We’re going to campus… UGM Jogya !!!

produksi-r.jpgsabuk-distro-r.jpgiceberg-2r.jpgmentor-r.jpg 

Wadya bala TDA Joglo pada hari Kamis 29 November 2007, menorehkan sejarah baru dengan hadir di kampus UGM Jogya, yakni sebagai mentor workshop Entrepreneurship yang dikemas dalam permainan simulasi bisnis.
Workshop Entrepreneurship merupakan salah satu sesi dari serangkaian acara yang bertajuk “Entrepreneurship sebagai solusi Globalisasi” dalam program “Entrepreneurship Event dan Ajang Kreativitas Mahasiswa 2007″, yang digelar oleh Rektorat UGM selama 3 hari.

Guk Seta mengawali acara workshop dengan introduction tentang TDA berupa permainan dengan gaya TDA banget, yakni mengacungkan duit sambil mengundang mahasiswa maju ke depan untuk menerima duit tersebut.
Ternyata hanya 3 mahasiswa yang berani maju ke depan untuk menerima duit tersebut dan akhirnya mahasiswa yang pertama kali sampai di depan Guk Seta yang berhak menerima duit.

Mahasiswa penerima duit digojlok dengan suatu permintaan apakah bersedia memberikan sebagian duitnya kepada salah satu peserta mahasiswi yang sedang memerlukan duit untuk keperluan yang mendesak dan meminta mahasiswa tersebut mengantarkan duit kepada mahasiswi yang memerlukan.
Sang mahasiswa menjawab lantang bersedia berbagi duit dengan sang mahasiswi dan bahkan…. mengantarkannya !!!

Itulah gaya TDA’ers Joglo ketika menjelaskan apa arti TDA kepada mahasiswa peserta Workshop, yakni TDA merupakan komunitas yang langsung “action“… (berani maju ke depan) untuk “menangkap peluang bisnis” yang digambarkan dengan duit.
Dan TDA selalu dilandasi filosofi spiritual “memberi” (berbagi duit kepada mahasiswi) dan “melayani“ (mengantarkan duit kepada mahasiswi).

Acara berikutnya permainan “Ice Break”, yakni irama ritmik gerakan tangan kanan dan tangan kiri, digerakkan ke depan dan ke belakang saling bergantian. Permainan yang selalu heboh dan penuh canda tawa di antara para mahasiswa.
Inti sari permainan ini adalah perpaduan mekanisme kerja otak kiri dan otak kanan yang seimbang.
Acara ini dipandu dengan piawai dan ciamik oleh Hatta , serta dibantu Bams dan Awan.

Games interaktif ke 1 adalah “Sabuk Distro” yang melibatkan 6 kelompok mahasiswa @ 9 orang.
Permainan ini merupakan simulasi bisnis produksi, di mana setiap kelompok berkompetisi membuat Sabuk Distro yang dibuat dari kertas Manila untuk memasok TDA Joglo yang mendapat order dari buyers Luar Negeri.

Setiap kelompok diwajibkan membuat perencanaan produksi Sabuk Distro yang mencakup semua aspek bisnis, yakni analisa titik impas (BEP), kebutuhan bahan pokok, bahan pembantu, peralatan produksi, tenaga kerja, quality control, delivery dan akuntansi.

Pada akhir permainan dilakukan evaluasi per kelompok, yang menghasilkan hambatan2 dalam memenuhi pasokan, yakni kurang berani  mengambil risiko, terlalu banyak membeli bahan2 produksi, kualitas produk tidak diperiksa Quality Control (sehingga produk ditolak Buyers), kurang koordinasi antar Bagian, dll… dll..
Setelah menyerahkan produk Sabuk Distro, setiap kelompok wajib membuat Laporan Laba Rugi.

Ada fenomena menarik dalam permainan tersebut, banyak mahasiswa yang penasaran dan kecewa dengan kinerja mereka sendiri… ha…ha..ha..ha..
Untung hanya sebuah permainan, kalau bisnis beneran ?? ….be careful guys !!!

Games interaktif ke 2 adalah “Dart Market” yang melibatkan 6 kelompok mahasiswa @ 9 orang.
Permainan ini merupakan simulasi bisnis distribusi, di mana setiap kelompok akan menyerbu pasar dengan 3 macam produk berupa permen dengan merk berlainan.
Setiap produk mempunyai harga jual yang berbeda, sedangkan pembelian produk berdasarkan jenis dan berdasarkan paket dari 3 jenis produk.

Tugas kelompok sebagian besar sama seperti permainan Sabuk Distro, perbedaan hanya pada strategi melempar produk ke pasar.
Setiap kelompok harus lebih fokus pada strategi marketingnya, khususnya jumlah SDM bagian Marketing.

Puncak permainan adalah pada saat semua tenaga Marketing dari 6 kelompok berebut melempak produk ke pasar yang dibatasi dengan waktu 5 menit saja.
Suasana heboh dan saling dorong antar kelompok di area pasar yang sempit… persis seperti dunia bisnis beneran,  yakni untuk mengejar target penjualan, pelaku bisnis akan…. saling sikut… saling banting harga… dll… dll…
Pada akhir permainan juga diwajibkan membuat Laporan Laba Rugi, kemudian dievaluasi bersama-sama.

Acara terakhir Workshop adalah mentoring dan sharing yang lebih banyak menanyakan tentang eksistensi TDA dan TDA Joglo dan ternyata cukup banyak mahasiswa yang ingin bergabung dengan komunitas TDA Joglo. 

Hwarakadah… Panitia Workshop dan Kopma UGM sudah membisikkan akan mengundang TDA Joglo lagi untuk mentoring mahasiswa jurusan Ekonomi UGM.

Terima kasih kepada TDA’ers Joglo yang sudah membantu kelancaran Workshop di UGM : B. Sajarwo, Agung, Diyan, Yasin dan Thomas.

I love…. Mastermind M2 Jogya !!

kids21.gif 

Hari Minggu, 25 November 2007, telah dibentuk Mastermind M2 Jogya yang beranggotakan :
1. Bams Triwoko
2. Hatta
3. Awan Kurniawan
4. Edwien Trisna
5. Thomas Aquino

Pada acara tersebut telah disepakati pemberian Mastermind M2, yang diartikan sebagai segala tindakan yang positif : saling memotivasi, saling memberi, saling melayani, saling mengasihi, saling menghormati dan segala hal yang positif.

Telah disepakati pula Tata Tertib Mastermind M2 yang menitik beratkan pada Komitmen masing2 anggota untuk selalu hadir dalam aktivitas Mastermind yang diselenggarakan minimal sebulan sekali.
Komitmen sebagai sedulur sinoro wedi dalam keadaan suka dan duka, yeah… we’re brotherhood !!

Agenda selanjutnya adalah pengenalan diri masing2 anggota kepada kelompok Mastermind M2 dan sekaligus sharing bisnis masing2 anggota.
Cukup intens dan efektif pertemuan perdana kelompok Mastermind M2 dan hati merasa lega setelah dapat sharing sekaligus curhat di dalam acara Mastermind ini.

Semoga Mastemind dapat menjadi akselerasi menuju kehidupan yang lebih sejahtera bagi setiap anggotanya. Amin.

UMS Solo… We’re coming !!

action.jpghatta-action-r.jpgnarsis-r.jpg 

Akhirnya perhelatan akbar off-line wadya bala TDA Joglo, yakni acara Goes To Campus UMS terlaksana pada hari Sabtu, 24 November 2007, di kampus UMS Solo.

Meskipun TDA Joglo baru pertama kali menyelenggarakan acara Goes To Campus,  namun secara keseluruhan acara tersebut sukses. Di samping juga ada beberapa catatan yang harus diperbaiki wadya bala TDA Joglo untuk event sejenis berikutnya.

Acara dimulai dengan pemaparan tentang sejarah komunitas TDA oleh founder TDA Joglo, mas Budi Prajitno.

Selesai pemaparan dari founder, ruangan GOR UMS langsung digebrak mentor TDA Joglo dengan gerakan ritmik yang meriah dan heboh, yakni gerakan tangan kanan dan kiri membentuk putaran berupa lingkaran ke depan dan ke belakang… gerakan dibuat bergantian antara tangan kanan dan tangan kiri.

Seperti sudah diduga sebelumnya… pasti banyak peserta yang membuat kekeliruan gerakan tangan yang terbalik-balik… antara kanan dan kiri… antara depan dan belakang… he.. he.. he..
Irama ritmik menghentak mampu membangkitkan semangat peserta dan tidak mengantuk lagi, maklum siang hari jam 13.30.
Inilah kehebatan metode pelatihan dengan games interaktif, yang mampu mengaduk-aduk emosi peserta workshop, dan di balik semua kehebohan tersebut terdapat pembelajaran yang luar biasa, yakni melatih perpaduan otak kanan dan otak kiri… !!!

Kemudian dilanjut dengan acara games interaktif “Dart Market” yang diikiuti oleh 6 kelompok @ 10 mahasiswa.
Games yang sarat dengan permainan bisnis sesungguhnya, yakni merebut pasar dengan strategi yang tepat agar menang, di samping juga dituntut kecepatan dalam mengambil keputusan atas tawaran produk, di mana produk dikemas dalam variasi beberapa harga dan berupa paket.

Strategi marketing yang tepat dan akurasi dalam melempar produk akan menghasilkan Sales yang tinggi, sehingga akan menghasilkan profit yang tinggi pula dan… pasti menjadi juara dalam games interaktif tersebut.
Puncak dari games ini adalah pada saat rombongan Salesman dari semua kelompok (rata-rata 6 orang per kelompok) melempar produk permen ke pasar yang divisualisasikan berupa kotak karton.
Permen yang masuk kotak karton dihitung sebagai Sales. Dan karena berebut pasar, banyak permen yang tidak masuk kotak karton. Inilah inti pelajaran dari games Dart Market… peserta harus akurat memasukkan produk ke kotak karton, agar mampu menggenjot Sales sebanyak mungkin.

Begitu games pertama selesai… acara diselingi dengan break Sholat… namun sayang sekali ketika sesi kedua dimulai peserta acara Goes To Campus berkurang banyak, dari semula 124 mahasiswa di sesi pertama, tinggal 27 mahasiswa di sesi ke dua.
Akhirnya games interaktif sesi ke dua tidak dapat dilaksanakan karena terbatasnya waktu yang disediakan pihak FE UMS dan acara diganti dengan mentoring bisnis kepada para mahasiswa.

Banyak pelajaran yang diperoleh pada pergelaran tersebut, sehingga menimbulkan passion luar biasa, agar dapat lebih banyak lagi menebar rahmat kepada masyarakat, khususnya kepada para mahasiswa yang berminat terhadap entrepreneurship.

Saya masih terkesima pada tatapan mata para mahasiswa yang tak berkedip saat mentoring bisnis, seakan tak mau kehilangan sedetikpun informasi dan kiat2 bisnis yang sedang dipaparkan.
Usia yang pas untuk menanamkan spirit entrepreneur yang berlandaskan etika, semangat bisnis yang dilandasi dengan hati yang ikhlas.
Usia yang sudah cukup mampu untuk mencerna filisofi bisnis yang bermartabat, yang selalu dibalut dengan akuntabilitas tata kelola perusahaan (good corporate governance).

Persiapan Goes to Campus.

family31.gif 

Sepanjang hari Jumat, 23 November 2007, sibuk menyiapkan materi workshop untuk acara TDA Joglo Goes to Campus, yang akan digelar pada hari Sabtu, 24 November 2007, di Kampus UMS Solo.

Materi pokok workshop adalah 2 jenis games interaktif, yakni “Dart market” dan “Head crown”
Setiap games diikuti oleh 6 kelompok @ 10 orang = 60 orang, sehingga 2 games = 120 orang. 

Games tersebut mencakup semua aspek di dalam mengelola suatu perusahaan, yakni adanya struktur organisasi, team work dan pendelegasian wewenang sesuai job description.

Games tersebut juga sarat dengan berbagai kajian dari beberapa divisi / departemen di dalam organisasi perusahaan, antara lain :
1. Keputusan strategis Direktur Utama untuk menangkap peluang yang diperoleh 
2. Strategi marketing Buyers Luar Negeri dari bagian Marketing
3. Minimum order quantity yang harus dipesan dari bagian Gudang
4. Analisis titik impas (Break Event Point) dari bagian Produksi
5. Pengontrolan kualitas produk jadi dari bagian Quality Control
6. Penyiapan dana yang diperlukan untuk produksi barang dari bagian Keuangan 
7. Penyajian Laporan Perhitungan Laba Rugi dari bagian Akuntansi

Pemenang games interaktif tersebut adalah kelompok / tim yang memenuhi kriteria :
a. Menghasilkan Profit paling besar
b. Kualitas produk sesuai spesifikasi dari Buyers 
c. Delivery produk tepat waktu 
d. Efisien dan dapat mengoptimalkan semua sumber daya dalam proses produksi.

Setelah games selesai setiap kelompok diwajibkan membuat analisa Problem dan Solusi di kertas Meta Plan serta ditempelkan di white board, kemudian dibuat kajian bersama terhadap Problem dan Solusi dari 6 kelompok.

Games interaktif ini diharapkan mampu membuka mindset entrepreneurship peserta workshop serta memahami poin penting dalam berbisnis, yakni :
1. Mengelola perusahaan harus fokus
2. Berani mengambil risiko
3. Cepat dan akurat didalam pengambilan keputusan
4. Jeli melihat peluang
5. Fun.. selalu gembira.. persis seperti bermain dalam Games Interaktif ini.. !! Hati yang gembira akan membawa LOA yang positif.

Silaturahmi sedulur TDA di Jakarta.

cartoons_looney_tunes031.jpg 

Saya berada di Jakarta selama 4 hari, dari tanggal 19 s/d 22 November 2007, untuk keperluan mengurus bisnis serta silaturahmi dengan sedulur2 TDA.

Hari pertama, 19 November 2007, setiba di airport Soekarno-Hatta Jakarta langsung meluncur ke kantor Classy Tent di Bekasi untuk supervisi.
Alhamdulillah… skejul order pasang tenda untuk bulan November & Desember 2007 berderet di white board, lumayan untuk closing target omzet tahun 2007.

Malam hari silaturahmi ke rumah mas Hadi ‘raja selimut’ Kuntoro di Perum Harapan Baru 2 Bekasi, tidak terlalu jauh dari kantor Classy Tent.
Passion silaturahmi dengan mas Hadi Kuntoro terpuaskan sudah, yakni sharing intens dengan mas Hadi selama 4 jam… tentang perjalanan hidup to be an entrepreneur… tentang pindah quadrant dari TDB ke TDA… dan kiprah mas Hadi memang luar biasa dahsyat… two thumbs up !!!

Hari kedua, 20 November 2007, meluncur ke kantor PT Transtek Trimitra di Gandaria. Silaturahmi dan membahas beberapa proyek yang sedang dikerjakan dengan managing partner… geliat bisnis mulai merangkak naik, ditandai dengan eksistensi proyek2 yang on going construction.

Siang hari wawancara dengan wartawan salah satu majalah entrepreneur dan franchise tentang perjalanan menjadi pengusaha setelah 26 tahun menjadi karyawan… tentang proses perubahan mindset yang tertatih-tatih… dan tentang perlunya komunitas dalam berbisnis.

Petang hari meluncur ke kantor Manet, kantor mas Roni ‘Jendral TDA’, ‘tuk menghadiri acara silaturahmi dengan sedulur TDA Jakarta sekalian menyambut kehadiran mas Wuryanano dan isteri dari TDA Surabaya.

Hadir dalam acara tersebut mas dan mbak TDA’ers Jakarta, antara lain : pasutri Harmanto dan Ning Harmanto, pasutri Warie dan Yessi Warie, pasutri M. Rosihan, Hadi Kuntoro, Faif Yusuf, AR Hantiar, Yulia MOZ5, Yayi Wuryanti, Hendri, Andri Irwan, Junaedi, Rujiyanto, Guk Seta, dll.

Suasana pertemuan penuh canda tawa, akrab, sarat dengan rasa kekeluargaan serta hangat dalam balutan semangat saling memberi…. speechless anymore !!!
Sharing dari para sedulur mampu membangkitkan passions agar dapat ”memberi dan melayani” lebih dahsyat lagi.

Waktu juga yang menjadi pembatas acara temu sedulur TDA ini, yakni ketika jarum jam menunjukkan angka pukul 23.30.
Pulang ke Bekasi berboncengan dengan mas Hadi… yang searah dengan kantor Classy Tent di Jaka Sampurna.