Inspirasi cak Wuryanano.

cartoons_looney_tunes013.JPG

Hari Selasa, 25 September 2007, terbang ke Surabaya untuk silaturahmi dan acara berbuka puasa bersama di rumah cak Wuryanano di Waru, Sidoarjo, Surabaya.

Hadir di acara tersebut mas Adib Munajib (Duta TDA), mas Taufik (Iwan Fashion), cak Sucipto Ajisaka (TDA Surabaya), cak Wachid B. Krismanto (Bakso Wong Kuto, SIDEC) dan cak Sjamsul Harun (TDA Surabaya).

Perbincangan mengalir sejuk, terlebih sharing dari cak Wuryanano yang inspiratif… tentang edukasi entrpreneurship kepada kawula muda agar menjadi pengusaha yang luar biasa prima dan sharing tersebut membawa LOA (the Law Of Atrraction) kepada…. my dreams.

Salah satu dream yang tadinya masih abstrak dan belum ketahuan ujung pangkalnya, kini mulai dapat dipetakan action plan-nya, yakni dream tentang pembelajaran entrepreneurship kepada kawula muda yang terpinggirkan namun mempunyai potensi dahsyat apabila diberi kesempatan dan bimbingan.

Saya visualisaikan tentang kelas pembelajaran informal bagi kawula muda yang terpinggirkan, yang akan diisi dengan 30% pengetahuan praktis entrepreneurship dan 70% diisi dengan simulasi / praktek langsung mengelola bisnis di korporasi riil milik anggota komunitas TDA.

Para mentor merupakan praktisi bisnis dari beragam jenis usaha, khususnya yang menjadi anggota komunitas TDA, sehingga para kader yang digembleng mempunyai wacana yang luas dan mempunyai intuisi peluang bisnis yang mumpuni. Diharapkan para kader mempunyai kompetensi / kapabilitas semua aspek bisnis, dari marketing.. operasional… finansial.. dan pemahaman tentang SDM.

Untuk pembiayaan / modal kerja usaha para kader…akan dilakukan kerja sama dengan perbankan.. sehingga setiap kader akan didampingi dalam pengajuan kedit modal kerja kepada institusi perbankan atau lembaga keuangan non bank.

Apabila diperlukan founder ataupun para mentor dapat memberikan personal guarantee (sebagai jaminan tambahan) atas kredit modal kerja yang diberikan oleh perbankan kepada para kader.

Proses pembelajaran berakhir pada saat para kader sudah dapat mandiri dalam mengelola bisnis dan para kader mempunyai kewajiban moral untuk menyebarkan spirit entrepreneurship kepada masyarakat di sekitarnya.

Dengan demikian, seiring bertambahnya waktu, proses duplikasi penyebaran spirit entrepreneurship akan menghasilkan sesuatu yang fenomenal dan spektakuler… ibarat deret ukur dalam proses duplikasinya…

Cak Wuryanano… terima kasih atas sharing, inspirasi dan pencerahannya.. bersama TDA menebar rahmat…

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s