Menjalani “proses” dengan hati.

cartoons_looney_tunes031.JPG

Alhamdulillah dalam beberapa bulan terakhir ini muncul perusahaan2 baru yang tipikal dengan bisnis saya, semua itu saya anggap sebagai vitamin, karena ibarat manusia… bisnis juga memerlukan vitamin agar tetap sehat.

Sebagai pemain lama selalu jadi sasaran tembak utama untuk dikurangi pangsa pasarnya dan seperti biasanya saya selalu menerima kondisi tersebut dengan rasa syukur.

Rasa syukur karena produk yang saya jual dibantu promosinya oleh para kompetitor, seperti diketahui  kompetitor juga harus mempromosikan produk (brand/merk produknya sama) kepada prospek.

Dengan demikian produk yang saya jual semakin banyak dikenal masyarakat dan semakin banyak masyarakat yang membeli produk tersebut, jadi meskipun jumlah kompetitor bertambah banyak…ternyata sales/penjualan produk tidak terpengaruh, malah cenderung mengalami kenaikan.

Strategi yang paling sering digunakan kompetitor untuk menembus pasar adalah memainkan harga jual yang lebih rendah dari saya, maklum kompetitor ingin segera dapat menciptakan sales yang signifikan, tanpa mau susah menjalani “proses”, bahasa gaulnya : proses instant.

Babak selanjutnya mudah diterka, kompetitor berguguran satu per satu karena kebijakan harga jual mereka sendiri… yakni harga jual yang mengorbankan profit margin… harga jual yang tidak memperhitungkan biaya operasional… harga jual yang mengabaikan biaya overhead.

Tidak heran apabila sedikit demi sedikit modal kompetitor tergerus untuk menambal biaya operasional… untuk menutup biaya overhead… dan untuk meng-cover biaya2 lainnya…

Sangat disayangkan para kompetitor enggan menjalani proses, kurang sabar dalam menembus pasar… padahal dengan harga jual yang tidak diturunkan, kompetitor mempunyai peluang mendulang penjualan… tinggal mengadu kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Setiap kali menghadapi kompetitor baru, saya selalu menyalurkan sinyal ke dalam hati… bahwa semua ini adalah “proses” menuju sukses… “proses” menuju dream… dan “proses” yang harus dilewati…

Dengan selalu berkomunikasi dengan hati itulah saya menemukan pencerahan… saya menemukan kreativitas berbisnis… dan saya semakin yakin, bahwa menjalani “proses” dengan hati selalu membuat fun dan nyaman berbisnis.

Jadi apabila merasa kurang nyaman mengelola bisnis, saya selalu berkomunikasi dengan hati… untuk mengabarkan sebuah “proses” yang sedang dialami… dan hati menjawab dengan pasti : agar saya selalu “memberi dan melayani”…

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

1 thought on “Menjalani “proses” dengan hati.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s