Bila ingin ‘full’ TDA (pindah kuadran dari TDB).

cartoons_tex_avery022.JPG

Saya sering menerima e-mail yang menanyakan persiapan dan langkah2 perpindahan profesi dari TDB menjadi full TDA, suatu pertanyaan yang memang lazim apabila ingin pindah kuadran.

Saya hanya dapat sharing intisari apa yang sudah saya alami sendiri kepada rekan2 yang mengirim e-mail tersebut. Saya selalu kedepankan langkah2 “negatif” yang sudah saya jalani, agar langkah tersebut dihindari atau paling tidak diminimalkan risikonya.

Langkah pertama “negatif” yang telah saya jalani dan nyaris fatal, yakni saya tidak menyiapkan mental/mindset entrepreneur secara serius, sehingga pemahaman tentang entrepreneurship nyaris “nol”.

Pada waktu itu persepsi saya tentang bisnis adalah identik dengan modal (baca: duit, uang), jadi apabila punya simpanan/tabungan uang yang cukup… bisnis bisa diciptakan dengan mudah (ini adalah salah satu kelemahan mindset saya karena puluhan tahun jadi TDB : serba instant dan tinggal “klik” langsung beres semuanya…).

Pembelajaran yang efektif dan media yang pas untuk pindah kuadran adalah menjadi “amphibi” terlebih dahulu, yakni perangkapan profesi sebagai karyawan (TDB) dan sebagai pengusaha (TDA).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama menjalani “proses” menjadi amphibi antara lain :

1. Pemilihan jenis usaha yang penanganan operasionalnya tidak “full day”. Misalkan warung makan / toko kelontong / angkringan yang operasionalnya di sore/malam hari, atau jenis usaha yang sedang nge-trend saat ini : on line store, web development, etc..

2. Sangat dianjurkan untuk memulai bisnis dalam skala kecil dahulu, agar risiko bisnis dapat diminimalkan dan mudah dikelola. Jadi apabila terjadi hal yang paling buruk (bangkrut) dapat memulai bisnis baru lagi, tentunya dengan mengambil pelajaran yang bisa dipetik dari bisnis terdahulu yang gagal.

3. Usahakan setiap hari “menyentuh” langsung bisnis tersebut, karena setiap hari akan dijumpai problema nyata dunia bisnis dan dapat segera mengambil keputusan untuk mengatasi problema tersebut.

4. Carilah mentor (praktisi bisnis yang sudah mempunyai “jam terbang”) yang bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing dan ikhlas memberikan jurus2 saktinya dalam berbisnis.

Berbahagialah anda yang sudah menjadi anggota milist komunitas TDA (Tangan Di Atas), mayoritas anggotanya yang sudah full TDA selalu siap menjadi mentor bisnis dan selalu mengedukasi entrepreneurship kepada siapa saja yang berminat menjadi TDA (pengusaha).

5. Bagi yang sudah berumah tangga : sebelum terjun menjalani proses amphibi, diskusikan dan mohon doa restu kepada isteri/suami tentang dream/passion tersebut.  Sampaikan dengan transparan faktor2 positif yang akan diraih serta faktor2 negatif yang mungkin akan terjadi.

Transparansi akan membuat relasi pasutri menjadi kokoh, terlebih di saat mengalami problema bisnis… beban terasa enteng dan siap maju perang lagi.

6. Pendanaan (modal) awal bisnis diusahakan dari “dana sendiri”, atau berupa pinjaman lunak (tidak dikenakan biaya bunga, tetapi memakai sistem bagi hasil) dari keluarga dekat / sahabat karib yang sudah saling mengenal pribadi secara baik.

7. Faktor paling sulit dalam proses menjadi amphibi adalah “management waktu dan pikiran”. Disinilah faktor mindset/spirit/mental akan diuji, karena nyaris setiap hari akan merasakan : tidak nyaman, sulit, malas, dikejar target, progres jalan di tempat, tergoda comfort zone TDB, ingin cepat sukses… dan segudang rasa tidak nyaman lainnya !!!

Point tersebut di atas merupakan “proses” pembelajaran merubah mindset, dari zona aman menjadi zona bebas,  sekaligus pengenalan awal profesi entrepreneurship… profesi yang setiap hari harus belajar dan belajar… profesi yang harus selalu siap setiap saat untuk menghadapi perubahan…

Last but not least… apabila proses menjadi amphibi berjalan dengan sukses (dan saya yakin di perjalanannya pasti dijumpai rintangan !)… bersiaplah menjadi ‘full’ TDA yang tangguh dan tahan uji…

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

3 thoughts on “Bila ingin ‘full’ TDA (pindah kuadran dari TDB).”

  1. @mas Hendy,
    Mohon maaf sharing-nya masih sepotong, maklum masih belajar nge-blog dan sedang banyak tamu.
    Insya Allah saya selesaikan segera.
    Terima kasih kunjungannya dan salam sukses buat mas Hendy.

    @mas Emanuel Setio Dewo,
    Surprise dan suatu kehormatan besar bagi saya, yakni blooger kondang berkenan memberi comment di blog ini.
    TDA (pengusaha) dan TDB (karyawan) merupakan istilah di milist TDA (Tangan Di Atas).
    Terima kasih kunjungannya dan God Bless You.

    Bambang Triwoko.

  2. mau cerita kok nyicil…ayo dong…ini nih yang ditunggu-tunggu berjuta-juta tedebe yang sedang menggedor pintu kapalterbangnya untuk terjun bebas menjadi tda…bantulah parasutnya terbuka supaya landing dengan sentosa…ayo dong… tuntasken…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s