Impian masa kecil… inspirasi dari CFG ke 6 di Solo.

cfg-solo-r.jpgpilih-dream-r.jpg

Ketika masih di Sekolah Rakyat (SR), sekarang Sekolah Dasar (SD), saya ingin sekali mempunyai papan permainan Monopoli seperti yang dimiliki sahabat akrab saya, yang notabene anak kaum “the haves”.
Seringkali saya hanya bisa gigit jari… tidak bisa ikut bermain Monopoli… karena saat itu anak2 yang bermain Monopoli merupakan sekumpulan anak dengan strata kehidupan papan atas yang sekelas.
Dan saya cukup tahu diri sebagai anak dari lapisan bawah… yang boleh bermain apabila mereka sudah bosan dengan permainan Monopoli tersebut.

Untunglah sahabat akrab saya selalu mengajak bermain Monopoli, di saat teman2 level atasnya asyik dengan permainan lainnya.
Mungkin dari kebiasaan bermain Monopoli di masa kecil inilah yang membuat saya menyenangi bidang keuangan dan derivatnya setelah menginjak usia dewasa.
Hati gembira dan bangga apabila berhasil membeli properti di dalam permainan Monopoli tersebut, karena tidak lama lagi pasti menerima bayaran / sewa properti setiap kali ada pemain yang melewati kotak properti yang dimiliki.

Seiring berjalannya waktu… ternyata kegembiraan masa kecil tersebut menggiring saya untuk selalu mempelajari seluk beluk keuangan dalam profesi kehidupan, baik selagi masih menjadi karyawan maupun setelah menjadi pengusaha.
Saya selalu gembira di saat berproses menyajikan data menjadi suatu laporan keuangan yang informatif dan enak dibaca, yang pada akhirnya bermuara pada kepuasan batin, karena telah berhasil melewati suatu proses/siklus dalam menyajikan laporan keuangan yang informatif bagi para pihak yang memerlukannya.

Obsesi masa kecil terwujud sejak 2 tahun lalu berhasil mendapatkan papan permainan yang mirip Monopoli dan malahan multi purpose untuk segala usia, yakni papan permainan Cash Flow Game 101 (CFG) karya Robert T. Kiyosaki.

Permainan CFG merupakan simulasi kehidupan nyata yang mengharu biru emosi manusia di bidang finansial, meskipun kadang terlalu disederhanakan dalam permainan tersebut, paling tidak dari permainan CFG tersebut dapat dipakai belajar bagaimana mengelola keuangan pribadi… belajar mengenali berbagai instrumen investasi…. dan belajar strategi berinvestasi.

Bahkan dengan papan permainan CFG tersebut saya dapat sering menjalin silaturahmi sekaligus bermain CFG dengan rekan2 TDA Joglo, sebagai salah satu wujud aktualisasi diri dalam menjalankan falsafah “memberi dan melayani… !!”

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

4 thoughts on “Impian masa kecil… inspirasi dari CFG ke 6 di Solo.”

  1. @mas FM,
    Ada pepatah Jawa : Gething nyanding… yang kurang lebih artinya, sesuatu yang awalnya kita benci.. pada akhirnya justru menjadi sesuatu kebutuhan kita.
    Selamat menikmati siklus akuntansi…

    Salam TDA,
    Bams Triwoko

  2. Mas Bamb’s saya dulu paling benci sama mainan monopoli. Karena teman mainnya curang-curang shg saya sering kalah🙂
    Di SMA saya juga benci sama namanya Akuntansi, makanya saya mati-matian ngambil jurusan Fisika / A1, biar keren katanya.

    ‘Nasib’ membawa saya ke arah lain, kuliah dapat yg sosial sehingga harus belajar Akuntansi. Setelah kerja (TDB), kenal sama bukunya R.T. Kiyosaki, jadi pingin punya usaha sendiri. Sempat ikut main CFG sekali. Jadilah ilmunya buat modal awal membuka usaha. Alhamdulillah sekarang sudah jatuh cinta sama Akuntansi, walau masih sederhana🙂

    Salam
    Fuad Muftie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s