Wirausaha sejati.

Saya tertarik dengan artikel harian Kompas tanggal 12 Juni 2008 tentang wirausaha sejati dalam konteks mengatasi masalah ketenagakerjaan di Indonesia.

Lapangan kerja yang ada tidak mampu lagi menampung lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya jutaan setiap tahun.

Penyerapan tenaga kerja tidak bisa hanya tergantung pada perusahaan yang sudah ada.
Dibutuhkan 4,4 juta wirausaha sejati untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Ciputra, Presiden Komisaris PT Ciputra Tbk, dalam program Ernst and Young “Entrepreneur of the Year 2008” di Jakarta.
Pengusaha proprti terkemuka ini menjadi peraih penghargaan Indonesia Entrepreneur of the Year 2007.

Untuk mengatasi ketenagakerjaan, tidak ada lain kecuali melahirkan wirausaha-wirausaha. Ini menjadi tantangan berat bagi bangsa Indonesia.
“Dan pengusaha yang ada jangan melakukan pemutusan hubungan kerja”, kata Ciputra.

Seorang wirausaha atau entrepreneur adalah orang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas.
Wirausaha sejati tidak hanya mampu mengubah rongsokan jadi emas, tetapi juga dapat melahirkan wirausaha sukses lainnya.

Untuk mendorong kemajuan bangsa, Indonesia membutuhkan wirausaha sebanyak 2 persen dari total jumlah penduduk.
“Saat ini kita hanya punya 0,1 persen atau sekitar 400.000 entrepreneur,” kata Ciputra.
Menurut Pemerintah, Indonesia mempunyai 48 juta wirausaha. Padahal itu baru wirausaha, belum menjadi wirausaha sejati.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

5 thoughts on “Wirausaha sejati.”

  1. @mas Eko Rakhmat,
    Eksistensi bisnis dengan berbagai skala apapun selalu membawa efek ekonomis di sekelilingnya.
    Terima kasih atas support & kunjungannya.
    Salam hangat dari Jogya.

  2. Leres Pak Bambang…..

    Kita punya karyawan sekian sebenarnya juga memberi makan sekian x jumlah anggota keluarga.

    banyak to?
    kalau punya sepuluh karyawan, ternyata karyawan tinggal dalam satu komplex. Mereka langganan catering atau penjual sayur. catering/penjual sayur pun ikut menikmati hasilnya….
    Oooo ternyata semuanya punya anak yang masih sekolah, bisa juga kasih makan tukang antar jemput anak sekolah…

    padahal penjual sayur dan tukang antar jemput juga punya keluarga….
    dst.. silahkan hitung sendiri….

    lanjutannya saya tulis di blog saya
    http://www.ekorakhmat.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s