Proses meraih impian (5).

Bunga Anggrek Ungu
Bunga Anggrek Ungu

Bisnis ke 6 dimulai pada tahun 1999, yakni mencoba berbisnis ikan air deras di Bogor.
Bisnis ini merupakan kerja sama dengan beberapa rekan kerja di perusahaan tempat berkarir.

Saya belajar mulai serius dalam mengelola bisnis, bahkan bertekad untuk menjadikan bisnis ini sebagai wahana pindah kuadran.
Sebagai pemicu adalah kondisi ekonomi Nasional yang sedang dilanda krisis moneter pada waktu itu, sehingga saya mulai menyiapkan wahana penghasilan alternatif, apabila perusahaan tempat kami bekerja mendadak kolaps kesulitan likuiditas.

Bisnis dikeloa bareng-bareng dengan kolega, namun kami kedodoran di semua aspek bisnis, karena nyaris tidak ada koordinasi di semua lini management dan saling lempar tanggung jawab.

Keputusan management selalu diambil “last minutes” dan kurang strategis, sehingga berdampak kurang bagus terhadap kinerja perusahaan.

Karut marutnya pengelolaan bisnis terjadi karena minimnya mindset wirausaha, maklum kami sudah terlalu lama berada di “comfort zone” karyawan.

Tidaklah heran apabila kami sulit melakukan koordinasi, karena kami sudah terbiasa memberi perintah kepada anak buah dan tidak mau diperintah oleh orang yang satu level… ha..ha..ha..ha..

Bisnis ikan air deras hanya berlangsung sekitar satu tahun, karena selalu mengalami kerugian dan kesulitan untuk menyatukan visi para pemegang saham didalam mengelola bisnis.

Pelajaran yang di dapat adalah :

  • Faktor genetika bibit ikan mutlak diperhatikan, agar pertumbuhannya sesuai dengan yang direncanakan.
  • Faktor komposisi (formula) bahan-bahan ransum makanan hewan sangat menentukan pertumbuhan hewan.
  • Pada bulan-bulan tertentu beberapa bahan yang dipakai sebagai ransum makanan sulit ditemui di pasar.
  • Modal kerja yang disiapkan untuk jangka waktu minimal 6 bulan, karena 4 bulan pertama adalah proses membesarkan ikan dan semakin lama ransum makanan yang dibutuhkan semakin banyak, berhubung ikan tumbuh semakin besar.
  • Harus mampu mendapatkan pasar yang dapat menampung produksi ikan secara kontinyu, karena kalau sistem penjualan borong di kolam ikan, hasilnya sangat minim dan cenderung rugi.
  • Diperlukan team work yang solid apabila berbisnis dengan rekan kolega sekantor. Ada kecenderungan berkompetisi satu sama lain, seperti ingin meraih jenjang karir yang diidamkan setiap karyawan dalam suatu perusahaan.

Sampai dengan ditutupnya bisnis ke 6 ini, saya belum menemukan “greget” dalam berbisnis.
Kelak saya baru merasakan “passion” wirausaha setelah mengelola bisnis ke 7, yakni tahun-tahun terakhir menjelang “resign” sebagai karyawan.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

2 thoughts on “Proses meraih impian (5).”

    1. @grosir baju murah,
      selamat pertamax ndaa… hahaha..
      well, intinya di masalah “mindset” dan siap menjalani “proses” bro..
      bila mindset & visi seimbang, bisnis barengan pasti solid.
      salam & jabat erat ndaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s