Maskot TDA Joglo.

Salah satu Rencana Kerja TDA Joglo 2008 adalah memperkuat “brand” komunitas yang sarat filosofi dan budaya, antara lain dengan menciptakan Maskot “Mas Moe” yang selesai digarap dengan ciamik oleh Tim Management yang dikomandani oleh Guk Seta  (… two thumbs up… bro !!!)

Maskot “Mas Moe” mempunyai arti filosofis sebagai berikut :

Blangkon : simbolisasi budaya Jawa
Jas : simbolisasi pebisnis
Sarung : simbolisasi spiritual dalam kehidupan sehari-hari
Memegang tongkat yang menancap ke bumi dan mata memandang langit dengan aura sinar berwarna kuning filosinya adalah seorang manusia yang berpikir dengan tetap menginjak bumi dan mata hati yang selalu ingin memandang langit mengharap cahaya Illahi.

Sesuai dengan pakem TDA yang selalu dikedepankan oleh mas Roni “Jendral” Yuzirman, agar setiap TDA’ers selalu Take Double Action, maka segenap wadyabala TDA Joglo mengayunkan langkah dengan tema “bisnis berbasis komunitas“, antara lain :

1. Launching TDA Joglo Bussiness Center di Jalan MT Haryono, Yogyakarta, hasil kerja sama dengan Klinik Herbal Ning Harmanto milik pasutri fenomenal bunda Aning Harmanto dan koko prabu Harmanto.
2. Launching Maskot “Mas Moe” untuk memperkuat “brand image” TDA Joglo sebagai komunitas pengusaha yang berbudaya.
3. Website TDA Joglo menggunakan jasa hosting Yahoo agar mempunyai cakupan global dan mempunyai band width dengan kapasitas besar, serta didampingi dengan website Forum TDA Joglo untuk ajang diskusi diantara anggota.
4. Co-Branding dengan sesama anggota TDA Joglo, sehingga dihasilkan sinergi yang saling menguntungkan anggota.
5. Menjalin kerja sama dengan komunitas petani organik di Bantul, komunitas pengrajin rotan di Trangsan Sukoharjo dan komunitas Jaringan Rumah Usaha (JRU) di Semarang.
6. Menjalin kerja sama dengan pengusaha dan jurnalis dari Malaysia yang akan mengunjungi TDA Joglo Bussiness Center pada tanggal 20 Februari 2008.

Semoga karya-karya yang dihasilkan komunitas TDA Joglo dapat bermanfaat untuk masyarakat. Amin.