Proses meraih impian (10).

Salah satu aspek penting dalam pengelolaan bisnis adalah pemilihan mitra bisnis, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, agar bisnis yang dikelola dapat eksis dan berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Kriteria mitra bisnis yang ideal, tentunya berlandaskan pada karakter individu (untuk perorangan) dan budaya perusahaan (untuk korporasi).

Tidak mudah untuk mengetahui dalam waktu yang singkat tentang karakter individu ataupun budaya perusahaan yang dijadikan mitra bisnis, karena hal tersebut memerlukan waktu dalam proses kemitraan bisnis.

Poin penting dalam menentukan mitra bisnis adalah karakter individu ataupun budaya korporasi yang mengandung unsur : komitmen, tanggung jawab dan integritas.

Dua tahun sebelum resign, pengelolaan bisnis saya percayakan kepada kerabat, sekaligus merangkap sebagai mitra bisnis.
Kerabat tersebut saya jadikan mitra bisnis sebagai wujud apresiasi, karena sudah mengelola bisnis saya ketika saya masih berstatus karyawan.

Saya pilih kerabat tersebut karena sudah mengenal karakternya sejak dia kecil sampai dewasa, yang pada dasarnya memang jujur, pekerja keras, piawai menjual produk dan cerdas dalam bernegosiasi, sehingga saya mempercayainya untuk mengelola bisnis

Berangkat dari rasa 100% percaya inilah titik awal kesalahan strategi bisnis saya, ditambah saya sering melupakan salah satu fungsi management, yakni mengontrol seluruh aspek bisnis.

Hal ini nampak pada saat saya mengalami kepanikan dan gamang menghadapi kehidupan, saya justru semakin agresif dalam menciptakan bisnis-bisnis baru yang dianjurkan oleh kerabat saya, nyaris tanpa menguji kelayakan bisnisnya dan hanya percaya pada informasi kerabat saja.

Saya terobsesi membayangkan kesuksesan berbisnis, dan sering melupakan pakem keuangan yang notabene adalah bidang ketrampilan saya.
Saya belum memahami arti proses yang harus dilewati untuk menuju sukses, karena saya masih dalam koridor mindset karyawan yang aman, yang tidak mau repot mengurus risiko.
Dan yang lebih naif, saya ingin sukses secara instan, karena “merasa” sudah berjuang selama 25 tahun meniti karir sebagai karyawan.

Dampak kenaifan saya, dana investasi yang dikucurkan untuk merambah bisnis baru cukup signifikan, antara lain : pembuatan kandang beragam jenis ternak dan pembelian beragam jenis ternak (sapi perah, sapi potong, babi, itik, ayam kampung, kambing, dan bahkan… anak kuda… hahaha..)

Selain bisnis peternakan, bisnis perdagangan umum (jasa distribusi) juga dijalankan, antara lain sebagai agen produk ransum ternak, Starbio, kecap, beras, katul, agen LPG Pertamina dan Aqua Danone.

Saya juga melakukan investasi pembelian tanah yang tidak jelas status kepemilikannya. Hal ini saya lakukan karena tergiur harga yang miring, tanpa memikirkan apakah tanah tersebut bermanfaat untuk menopang laju tumbuh perusahaan.
Saya menipu diri sendiri seakan sudah sukses. Dan investasi tanah tersebut saya pakai sebagai lambang, seakan saya sudah menjadi wirausaha sukses.

Proses alamiah bisnis mulai menimpa saya, satu per satu bisnis mulai ditutup karena mengalami kerugian dan saya harus melakukan cut loss.
Berawal dari ditutupnya semua bisnis peternakan yang menyedot dana cukup banyak, lalu menyusul bisnis perdagangan yang kurang prospektif.

Tinggal bisnis jasa distribusi LPG Pertamina dan produk Aqua Danone dengan merk dagang AB yang masih dijalankan, inilah cikal bakal bisnis yang sampai saat ini masih saya kelola.

Bisnis jasa distribusi tersebut di atas diawali dengan melayani segmen rumah tangga (end user), dan menggunakan strategi delivery service, yakni pelanggan cukup telpon dan produk diantar sampai ke tempat pelanggan.

Pada waktu itu delivery service masih sesuatu yang baru bagi masyarakat Klaten, sehingga delivery service menjadi ikon life style baru masyarakat Klaten.
Mayoritas pelanggan puas karena kualitas pelayanan delivery service yang ciamik, sehingga jumlah pelanggan naik dengan pesat.

Untuk mengantisipasi pengembangan bisnis dan cakupan wilayah yang semakin luas, maka modal kerja bisnis ditambah dan melakukan investasi armada kendaraan bermotor jenis pick up dan light truck.

Akhirnya perusahaan dipercaya oleh Principal untuk menjadi strata Star Outlet (Sub Distributor) dan sejak itu bisnis langsung melesat, karena sudah diijinkan melayani dan mulai merambah segmen Whole Seller (toko besar, grosir) dan Retail (toko kecil, warung).

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s