Bisnis berbasis komunitas.

cartoon_255.gif

Kunjungan mas Harmanto beserta tim (mas Bayu dan mas Deden) di Jogya selama 4 hari telah membuka cakrawala baru saya sebagai pengusaha.
Proses panjang kejiwaaan dan spirit yang selalu “open mind” terhadap perubahan mulai teraktualisasi satu per satu.
Suatu kenikmatan berproses yang susah diekspresikan dengan kata karena hanya hati yang dapat merasakan.

Hari-hari yang diisi dengan aktivitas persiapan bisnis yang akan dikelola bersama dengan brand Bahara Corporation mulai dikerjakan, peluang2 bisnis yang pada awalnya belum tertekstur mulai ditata urutan prioritasnya.

Anugerah dan berkah Allah semakin bertambah dengan hadirnya mas Ilik SAS, mas Dimas, mbak Nining dan mbak Erna, yakni sedulur2 komunitas bisnis Jaringan Rumah Usaha (JRU) dari Semarang yang ikut memeriahkan acara silaturahmi TDA Joglo pada hari Minggu, 20 Januari 2008, di Jogya.

Kesepakatan TDA Joglo dengan JRU untuk berkolaborasi di aktivitas On-line dan Off-line sungguh mencengangkan, karena peluang2 bisnis yang akan dikerjakan bersama tersebut pasti menghasilkan lompatan-lompatan bisnis spektakuler.

Acara Silaturahmi TDA Joglo tersebut semakin dahsyat dengan hadirnya mas Hadi “Raja Selimut” Kuntoro yang khusus hadir dari Jakarta serta mas Yoyox “Rabbani” dari Wonosobo.
Blue print kolaborasi bisnis langsung dirancang sebagai wahana “faktor kali” percepatan untuk mencapai dream masing2.

Sungguh indah dan dahsyat melaksanakan bisnis berbasis komunitas… semua dalam “frekuensi yang sama”… semua mengedepankan spirit “memberi dan melayani” yang dibalut dalam “paseduluran dan guyub”… khas budaya kami !!!

Acara tersebut juga dihadiri sedulur2 TDA Joglo yang selalu aktif di kegiatan off-line, yakni : Riza, Guk Seta, Tri Muriana, Hatta, Awan, Thomas, Edwient, Tono Sragen, Joko, Ichsan, Evi, Rian, Prabas, Hari Pipit, Kukuh Muriana dan Yanto YDA.

Sebagaimana acara2 silaturahmi TDA lainnya, tanpa terasa waktu cepat berlalu, padahal acara yang dimulai jam 10.00 pagi tersebut baru berakhir pada jam 21.00 malam.. he..he..he..he..

Saya hanya bisa sujud penuh syukur atas anugerah Allah yamg melimpah ini.
Semoga karya2 yang akan dihasilkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Amin.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

4 thoughts on “Bisnis berbasis komunitas.”

  1. Sungguh suatu nuansa yang luar biasa kitika saya ikut ngumpul dengan mas bams dan teman-teman, semangat kebersamaan dan nuansa iklhas saling memberi,
    bisa menjadi modal besar untuk mengembangkan suatu usaha berbasis komunitas.
    Juga guru saya yang sangat saya kagumi, Pak Harmanto yang dengan sangat terbuka dan suka rela mau membagi semua ilmunya..yang dalam setiap obrolan dengan beliau saya selalu mendapatkan ilmu dan wawasan baru
    Sungguh, semoga “paseduluran” ini bisa menghasilkan sesuatu yang berguna buat kita semua. Amien.
    Matur nuwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s