Sisi positif TDB.

cartoon_220.gif

Perjalanan panjang sebagai TDB (baca : karyawan, red) selama 26 tahun merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi nilai tambah dari profesi TDA (baca : pengusaha, red) yang saat ini saya jalani.

Selama menjalani profesi sebagai TDB, saya belajar banyak tentang Sistem dan Prosedur pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien, terlebih yang berkaitan dengan : Marketing, Operasional, Finansial dan SDM.

Sungguh suatu anugerah yang luar biasa, saya diberi kesempatan untuk meniti karir TDB di berbagai perusahaan yang berbeda jenis usahanya, yang ujung2nya semakin menambah tajam insting suatu peluang bisnis, apakah bisnis tersebut layak dijadikan sebagai wahana pengembangan bisnis berikutnya.

Paling tidak saya diberi kemudahan untuk memberi masukan kepada rekan2 yang ingin berbisnis di bidang yang pernah saya jalani sebagai TDB, yakni akuntan publik, konsultan pajak, konstruksi, pabrik peleburan baja, leasing, lembaga keuangan, agrobisnis, trading, welding workshop dan transportasi.

Pengalaman profesi TDB yang paling berkesan adalah saat berkarya di Akuntan Publik, karena perusahaan client yang harus diaudit terdiri atas beragam jenis bidang usaha, antara lain jasa konstruksi, perbankan, apotik, jasa sertifikasi kelaikan kapal laut, pabrik gula, pabrik textile, pabrik dinamit, pabrik sakarine, pabrik karung, pabrik plywood, produksi aspal, pabrikasi aluminium, logging industry, jasa ekspor impor, jasa container, taxi, perkebunan, perusahaan penerbangan, asuransi jiwa & kerugian, hotel, catering, travel biro, dll… dll..

Profesi saya sebagai auditor selama menjalankan proses audit memungkinkan untuk memperoleh informasi teknis dan non teknis bidang usaha client yang sedang diaudit, sehingga point2 penting yang menjadi intisari suatu bidang usaha menjadi “knowledge assets” yang luar biasa prima bagi saya.

Selama menjadi TDB saya belajar banyak tentang etika berbisnis, menghormati “stake holders”, menjalin network/lobby, selalu kritis setiap menghadapi problema bisnis, memahami team work, berbagai kiat menembus pasar, menentukan harga jual, membuat bisnis plan, menciptakan culture perusahaan yang bermartabat, yah… all about biz !!

Dan puncak dari perjalanan panjang sebagai TDB adalah menciptakan visi dan misi bisnis, yakni… “memberi dan melayani… !!”

Sebagai wujud pengabdian sebagai manusia biasa, yang selalu ingin menularkan spirit entrepreneurship kepada siapa saja yang berminat, tanpa membedakan status apakah masih berprofesi sebagai TDB, TDA ataupun Amphibi (karyawan merangkap pengusaha).

Saya bersyukur kepada Allah atas anugerah perjalanan panjang menjadi TDB. Semoga Allah selalu memberikan kesempatan kepada saya untuk menebarkan rahmat dengan hati yang ikhlas. Amin.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

4 thoughts on “Sisi positif TDB.”

  1. @mas Ramli,
    Siiaapp… direpotin or ngrepotin sampeyan !!
    BTW, kapan mudik ke Jakarta ??
    All the best for you.. Good luck bro.. !!

    Salam sego liwet Keprabon,
    Bams Triwoko

  2. Pokoke maknyusss… pengalaman pak Bams muantap tenan bro!
    Saya sangat setuju dan sependapat dengan pendapat pak Bams.
    Apalagi sebagian besar dari orang yang menjadi TDA dulunya adalah TDB, hanya sedikit orang yang beruntung meniti karirnya menjadi TDA tanpa melalui jenjang TDB.

    Jadi, kita harus bersyukur pernah diberi kesempatan untuk menjadi TDB karena dari sana kita belajar banyak hal seperti yang pak Bams uraikan, disanalah proses pembelajaran dimulai, dan itu berarti merupakan modal penting bagi kita melangkah kejenjang yang lebih baik, amphibi trus TDA! Iyo ora kang?

    Hidup TDB!!! (Soale aku isih TDB nih…)
    Hidup pak Bams!!!
    Loh? Kok jadi kayak kampanye sih?

    Tunggu saja nanti kalo saya udah balik Jakarta, pasti sampean tak repotin terus.

    Salam hangat sedulur lanang Nigeria.
    Ramli

  3. @mbak Ning,
    Amiinnn.
    Perjalanan hidup mbak Ning lebih dahsyat lagi, membuat saya geleng2 kepala sendiri… respek & takjub !!

    Salam hormat sedulur Jogya,
    Bams Triwoko.

  4. Mas Bambs.

    Pengalaman TDB anda luar biasa kumplit plit plit plit. Ibarat menu masakan itu gado2, rawon, gulai,karedok dan pecel dicampur aduk jadi menu istimewa ala Yogya namanya Gudeg… he he nggak nyambung ya…..smile
    Sayangnya saya kenal anda blum lama jadi ‘musibah’ kena denda pajak sampai ratusan juta th 2004 dulu sudah terlanjur terjadi.Semoga saya dan para TDA Indonesia bisa belajar banyak dari anda agar terhindar dari dari kesulitan.

    Matur nuwun untuk pencerahannya.

    Ning Harmanto
    Sedulur sinorowedi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s