Artikel ini saya tulis agar dapat menginspirasi pembaca blog yang mempunyai keinginan untuk menjadi entrepreneur, ataupun pembaca blog yang sedang merintis bisnis dan sedang mengalami berbagai hambatan dalam pengelolaannya.
Berikut sharing saya :
Andaikan siklus waktu dapat diputar ulang sekian tahun lalu, yakni pasca saya resign sebagai karyawan.
Pada waktu itu saya “merasa sendirian” menjelajahi hutan belantara dunia usaha, nyaris tidak mempunyai sahabat ataupun sedulur yang dapat diajak “curhat” tentang bisnis.
Sayang sekali pada waktu itu saya belum menemukan komunitas bisnis yang dapat menjadi tempat curhat bisnis ; sehingga tidaklah heran apabila saya menjalani “proses menuju sukses” dengan berdarah-darah, yang mestinya tidak perlu terjadi begitu parahnya.
Dan setelah mengalami berbagai “proses menuju sukses” (baca : kegagalan) berbisnis, saya baru menemukan satu komunitas bisnis yang dahsyat.
Saya bergabung di Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Jakarta pada bulan Agustus 2007, sebagai induk dari komunitas TDA Joglo (wilayah Jateng dan DIY), di mana saya sudah menjadi anggota sejak bulan Juni 2007.
Selama setahun lebih menjadi anggota, banyak pengetahuan yang saya peroleh dari komunitas TDA, khususnya tentang bagaimana menjalin networking dan mengasah mindset entrepreneur.
Saya tertarik menjadi anggota komunitas TDA karena visi yang menjadi roh dari komunitas, yakni “Bersama Menebar Rahmat”.
Sebuah visi yang tipikal dengan visi pribadi saya, yakni : “Memberi dan Melayani”, sehingga saya dapat mengaktualisasikan visi pribadi saya di dalam aneka kegiatan komunitas.
Di komunitas TDA ini pula saya dapat curhat bisnis kepada sesama anggota yang lebih kompeten dan expert di bidang yang menjadi problematik di dalam bisnis saya.
Walaupun saya juga sadar, bahwa keputusan akhir tetap di tangan saya, namun justru masukan dan saran dari sedulur-sedulur komunitas tersebut membuat saya semakin yakin dalam mengambil keputusan bisnis.
Di komunitas TDA ini saya mendapatkan networking/jaringan kerja yang luar biasa hebat, dengan jumlah anggota yang sekitar 2.200 serta tersebar hampir di semua kota di Indonesia.
Hal yang paling fenomenal adalah, berkat komunitas TDA, saya yang berdomisili di Yogyakarta menemukan partner bisnis yang handal, yakni koko prabu Harmanto yang berlokasi di Jakarta serta adimas Ramli yang berada nun jauh di Nigeria (saat ini adimas Ramli sudah berdomisili di Jakarta).
Pada bulan Maret 2008 kami bertiga sepakat mendirikan PT Bahara Hasta Raharja, yang bergerak di bidang Organic Food dan IT Solution.
Sungguh suatu anugerah Allah, di saat saya ingin mengembangkan bisnis baru di luar core bisnis saya, saya ditemukan dengan partner bisnis. Semua ini berkat eksistensi komunitas TDA, isn’t that interesting ??
Terima kasih komunitas TDA…. !!!

September 22, 2008 pukul 1:06 pm
TDA memang top markotop, good marsogood, best margobest, siip markosiip dech
Bravo TDA Jakarta, Bravo TDA joglo, Bravo TDA seindonesia & sedunia.
Sukses selalu Pak Bamb’s
FM
Oktober 2, 2008 pukul 3:43 pm
Sore mas..
TDA emang jempolan deh.
TDA Medan juga baru bangun dari tidur panjangnya.
Kita lagi mulai untuk mengaktifkan TDA Medan.
Salam Sukses dari kami di Medan.
Oktober 2, 2008 pukul 4:56 pm
Wah ciamik juga mottonya, “memberi dan melayani”. Smg gak lelah-lelahnya in action ya mas Tri. Salam kenal (Hejis) dari Malang Blimbing?
Oktober 12, 2008 pukul 1:43 am
salam sahabat selalu
Oktober 15, 2008 pukul 10:39 am
TDA, Take Double Action, Tiap Daerah Ada, Tambah Dadi Apik, Terusin Donk Ah….
Februari 17, 2009 pukul 12:18 pm
Luar Biasa . .
Mas, saya mau tanya sama njenengan. Apakah untuk bergabung di komunitas TDA harus mempunyai bisnis atau usaha dulu ??
Bagaimana dengan orang yg belum punya usaha secara konkret tapi hanya sebatas kecil-kecilan tapi ingin sekali bergabung dengan komunitas tsb, dlam hal ini saya ..
Matur nuwun.
Februari 24, 2009 pukul 4:16 pm
Salam kenal saja. Sukses selalu