Goes To Campus IV : Polines Semarang.

a-15.jpga-12.jpga-1.jpg 

Aktivitas off-line yang cukup heboh adalah TDA Joglo Goes To Campus Polines (Politeknik Negeri Semarang) di Semarang, yang diselenggarakan pada hari Rabu 26 Maret 2008, dari jam 10.00 sampai dengan jam 16.00.
Acara Goes To Campus tersebut diberi tajuk “Workshop 2008 - Inspiring Success”

Aktivitas sudah dimulai seminggu sebelum acara digelar, yakni meeting pemilihan jenis Games Interaktif, persiapan materi games, koordinasi dengan tim TDA Joglo yang akan memandu acara Goes To Campus, pembagian Job Description Crew, sampai acara Gladi Resik.

Berdasarkan evaluasi acara-acara Goes To Campus sebelumnya, maka kali ini acara disiapkan lebih rinci dan informatif, agar semua Crew mampu menjalin team work dengan ciamik.

Sesuai pakem komunitas TDA yang sering diartikan Take Double Action, maka Tim TDA Joglo sudah berada di Semarang tanggal 25 Maret 2008 petang, sekalian silaturahmi dan membangun networking dengan sedulur-sedulur TDA Semarang serta Jaringan Rumah Usaha (JRU).

Acara silaturahmi berlangsung santai dan berakhir tengah malam di Warung Wedhangan, yakni salah satu unit usaha sedulur-sedulur JRU Semarang.
Terima kasih kepada mas iLik sAs & His Gang yang telah menjamu dan berkenan sharing intens dengan TDA’ers Joglo.
Sungguh… kami banyak belajar bagaimana membangun sebuah komunitas bisnis agar tetap eksis dan bermanfaat bagi masyarakat serta  para anggota komunitas.

Sementara itu acara Goes To Campus IV Polines Semarang berlangsung dengan meriah, bahkan merupakan acara Goes To Campus TDA Joglo yang paling sukses dan berkesan.
Acara yang melibatkan peran aktif serta mewujudkan kolaborasi antara TDA’ers Semarang, Solo, Klaten dan Jogya.

Games interaktif yang digelar pada acara ini adalah simulasi bisnis produsen asesoris gelang mutiara.
Acara bertambah heboh setiap kali paruh waktu tertentu peserta diberi peluang, yakni berupa spesifikasi tambahan asesoris yang akan menaikkan harga jual produk gelang mutiara.

Peserta diberi kebebasan menentukan strategi produksi dan strategi penjualannya, agar setiap Kelompok dapat berkompetisi untuk meraih Sales yang tinggi dan diimbangi dengan Profit yang signifikan pula.

Pada akhir sesi Games dibuat Evaluasi, setiap kelompok menyampaikan Problem dan Solusi yang dihadapi.
Diskusi Problem dan Solusi berlangsung meriah dan heboh, karena diselingi jokes khas mahasiswa.

Tahapan demi tahapan acara Workshop mengalir lancar serta membangkitkan passion peserta, terbukti dari testimoni para peserta Workshop yang menyatakan sangat puas.

Sampai jumpa lagi di acara Goes To Campus V : Universitas Sultan Agung Semarang, tanggal 21 April 2008.

Optimalisasi Potensi Diri.

d-9.jpgd-3.jpg 

Aktivitas off-line yang padat mengakibatkan seminggu lebih tidak nge-blogging… ada rasa kangen untuk menyapa hangat sekaligus rasa bersalah kepada para pembaca blog yang budiman.

Salah satu aktivitas yang dijalani adalah menghadiri pelatihan motivasi dari kang Yusef Hilmi , pelatihan yang mengusung tema “Optimalisasi Potensi Diri”.

Acara dihadiri oleh 32 orang TDA’ers dan diprakarsai oleh sedulur-sedulur TDA Joglo Solo Raya. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Studio 19 Kampus STSI Solo, pada hari Minggu 23 Maret 2008, dari jam 10.00 sampai dengan jam 17.00.

Pelatihan tersebut dipandu oleh kang Yusef Hilmi dengan ciamik, yang mempunyai tajuk misi utama “Menjadikan kehidupan yang lebih baik”.
Terima kasih kang Yusef Hilmi… atas semua pencerahan ini…. anda memang luar biasa !!!

Intisari materi pelatihan sebagai berikut :

1. Mengenali sumber daya yang dimiliki setiap manusia yang diperlukan untuk meraih sukses, yakni : Waktu, Badan (Panca Indera) dan Otak.

Diperlukan kemampuan untuk merencanakan, mengelola dan mengendalikan waktu, yang nantinya akan menentukan hasil yang akan didapatkan.

Sumber daya badan apabila digunakan dan dipakai secara efektif akan membantu dalam meraih tujuan yang diinginkan. 

Ketika otak manusia menetukan suatu hal sebagai tujuan, maka secara otomatis sistem syaraf pada panca indera akan mengarah pada hal tersebut. Ini yang disebut mekanisme kontrol otomatis.

2. Kunci perubahan untuk pengembangan diri, yakni : Cara berpikir berupa Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar, Visualisasi dan Afirmasi.
Apabila ingin mengubah suatu perilaku atau hasil dalam kehidupan, maka harus diawali dengan merubah cara berpikir.

3. Keyakinan pada tingkat optimal, agar mampu melakukan hal yang luar biasa. Keyakinan akan mempengaruhi perkembangan Program Emosi, yakni kumpulan semua keputusan yang dibuat sejak kecil tentang diri sendiri dan orang lain.
Keterbatasan terbesar manusia adalah keterbatasan yang diciptakannya dalam benaknya sendiri. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi sukses.

4. Mengambil keputusan untuk menetapkan : Tujuan Hidup dengan spesifik dan terukur, Bergairah dan menggembirakan, serta bersifat Lompatan untuk mendapatkan hasil yang besar.

Tanpa sesuatu yang menjadi fokus, maka keputusan dan tindakan yang diambil setiap harinya tidak akan memiliki arah jangka panjang, dan tidak akan menghasilkan sesuai yang diharapkan.
Tanpa sebuah arah akan terjebak pada rutinitas jangka pendek, serta akan terjebak pada kondisi stres dan monoton.

5. Perbaikan potensi pribadi secara berkesinambungan, serta menanamkan tujuan tersebut ke pikiran bawah sadar.

Perubahan adalah kekuatan paling dahsyat dalam masyarakat sekarang ini. Banyak orang takut dengan perubahan, dan hanya orang hebat yang justru merangkulnya.

Hanya mereka yang membuka pikirannya untuk konsep-konsep baru yang akan selalu bergerak ke tingkat prestasi dan kesempurnaan yang tinggi.

Bekerja keras untuk memperbaiki pikiran, tubuh dan semangat. Lakukan hal-hal yang ditakuti. Mulailah hidup dengan energi dan semangat tanpa batas.

6. Melayani orang lain dengan berbagai cara, yakni ketika memperbaiki kehidupan orang lain, maka secara tidak langsung akan memperbaiki kehidupan diri sendiri.
Kualitas kehidupan ditentukan oleh kualitas kontribusi diri sendiri kepada orang lain. Dan hal paling mulia yang dapat dilakukan adalah memberi dan melayani kepada orang lain.

7. Jangan menunda dan segera bertindak, sambut kesempatan baik pertama yang datang hari ini, karena semua yang besar dibangun dari hal-hal kecil yang menjadi komponen pembentuknya.

Menunggu waktu yang tepat untuk memulai sesuatu yang telah lama dipikirkan akan menjadi sebuah pemborosan waktu, karena waktu yang tepat itu tidak akan datang.

Antara libur panjang, keluarga dan komunitas.

cartoons_7.gif 

Tanggal 20 dan 21 Maret 2008 merupakan 2 (dua) hari libur nasional yang berurutan ditambah libur hari Sabtu dan hari Minggu, total ada 4 hari libur…. hmm… lumayan buat rest and relax.

Tiba waktunya evaluasi diri, me-review beberapa prospek bisnis dan sekaligus bercengkarama dengan anggota keluarga, apalagi si sulung yang kuliah di Jakarta sedang libur dan dapat berkumpul dengan adik-adiknya di Jogya.

Wow… my four beautiful kids sudah tumbuh kembang menjadi “the girls” dengan pribadi-pribadi yang unik.
My angels yang tadinya imut kecil dan selalu dijaga dengan segenap perasaan, kini postur tubuhnya sudah tumbuh tinggi melebihi tinggi badanku yang 170 cm dan sudah mempunyai “dunia”nya sendiri… dunia ABG yang susah saya ikuti.

Dan beberapa waktu lalu saya sudah sepakat dengan isteri untuk me-reposisi fungsi ortu, kami ingin memberi keteladanan dan menjadi panutan anak, serta memposisikan diri sebagai sahabat tempat curhat.
Kami berdua mengusung leadership falsafah Jawa yang ternyata masih valid sampai saat ini… “ing ngarso sung tuladha… ing madya mangun karsa… tut wuri handayani”

Waktu luang yang ada juga dipakai untuk membantu rekan-rekan komunitas TDA Joglo yang mengalami kesulitan mengisi SPT Pajak tahun buku 2007.

Aktivitas yang lain adalah menyelenggarakan pertemuan kelompok Mastermind Jogya-1 di rumah dan koordinasi dengan tim Goes To Campus IV Poltek Semarang, yang akan digelar tanggal 26 Maret 2008.

Enjoy your holiday…  Have a nice long week end… !!!

Antara anugerah dan berkah.

cartoons_80.gif 

Selama 6 hari terakhir libur nge-blogging karena sedang melakukan perjalanan bisnis di Jakarta dan ikut merasakan  dampak beberapa “proses kehidupan” yang dilakoni oleh isteri, yang terjadi di Jogya dan di Klaten.

Berawal dari anugerah Allah yang beruntun…. pertama ketika isteri sedang mengendarai mobil, tiba-tiba dari sebelah kiri mobil ditabrak sepeda motor… yup… bumper depan sebelah kiri sampai somplak dan terlepas.

Setelah mobil selesai diperbaiki di bengkel, muncul anugerah ke dua… kasir di kantor Klaten ditipu oleh 2 orang yang menggunakan hipnotis, sehingga uang sekian juta hasil penjualan produk Aqua Danone dan LPG melayang pindah ke tangan sang penjahat.

Sehari setelah kejadian tersebut, keluarga kami menerima anugerah ke tiga, yakni ketika mobil yang dikendarai isteri sedang parkir di salah satu Bank, eh… tahu-tahu ada mobil yang mundur dan menabrak mobil kami yang sedang diparkir, dan akhirnya mobil yang rusak berat di bagian kanan belakang diperbaiki lagi di bengkel.

It’s OK… saya yakin semua itu anugerah yang harus disyukuri dan diikhlaskan, sekaligus sebagai “proses” pembelajaran bagaimana mengendalikan emosi.

Saya yakin dibalik semua anugerah tersebut pasti ada berkah yang melimpah… dan terbukti !!!

Berkah yang melimpah diawali dari silaturahmi dengan sedulur-sedulur komunitas TDA di rumah koko prabu Harmanto , yang menghasilkan prakarsa untuk kolaborasi bisnis di bidang health food.

Berkah berlanjut pada hari Jumat, 14 Maret 2008, saat PT Bahara Hasta Raharja resmi didirikan di depan Notaris. 
Apa yang selama ini hanya berupa impian dan nyaris seperti dongeng, akhirnya menjadi kenyataan hidup.

Kilas balik terbentuknya korporasi Bahara, yakni ketika tiga orang dewasa sebaya dalam umur sepakat menjalin paseduluran dan kebetulan latar belakang kami adalah sama, yakni sudah puluhan tahun menjalani profesi karyawan sebelum pindah kuadran menjadi pengusaha.

Kami bertiga belum pernah saling bertatap muka dan bahkan dipisahkan oleh jarak ribuan kilometer, yang kemudian mengusung prakarsa membentuk wadah korporasi sebagai media semakin mengakrabkan paseduluran.

Terima kasih kepada komunitas TDA, yng telah mempertemukan dan menyatukan kami bertiga, karena kami bertiga anggota komunitas tersebut.
Sejak bergabung di komunitas TDA, saya sungguh merasakan dahsyatnya bisnis berbasis komunitas… it’s so fuuntastics !!!

Dan pada tanggal pendirian korporasi Bahara tersebut, telah ditanda-tangani kontrak supply beras organik dengan salah satu Supplier yang mempunyai jaringan supply ke Supermarket2 di Jabodetabek, serta per tanggal 1 april 2008 harus sudah mulai mengirim pasokan ke Supplier tersebut.

Sekali lagi kami menerima berkah Allah, yakni kami dipercaya sedulur yang bergerak di bidang publishing untuk kolaborasi maintenance on-line contents…. speechless atas karunia ini… saya sampai menitikkan air mata.

Pada akhirnya saya hanya bisa bersujud penuh rasa syukur atas semua anugerah dan berkah ini dan semoga karya yang dibalut semangat “memberi dan melayani” semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Amin.

Laporan Management Meeting TDA Joglo.

diddles_83.gif 

Reported by : Guk Seta
———————————————————————————- 

Selepas shalat Maghrib jamaah, TDA Management Meeting pun dimulai.

Biasanya acara-acara TDA Joglo diadakan di kediaman Pak Bams, namun kali ini tempatnya dipindahkan ke rumah kontrakan baru Mbak Evi di Gowok.

Untuk menambah keakraban/keguyuban TDA Joglo, kami tidak membeli makanan dari luar, namun kami memasak sendiri makan malam kami.

Acara masak memasak ini digawangi oleh Thom Genthong, tapi kurang ajarnya kangkung & tempenya pedes banget. Genthong pake takaran pedesnya dia yg nggak karuan.

Peserta dalam meeting ini adalah :
1. Pak Bams
2. Awan Kurniawan
3. Thom Genthong
4. Evi (tuan rumah)
5. Hatta
6. Edwient
7. Guk Seta
8. Ichsan Santoso

Ada 4 topik bahasan dalam TDA Joglo Management kali ini :

A. Evaluasi Goes To Campus & Persiapan TDA Joglo GTC IV.

Evaluasi dimulai dengan membahas apa yang kurang dari ketiga penyelenggaraan TDA Joglo GTC sebelumnya. Diantaranya adalah masalah setting waktu dan varian games simulation. Juga ada ide-ide baru seputar pelatihan GTC. Ketua GTC pun telah ditunjuk yaitu Hatta.

Dan pada intinya pengembangan GTC ini diambil dari intisari tujuan penyelenggaraan GTC yaitu memprovokatori kalangan kampus agar tidak terjebak dalam teori dan wacana saja.
Kemudian merangkul mereka untuk bergabung dalam komunitas TDA Joglo agar spirit entrepreneurship mereka terjaga. Karena jika tidak dirangkul akan percuma, mereka akan bersemangat sesaat saja setelah pelatihan.
Setelah itu jika mereka tidak berkumpul dengan para pelaku bisnis, maka mereka akan kembali ke habitat awal mereka yg cenderung berkutat pada teori.

B. TDA Joglo Business Centre.

Fokus untuk pembangunan TDA Joglo Business Centre adalah ruang display. Tahapannya adalah memasang karpet, menata lay out ruangan, memasukkan produk para member TDA Joglo untuk di display dan kemudian mulailah TDA JBC beroperasi.
Koordinator TDA JBC untuk sesi pembangunan adalah Guk Seta. Kemudian untuk sesi beroperasinya telah ditunjuk Ichsan Santoso.

Memang ada kendala dalam penggarapan TDA JBC ini yaitu masalah biaya. Namun kendala-kendala tersebut satu persatu (meskipun perlahan) dapat teratasi dengan meningkatnya jumlah member TDA Joglo yang aktif dan
mau berkontribusi.

Juga dibahas masalah katalog yang detailnya akan diposting di milis tda_joglo@yahoogrou ps.com.

C. Database member TDA Joglo.

Setelah masalah peng-upload-an database member TDA Joglo ini sempat tertunda karena keterbatasan waktu & tenaga para sukarelawan member aktif TDA Joglo, akhirnya database member ini akan dikelola oleh Edwient dan Ichsan Santoso.

D. Milad I TDA Joglo.

Hal yang menarik adalah penyelenggaraan Milad I TDA Joglo ini akan pas dengan tanggal berdirinya komunitas TDA Joglo ini, 18 Mei 2008, yang bertepatan pada hari Minggu.
Dan kebetulan sekali tanggal 19 Mei 2008 adalah cuti bersama (hari kejepit) karena tanggal 20 Mei merupakan
tanggal merah (Hari Kebangkitan Nasional).
Koordinator Milad I TDA Joglo telah dipilih, yaitu Thomas Aquino yang biasa dipanggil Genthong.

Telah ditentukan tema dari Milad I TDA Joglo ini adalah sesuai pesan maskot TDA Joglo, Mas Moe, “Berbisnis, berbagi dan berbudaya”.

Dan pada Management Meeting ini sudah didapatkan konsep awal acara tersebut yang akan mengkolaborasi ketiga hal tersebut.
Benarkah berbagi dan berbudaya ada relevansinya dalam dunia bisnis?
Jawabannya ada di Milad I TDA Joglo. <stpm>