Dari karyawan menjadi pengusaha (6).

cartoons_37.gif

Dream menjadi pengusaha setelah “memajukan diri” (resign) dari profesi karyawan kandas sejenak pada tanggal 1 Juni 2003, yakni ketika menutup bisnis distribusi Aqua Danone dengan bendera Artha Biru.

Lembaran baru dengan bendera Betiga Klaten langsung dikibarkan pada tanggal 2 Juni 2003, karena saya tidak mau sentimentil meratapi kegagalan yang mengharu biru emosi sebagai manusia biasa.
Saya jadikan kegagalan tersebut bagian dari “proses menuju sukses“… jujur saja… saya merasakan sakit hati dikhianati partner bisnis yang nota bene sepupu sendiri.

Bendera Betiga Klaten sebagai Sub Distributor Aqua Danone dan Sub Agen LPG Pertamina mulai dikibarkan dari sebuah garasi 3×4 di rumah almarhum orang tua di Klaten.
Memulai bisnis bukan dari Nol tetapi mulai dari Minus, karena masih menanggung Utang lama Artha Biru yang cukup signifikan kepada Principal Aqua Danone.

Inilah makna perjuangan… arti sebuah integritas dan komitmen yang harus tetap ditegakkan, meskipun sedang terpuruk.
Sungguh nelangsa kalau mengenang peristiwa ini…. namun saya bersyukur dapat melewatinya dengan baik.

Mayoritas toko/warung/pelanggan individual yang selama ini menjadi jaringan distribusi produk sudah berpindah kepada kompetitior selama masa gonjang ganjing pergantian bendera.
Dan salah satu kompetitor adalah…. sepupu saya… ex partner bisnis, yang menyerbu pasar dengan membanting harga produk Aqua Danone.

Saya sempat limbung mendapat cobaan ini… akan tetapi saya dapat bertahan dan tertolong dengan falsafah yang menjadi roh (soul) dalam berbisnis, yakni…. “memberi dan melayani”… berbisnis dengan hati… !!!

Salah satu yang membuat saya tetap bersemangat adalah dukungan isteri dan anak-anak di saat mengalami keterpurukan.
Isteri selalu menghormati sebagai suami, sebagai partner bisnis handal yang tidak pernah cheating dan teman curhat membangun kembali dream keluarga.

Sementara anak-anak mulai memaklumi dan terbiasa dengan “kondisi” profesi pengusaha yang sedang merintis bisnis.
Dan yang membuat terharu… anak-anak tetap menjadikan saya sebagai idola !!! (hiks.. hiks..)
Ya… saya harus bangkit untuk menjaga amanah yang diberikan isteri dan anak-anak… and I shall do my best… !!

Indikasi kebangkitan teraktualisasikan dengan semakin tingginya tingkat okupansi kamar-kamar kost yang dikelola isteri di Jogya

Apalagi kolaborasi bisnis penyewaan tenda dekorasi, Classy Tent, di Bekasi yang dikibarkan pada tanggal 1 April 2003 sudah tumbuh baik, meskipun masih dalam skala kecil.

Sementara itu bisnis supply aggregate, Rio Jaya, yang dikibarkan Januari 2003 di Bekasi sudah mengalirkan arus kas positif setiap bulannya.

Seiring pertumbuhan bisnis-bisnis yang dikelola, tentu saja membawa perbaikan arus kas ekonomi keluarga, yang sempat amburadul selama beberapa bulan di tahun 2002.
Puji syukur ke hadirat Allah yang selalu menganugerahi berkah melimpah…

Perjalanan hidup di tahun 2003 merupakan tahun kebangkitan dari keterpurukan, setelah sekian kali jatuh bangun mengibarkan bendera bisnis.

Dan di tahun 2003 inilah saya membuat cetak biru / road map profesi pengusaha…. meninggalkan comfort zone karyawan menuju wild jungle zone pengusaha.

Perjalanan pindah kuadran menjadi pengusaha mulai nyaman, walaupun sempat beberapa kali mengalami guncangan ketika mengelola bisnis.

Ternyata guncangan kali ini merupakan suatu indikasi, bahwa bisnis yang dikelola mulai tumbuh dan memerlukan solusi yang berbeda apabila dibandingkan dengan ketika start up bisnis.

Benang merah dari perjalanan pindah kuadran ini adalah… selalu bangkit ketika terpuruk, selalu siap menjalani proses, berani mengambil keputusan sepahit apapun… agar dapat menggapai dream kehidupan… !!!

12 Tanggapan ke “Dari karyawan menjadi pengusaha (6).”

  1. bloGEsam Berkata:

    Cerita hidup yang penuh semangat…. Salut!

  2. nNeyn Berkata:

    motivasi yang bagus….

    saya juga sudah membuat surat pemajuan diri yang insya Allah akan saya mulai bulan depan….

    tetap semangat dan ikhlas… :D

  3. triwoko Berkata:

    @bloGEsam,
    Terima kasih atas support & kunjungannya.
    Salam hangat.

  4. triwoko Berkata:

    @nNeyn,
    Terima kasih atas support & kunjungannya
    Bravo & welcome to the entrepreneur club.
    Salam sukses.

  5. Evi Berkata:

    Pengalaman hidup yang luar biasa Mas Bams. Saya dan suami juga sedang menjalani masa-masa guncangan pertumbuhan, kadang menggembirakan kadang membuat nyali ciut. Untungnya semua guncangan hanyalah pertanda bahwa kita sedang berjalan di gang yang tepat ya mas? Sukses selalu untuk hidup kita. Salam dari Serpong

  6. triwoko Berkata:

    @mbak Evi,
    Terima kasih atas support & kunjungannya.
    Betul mbak… guncangan identik dng jalan menuju sukses.
    Sukses selalu buat mbak Evi & keluarga.
    Sampai jumpa di acara Milad2 TDA.
    Salam hangat dari TDA Joglo.

  7. Ramli Berkata:

    Pengalaman yang luar biasa, salut…!!!
    Matur nuwun sharingnya mas Bams, tulisan yang sangat bermanfaat untuk siapa saja khususnya yang akan memulai terjun ke dunia wirausaha maupun yang sedang merintis bisnis.

    Sukses selalu bro!
    Ramli @ Nigeria

  8. daryana Berkata:

    Wah sangat menharu biru…saya baca dari 3 - 6 sekaligus…
    Moga tetap maju trus….saya juga lagi semangat2nya untuk keluar dari zona aman….tulisan Mas Bams dapat memotivasi lumayan panas…..

    Matur nuwun mas ….
    Ikut bangga sebagai wargi klaten.

  9. triwoko Berkata:

    @bro Ramli,
    Thanks for your support. Have a nice day and success.
    Salam hangat.

  10. triwoko Berkata:

    @mas Daryana,
    Matur nuwun atas support & kunjungannya.
    Sukses selalu buat mas Daryana.
    Salam Klaten Bersinar.

  11. andri Berkata:

    Salut dan sebuah semagat hidup.
    aku juga sedang mengalami masa yang tidak enak dalam bekerja, hampir 9 tahun bekerja menjadi marketing, 2 perusahaan besar di indonesai. Pertama perusahaan teh terbesar indonesia dan bank mikro yang banyak cabangnya di pasar. Tapi hati ini menjadi galau karena jenuh untuk memasarkan prodak orang. Punya opsesi usaha dan mempuyai prodak sendiri.
    amin.

  12. triwoko Berkata:

    @Andri,
    Trims kunjungannya, semoga obsesi Andri dapat segera terwujud.
    Salam hangat dari Jogya.

Tinggalkan Balasan