Komunitas TDA… terima kasih !!!

Artikel ini saya tulis agar dapat menginspirasi pembaca blog yang mempunyai keinginan untuk menjadi entrepreneur, ataupun pembaca blog yang sedang merintis bisnis dan sedang mengalami berbagai hambatan dalam pengelolaannya.

Berikut sharing saya :

Andaikan siklus waktu dapat diputar ulang sekian tahun lalu, yakni pasca saya resign sebagai karyawan.
Pada waktu itu saya “merasa sendirian” menjelajahi hutan belantara dunia usaha, nyaris tidak mempunyai sahabat ataupun sedulur yang dapat diajak “curhat” tentang bisnis.

Baca entri selengkapnya »

Silaturahim bersama TDA Surabaya.

Selama 3 hari, tanggal 8-10 Agustus 2008, saya bersama isteri dan si sulung Betta pergi ke Surabaya dalam rangka :

1. Silaturahim dengan sedulur-sedulur TDA Surabaya pada tanggal 9 Agustus 2008.

2. Menghadiri seminar dan launching Rumah Herbal dan Spa Mahkota Dewa di Royal Plaza Surabaya pada tanggal 10 Agustus 2008.
Rumah Herbal dan Spa Mahkota Dewa merupakan kerjasama bisnis antara cak Wuryanano dengan PT Mahkota Dewa Indonesia (pasutri kokoprabu Harmanto + mbakyu Aning Harmanto)

3. Refreshing dan menikmati kuliner Surabaya, sekaligus nostalgia ketika masih berprofesi sebagai Auditor.

Baca entri selengkapnya »

Antara ‘proses’ dan ‘comfort zone’ wirausaha.

Saya mencanangkan bulan Januari 2008 sebagai titik awal pengembangan bisnis baru, sekaligus sebagai wujud aktualisasi falsafah “memberi dan melayani”.

Terhitung 1 Januari 2008, perusahaan Betiga Klaten dikelola oleh salah satu karyawan yang mempunyai standar integritas tertinggi dan berpengalaman di bidang marketing, operasional dan finansial.

Pendampingan operasional perusahaan sehari-hari dilakukan oleh isteri tercinta, sedangkan tugas saya (di belakang layar) hanya berperan sebagai penentu kebijakan penting perusahaan.

Terjadi pergolakan batin yang seru pada saat serah terima wewenang pengendalian perusahaan kepada karyawan, perang batin antara sifat manusia yang serakah dengan sifat memberi (berbagi) yang ikhlas.

Pergolakan yang dipicu rasa khawatir kemampuan karyawan dalam mengelola perusahaan, rasa takut kalau dicurangi karyawan, rasa khawatir apabila bisnis yang telah dikelola selama 6 tahun mengalami kegagalan.

Baca entri selengkapnya »

Falsafah 5 Fingers dan DNA Entrepreneur .

Minggu lalu menghadiri saresehan dan sharing dengan beberapa sedulur TDA Joglo  yang tengah silaturahim di Soka Residence, Jakarta Utara.

Acara sarasehan yang sarat pencerahan tersebut digawangi dengan ciamik oleh mas Harmanto, antara lain membahas tentang fenomena dunia wirausaha.

Berikut ringkasan dan intisari sarasehan tersebut :

Trend yang terjadi disetiap negara atau etnis selalu berubah, tentunya trend yang diambil sebagai acuan juga trend yang berlaku setempat.

Saat ini kalau kita amati dikota kecil Jawa, tampak trend yang menarik, etnis China terkenal dengan jiwa dagangnya, tetapi generasi berikutnya mulai meninggalkan dunia tersebut dan masuk ke dunia “kerja”  (baca : karyawan, red) di kota besar.

Baca entri selengkapnya »