Pelatihan CEFE.

dor1.jpg 

All TDA’ers,
Menindaklanjuti perbincangan dengan mas Slamet “Memed” Raharjo di sepanjang perjalanan menuju acara Halal Bi Halal TDA Joglo di Semarang beberapa waktu yang lalu, maka informasi yang diberikan mas Memed tentang pelatihan CEFE (Competency based Economies through Formation of Enterprise)…. langsung “action” dengan mengunjungi kantor GTZ RED di Klaten.
GTZ : Deutsche Gesellschaft fur Technische Zusammenarbeit
RED : Regional Economic Development Program
GTZ RED merupakan lembaga kerjasama antara pemerintah Indonesia (diwakili Bank Indonesia dan BAPPENAS) dengan pemerintah Jerman (diwakili GTZ). 

Dari informasi yang disampaikan oleh Officer RED, pelatihan ini akan memberikan kesempatan untuk melakukan refleksi strategis pertumbuhan pengusaha UKM di dalam cluster (kelompok/komunitas/jaringan pengusaha).

Tujuan pelatihan ini utamanya untuk :
1. Meneliti lingkungan bisnis peserta pelatihan di-pasar2 yang belum dijamah dan memunculkan peluang2 baru
2. Mengidentifikasi wilayah pengembangan daya saing
3. Mendiagnosa dan memecahkan kunci kendala perluasan dan kesinambungan pertumbuhan
4. Menentukan berbagai strategi kemungkinan perluasan usaha
5. Memformulasi peta arah pertumbuhan bisnis.

Beberapa hari lalu saya menghadiri acara Pemaparan Pelatihan Program CEFE, wow… luar biasa… very exiciting !!
Dari preview beberapa metode pelatihan… ternyata langsung dipraktekkan, yang ternyata sebagian besar modul metode pelatihan adalah dengan “permainan” interaktif yang menggelitik dan… fun abizz !!

Kemudian juga dibahas sekilas pembuatan proposal aplikasi kredit ke Bank, dan menurut informasi dari Officer RED, pada saat pelatihan akan didatangkan Officer Bank papan atas, sekaligus simulasi interview oleh Officer Bank tersebut dan apabila bankable… bersiaplah apabila langsung dikucurin kredit modal kerja untuk bisnis kita (tidak perlu repot2 lagi nih… maklumlah sponsor utamanya : Bank Indonesia + GTZ Jerman… hehehe..)

Dan hebatnya lagi, setelah selesai pelatihan setiap peserta akan selalu didampingi dan dimonitor perkembangan bisnisnya. It’s very attractive things bro…

Pelatihan CEFE berlangsung selama 5 hari @ 5 jam, dari tgl 5 s/d 9 November 2007, jam 15.00 s/d 20.00 di Trangsan, Sukoharjo, sentra industri rotan yang export oriented.

Dan yang membuat tercengang adalah Commitment Fee/Biaya Pelatihan, cukup Rp 100.000,-/orang… fuuntastics tenan ki…  kapan lagi ada paket “hemat” namun memperoleh ilmu “hebat” ??

Bagi rekan2 TDA Joglo yang mengikuti pelatihan (mas Hatta, mas Ibnu Alwan, mas Awan Kurniawan, mas Edwient dan Bams), silahkan berkumpul di rumah mas Hatta JPP, Jl. Pemuda Selatan, Klaten, terus berangkat berbarengan ke tempat pelatihan di Trangsan, Sukoharjo.
Selamat ber”proses” dan selamat menginvestasikan “waktu”… keep the entrepreneur spirit !!!

Impian masa kecil… inspirasi dari CFG ke 6 di Solo.

cfg-solo-r.jpgpilih-dream-r.jpg 

Ketika masih di Sekolah Rakyat (SR), sekarang Sekolah Dasar (SD), saya ingin sekali mempunyai papan permainan Monopoli seperti yang dimiliki sahabat akrab saya, yang notabene anak kaum “the haves”.
Seringkali saya hanya bisa gigit jari… tidak bisa ikut bermain Monopoli… karena saat itu anak2 yang bermain Monopoli merupakan sekumpulan anak dengan strata kehidupan papan atas yang sekelas.
Dan saya cukup tahu diri sebagai anak dari lapisan bawah… yang boleh bermain apabila mereka sudah bosan dengan permainan Monopoli tersebut.

Untunglah sahabat akrab saya selalu mengajak bermain Monopoli, di saat teman2 level atasnya asyik dengan permainan lainnya.
Mungkin dari kebiasaan bermain Monopoli di masa kecil inilah yang membuat saya menyenangi bidang keuangan dan derivatnya setelah menginjak usia dewasa.
Hati gembira dan bangga apabila berhasil membeli properti di dalam permainan Monopoli tersebut, karena tidak lama lagi pasti menerima bayaran / sewa properti setiap kali ada pemain yang melewati kotak properti yang dimiliki.

Seiring berjalannya waktu… ternyata kegembiraan masa kecil tersebut menggiring saya untuk selalu mempelajari seluk beluk keuangan dalam profesi kehidupan, baik selagi masih menjadi karyawan maupun setelah menjadi pengusaha.
Saya selalu gembira di saat berproses menyajikan data menjadi suatu laporan keuangan yang informatif dan enak dibaca, yang pada akhirnya bermuara pada kepuasan batin, karena telah berhasil melewati suatu proses/siklus dalam menyajikan laporan keuangan yang informatif bagi para pihak yang memerlukannya.

Obsesi masa kecil terwujud sejak 2 tahun lalu berhasil mendapatkan papan permainan yang mirip Monopoli dan malahan multi purpose untuk segala usia, yakni papan permainan Cash Flow Game 101 (CFG) karya Robert T. Kiyosaki.

Permainan CFG merupakan simulasi kehidupan nyata yang mengharu biru emosi manusia di bidang finansial, meskipun kadang terlalu disederhanakan dalam permainan tersebut, paling tidak dari permainan CFG tersebut dapat dipakai belajar bagaimana mengelola keuangan pribadi… belajar mengenali berbagai instrumen investasi…. dan belajar strategi berinvestasi.

Bahkan dengan papan permainan CFG tersebut saya dapat sering menjalin silaturahmi sekaligus bermain CFG dengan rekan2 TDA Joglo, sebagai salah satu wujud aktualisasi diri dalam menjalankan falsafah “memberi dan melayani… !!”

Rencana tahun 2008.

cartoon_416.gif

Tahun 2008 tinggal 2 bulan lagi, tiba saatnya mengevaluasi kinerja bisnis di tahun 2007 serta rencana bisnis tahun 2008. Ada beberapa peluang bisnis yang layak di-follow up dan “take action”.

Persiapan bisnis plan lebih “njlimet” dan agak konservatif, mengingat proyeksi kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2008 kurang begitu bagus, yakni dampak kenaikan harga minyak yang per hari ini sudah mencapai USD 100/barrel, plus suhu politik pasti hangat menjelang Pemilu 2009.

Proyeksi penjualan 2008 untuk bisnis distribusi produk Aqua Danone dan LPG Pertamina dipatok pada angka kenaikan 10% dari penjualan tahun 2007.
Radius lingkaran ceruk pasar yang digarap makin luas, otomatis biaya distribusi juga meningkat, sehingga penambahan margin dari Penjualan tidak terlalu signifikan.
Kebijakan yang diambil hanya untuk menaikkan volume produk, agar rapot di Principal makin kinclong dan goal akhir adalah strata keagenan “naik kelas”.

Koperasi Karyawan pada tahun 2008 diproyeksikan untuk diserahi pengelolaan produk Aqua 5 gallon, yakni untuk pangsa pasar Retail dan Direct dan apabila memungkinkan ditambahi mengelola produk Aqua SPS (karton) untuk pangsa pasar Whole Seller yang cukup rumit.
Sedangkan untuk karyawan senior yang kompeten dan kredibel mulai diserahi tanggung jawab yang lebih besar dalam mengelola korporasi setiap harinya, sebagai pembelajaran menerima tongkat estafet di tahun 2010.

Sementara itu proyeksi penjualan 2008 untuk bisnis tenda dekorasi ditarget pada angka kenaikan 15% s/d 20% dari angka penjualan tahun 2007.
Sisi marketing tenda dekorasi sudah di-set up lebih variatif dan dinamis, dan perubahan tersebut mulai dirasakan pada triwulan akhir 2007, sehingga untuk tahun 2008 optimis lebih baik dari pada tahun 2007.
Tahun 2008 mulai dicoba pembukaan cabang baru bisnis tenda dekorasi di luar wilayah Jabodetabek.
Prospek cukup bagus mengingat life style a’la Metropolitan sudah menular di beberapa kota besar di pulau Jawa.

Sedangkan untuk proyeksi bisnis pondokan di tahun 2008 masih sama dengan pendapatan di tahun 2007.
Stagnanasi di tahun 2008 disebabkan karena faktor “over supply” kamar pondokan di Yogya serta menurunnya jumlah masyarakat yang berminat kuliah di Yogya.
Beberapa faktor turunnya minat kuliah di Yogya, antara lain : biaya pendidikan yang mahal, biaya hidup di Yogya tidak murah lagi, perguruan tinggi ternama mulai membuka afiliasi di kota2 besar di Indonesia, semakin menjamurnya perguruan tinggi swasta di kota2 Kabupaten… dsb… dsb…

Sedangkan proyeksi 2008 untuk bisnis lainnya masih perlu dirembug lagi dengan para partner bisnis masing2.

Peluang bisnis baru yang akan digarap di tahun 2008 akan lebih banyak berkolaborasi dengan rekan2 dari komunitas TDA, sebagai wujud komitmen diri yang sudah dicanangkan sejak semester II tahun 2007.
Jenis bisnis baru yang direncanakan masih dalam skala UKM sekaligus sebagai pembelajaran diri dalam setting sistem korporasi partnership dan mengaktualisasikan falsafah “memberi dan melayani… !!”

Silaturahmi cak Wuryanano.


Buber Sby-3
Originally uploaded by betigaklaten

Bersama TDA Surabaya, Duta TDA & SIDEC.
Surabaya 25 September 2007.

Happy problem pasca Lebaran.

cartoons_walt_disney013.jpg 

Happy problem sedang saya alami dalam 6 hari terakhir ini, yakni pasokan produk Aqua Danone tersendat; sementara itu di sisi lain… order dari pelanggan datang bertubi-tubi dengan volume permintaan di atas rata2.

Setiap kali terdengar dering telepon (terasa nada deringnya fals… hick !)… o la la… pasti komplain dari pelanggan yang kecewa karena ordernya belum dikirim, ataupun pelanggan yang kecewa karena ordernya cuma dikirim sebagian dan tidak komplit.
Well… suatu hal yang jamak apabila antara permintaan dan pasokan produk tidak seimbang.

Siklus problem yang selalu berulang setiap tahunnya… setiap kali masa libur panjang Lebaran, jadi meskipun stock produk sudah diantisipasi dengan penambahan pasokan, tetap saja selalu kedodoran.

Banyaknya pemudik yang mempunyai life style a’la Metropolitan… plus panjangnya musim kemarau dengan suhu udara yang di atas rata2… ditambah pabrik Aqua Danone libur tidak produksi selama 5 hari… wuih.. pasti menyebabkan kenaikan “demand” yang susah diprediksi.

Booming permintaan barang sudah diantisipasi dengan menaikkan “iron stock” dan permintaan penambahan pasokan sebesar 30% , hwarakadah… masih jebol dan tidak dapat melayani para pelanggan dengan baik ; bahkan stock item tertentu sudah habis sebelum libur panjang Lebaran, membuat seluruh jajaran korporasi kenyang diomelin pelanggan.

Dampak “brand image” Aqua Danone lewat bombardir tayangan iklan di media cetak dan media elektronik sungguh dahsyat… kenaikan konsumen yang luar biasa mudah dikenali, yakni dari penjualan botol 5 gallon yang meningkat tajam dalam 1 bulan terakhir.
Semoga kelangkaan produk tidak berlangsung lama sehingga dapat melayani loyal customer dengan lebih prima lagi.