
Ketika sedang merapikan arsip surat-surat yang disimpan di File Folder, saya menatap 1 set berkas Surat Keputusan Direksi Tentang Pemberhentian Dengan Hormat Atas Permintaan Sendiri Sebagai Karyawan tanggal 25 April 2002.
Ups… tanpa terasa saya sudah 6 tahun meninggalkan comfort zone karyawan dan otomatis pikiran melayang set back 6 tahun silam ketika mulai memasuki wild jungle zone pengusaha.
Masih tergambar jelas betapa emosi saya campur aduk pada waktu itu, yakni :
** Rasa lega menjadi manusia yang terbebas dari rutinitas tugas dan tanggung jawab sebagai karyawan.
** Rasa galau memikirkan operasional sehari-hari perusahaan yang terasa jalan di tempat.
** Rasa gembira dapat berkumpul dengan keluarga sepanjang hari, walaupun hanya dengan isteri dan anak bungsu.
** Rasa kecewa karena dua anak sudah tumbuh menjadi remaja dan asyik dengan dunianya sendiri, sehingga kurang peduli dengan kehadiran saya di rumah, malahan anak ke dua pernah bilang “koq nggak kerja seperti dahulu lagi”… hiks.. !!!.
** Rasa puas dapat membaca buku-buku favorit yang belum sempat terbaca dan belajar praktek beberapa software komputer agar tidak terlalu gaptek.
** Rasa khawatir tentang laju tumbuh perusahaan yang baru didirikan dan dikelola sendiri bersama isteri.
** Rasa takut akan masa depan yang tidak pasti dan khawatir tidak dapat membahagiakan keluarga.
** Dan segudang emosi lainnya yang datang silih berganti.
Proses yang harus dijalani sungguh mengharu biru emosi, meskipun saya sudah menyiapkan segala hal sejak tahun 1997, lima tahun sebelum pindah kuadran menjadi pengusaha.
Ternyata hal paling fundamental dalam proses pindah kuadran adalah…. “merubah mindset” .
April 13, 2008 pukul 4:47 pm
sepertinya menarik sekali untuk meninggalkan zona aman, namun sepertinya saya belum siap dan sedang menyiapkan dermaga baru untuk labuhan berikutnya. Tulisan anda menginspirasi!
salam kenal,
April 18, 2008 pukul 10:05 am
Luar Biasa Pak Bams..
Very inspiring.
Terimakasih
April 18, 2008 pukul 11:43 pm
Wah…Mas Bams bernostalgia rek.
Nostalgia yang sungguh membahagiakan…
Mas, nanti kalo Milad TDA Joglo, aku dikasi tau waktunya ya.
Oiya, aku mau buka cabang Lembaga Pendidikan Profesi SWASTIKA PRIMA, di Jogjakarta. Kalo sempat, bisa kasi tau lokasi yang strategis yo Mas Bams.
Matur nuwun,
Wuryanano
April 20, 2008 pukul 6:21 pm
malahan anak ke dua pernah bilang “koq nggak kerja seperti dahulu lagi”… hiks.. !!!.
anak saya juga nanya gitu kalo siang-siang saya ada dirumah,
soal ne dia mau main game internet di laptop bapaknya,
dia tau cara mengusir secara halus…
April 25, 2008 pukul 8:09 am
Mudah2an saya bisa segera merasakan dan menikmati pengalaman seperti ini, hiks.. hiks.. hiks.. Biar enam tahun kemudian bisa nulis seperti ini, he.. he.. he..
Fuad Muftie
Mei 17, 2008 pukul 4:24 am
@annots,
Salam kenal kembali.
Terima kasih kunjungan & supportnya.
Mei 17, 2008 pukul 4:27 am
@provenforexsystem (mas Fiki),
Thanks bro. See you at the top.
Salam untuk semua sedulur Solo Raya.
Mei 17, 2008 pukul 4:28 am
@cak Wuryanano,
Siapp cak Nano.
Salam luar biasa prima.
Mei 17, 2008 pukul 4:30 am
@mas Heru,
Yupp betul mas… Our kids is the best.
Sukses yo mas Heru… Salam hangat dari Jogya !!
Mei 17, 2008 pukul 4:31 am
@bro FM,
Sampeyan memang inspiring banget.
Keep entrepreneur spirit.
Salam sukses buat bro FM & keluarga.