Enggak Enaknya Jadi Pengusaha

Pengalaman pribadi ketika alih profesi menjadi TDA (pengusaha) setelah puluhan tahun jadi TDB (karyawan), yakni gabungan dari point 7 (sendirian) dan 8 (rumah tangga) dari tulisan pak Roni.

Saya nekad mengambil keputusan menjadi TDA tanpa restu 100 % dari istri & anak2, sehingga perjuangan ibarat menegakkan benang basah.
Apalagi bisnis diamputasi alias bangkrut setelah 6 bulan resign dari TDB, orang2 terdekat yang saya cintai justru menyalahkan mengapa menjadi TDA dan malah menolak promosi menjadi direktur di perusahaan TDB terakhir.

Konflik dengan istri & anak2 tidak terhindarkan dan masih ditambah “proses” detoksifikasi jiwa yg menyiksa batin… dari suasana “comfort zone” TDB menuju “wild jungle zone” TDA.

Last but not least, saya tidak menyesal dan malah bangga menjadi TDA… dan berhasil mem-provoke istri & anak berjiwa entrepreneur.
Perjalanan menuju TDA dapat dibaca lebih lengkap di http://betigaklaten .wordpress. com
…… (diambil dari posting di TDA Jakarta tanggal 24 Agustus 2007) ……..

Daftar contoh enggak enaknya jadi TDA, khususnya selepas dari TDB, antara lain :

Penampilan diri yang tidak OK lagi, karena harus menyesuaikan dengan situasi ruang lingkup bisnis, yakni pekerjaan bongkar muat produk, pengiriman order ke toko atau pelanggan rumah, bersih2 kantor / gudang… persis buruh pasar yang selalu keringatan.

Pakaian rapi berdasi, sepatu mengkilap dan tubuh wangi parfum tidak ada lagi, yang ada hanya pakaian casual/polo shirt, celana jeans, sepatu kets dan penuh aroma keringat.

Pressure jiwa ingin segera sukses membawa dampak stress dan depresi mental, tidak heran bila berat badan langsung turun 5 kg.

Hampir setiap hari merasa pusing dan mual, kerja pontang panting nyaris tidak ada hasilnya… Duh Gusti… it’s real jungle zone… I was almost hopeless…

Godaan untuk kembali menjadi TDB dengan comfort zone-nya selalu menari di depan mata, apalagi Presdir di perusahaan TDB terakhir selalu menawari kursi empuk Director.

Problem dilematis yang harus segera diputuskan…”to be” or “not to be”… TDA or TDB..

I’ve already choosen…. TDA (entrepreneur) is my best of the best choosen….

It’s the best thing of my life… Welcome to financial freedom !!!

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

3 thoughts on “Enggak Enaknya Jadi Pengusaha”

  1. @mas Adib,
    Kabar sehat dari Jogya & matur nuwun sdh blog walking…
    Monggo2.. berbarengan kita pacu temen2 TDA Joglo agar cepat berakselarasi menjadi full TDA.

    Salam funtastics..
    bambang triwoko

    @Betta,
    Jujur nduk… perjalanan menuju full TDA memang berat banget, ‘cos papa harus melawan diri papa sendiri.. perjuangan yg melelahkan jiwa..
    Perlahan tapi pasti.. papa mulai menemukan the way of our “big dream” and I need your support…

    Kiss & hugs,
    you dad

  2. Hmmm, artikel Dad yang satu ini bikin saya teringat masa-masa awal Dad membangun bisnis Betiga-nya. Jadi trenyuh membaca kata per kata artikel ini. Ternyata transisi half-TDA menjadi full-TDA memang butuh usaha ekstra keras. Salah satunya yang fatal ya apa yang udah Dad alami, yup, his own family refused the changes!!!
    Mungkin ini apa yang disebut sebagai efek samping dari mengubah kebiasaan yang sudah ada. Saya jadi nostalgia lagi, bagaimana dahulu saya harus benar-benar “mengencangkan ikat pinggang”. Salah satunya puasa ke mall! Hahahaha, maklum di kala itu saya masih ABG.
    Ada satu quote yang tepat menggambarkannya: NO PAIN, NO GAIN . Dan sekarang Dad sudah membuktikan kebenaran quote itu. Well, i’m so proud of you dad! Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi untuk teman-teman (bisa saja Anda yang sedang membaca komentar saya ini), agar berani mengambil keputusan menjadi full TDA .
    God bless you, Dad…

    —#1 reader of your blog—

  3. Apa kabar mas Bambang, saya membaca bagian ini menjadi betul-betul tersentil, keberanian mas Bambang diatas saya, karena berani mengambil keputusan fuill TDA tanpa persetujuan keluarga.

    Memang yang berani selalu lebih awal………….

    Salam Sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s