Mengajari anak berjiwa entrepreneur.

Salah satu penyebab terpuruknya ekonomi bangsa adalah tidak seimbangnya rasio jumlah penduduk Indonesia dengan jumlah wirausaha sejati di Indonesia, baca di sini.

Dalam skala kecil di lingkungan keluarga, saya selalu memberi contoh dan mengajari kepada isteri dan anak tentang entrepreneurship, agar mereka dapat menjadi wirausaha sejati dalam melakoni kehidupannya.

Misalnya ketika anak liburan sekolah, sebagian waktu libur dimanfaatkan untuk mengenali bisnis yang dikelola orang tuanya, sehingga anak memahami suatu bisnis yang mengedepankan :

1. Integritas
2. Komitmen
3. Spirit berbagi.

Pada usia muda ditanamkan karakter wirausaha yang selalu menjunjung tinggi suatu “proses pembelajaran bisnis yang berkesinambungan”.

Saya mengenalkan suatu sistem bisnis dengan bahasa anak yang mudah dimengerti, yang dikemas dalam suana yang fun a’la anak muda… karena mengelola bisnis memang harus “fun”.

Beberapa aktivitas operasional perusahaan yang melibatkan eksistensi anak, misalkan :

1. Menerima Order Telepon dari Pelanggan Direct Sales, lalu menuliskannya di dalam Nota Penjualan, terus menyerahkan Nota Penjualan tersebut kepada Crew yang bertugas di bagian Delivery Service.

Sedangkan Order dari Pelanggan Retail / Wholeseller diserahkan kepada Crew Armada, sesuai dengan cakupan wilayah dari Pelanggan tersebut.

2. Menghitung uang setoran dan mencocokkannya (cross check) dengan Rekapitulasi Penjualan Produk dari Crew Armada dan Crew Delivery Service

3. Melakukan Auditing atau proses cross check, yakni korelasi antara Penjualan Produk, Uang tunai yang diterima, Buku Stock, serta Stock Produk secara Fisik.

4. Setelah diajari membuat estimasi keperluan produk yang akan didistribusikan esok hari, anak diajari menelpon Pemasok untuk memesan produk yang harus dikirim Pemasok keesokan harinya.

5. Membukukan seluruh transaksi harian di dalam media Akuntansi yang sudah disediakan.

Setelah anak-anak selesai “praktek” mengelola bisnis, tiba saatnya saya harus memenuhi komitmen dan menuruti daftar panjang keinginan anak-anak… Rekreasi ke luar kota, ke Plaza dan Mall, makan di Resto, membeli perlengkapan sekolah yang baru, asesoris hobby anak, dll… !!

It’s okay… setidaknya anak-anak mulai mengenal dan memahami suatu hal paling fundamental, bahwa untuk menggapai suatu impian diperlukan “proses perjuangan”... he.. he.. he.. !!!

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

1 thought on “Mengajari anak berjiwa entrepreneur.”

  1. wow..
    asik sekali ya..bisa mengenalkan ke anak-anak…
    bisa bagi ide, simulasi untuk mengenalkan enterpreneur untuk anak desa nggak?

    tq bgt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s