani “proses TDA” muncul problem baru yang belum saya antisipasi, yakni pada saat sudah hijrah ke Jogya dan lebih banyak waktu untuk berkumpul dan bercengkerama dengan anak2.

Saya tidak menyadari sepenuhnya, bahwa seiring bertambahnya waktu… anak2 sudah tumbuh menjadi remaja… suatu periode di mana anak2 mencari jati dirinya sendiri, yang tentu saja sudah tidak mau lagi diatur dengan pakem semasa masih anak kecil.

So what… ??? Saat ini saya sering kesepian di rumah, celoteh riang anak2 sudah tidak ada lagi… anak2 sudah mempunyai dunianya sendiri… dunia remaja yang penuh warna… dunia yang sering tidak dimengerti dan terasa tidak pas ketika saya menjadi orang tua (padahal saya juga pernah menjadi remaja… hik..!!).

Apa yang saya harapkan ketika sudah menjadi TDA agak berbeda dengan dream saya… jiwa yang bebas memang OK… namun anak2 kecil saya sekarang sudah tumbuh menjadi remaja..
..yang sudah tidak mau di-gendong2 lagi, karena anak2 lebih suka hang out dengan gang-nya..
..yang sudah tidak mau ditemani kalo tidur, karena anak2 lebih senang ditemani MP3 player…
..yang sudah tidak mau dibacain dongeng lagi, karena anak2 lebih senang baca Harry Potter…

Puji syukur kepada Allah… karena masih ditemani isteri tercinta yang selalu setia menemani perjalanan hidup… yang siap menampung keluh kesah semua problema… yang selalu menjaga amanah dan penuh kasih sayang dalam menjaga dan mendidik anak2, terlebih di saat sering saya tinggal travelling ke luar kota.

Saya sungguh semakin menghormati isteri… pengorbanan luar biasa dari isteri, yang selalu menemani suami ketika meniti karir TDB… yang menjadi partner hebat dalam mengelola bisnis TDA… yang selalu menjadi inspirasi dahsyat di dalam Keluarga.