Seluk beluk Agen Aqua (2).

Artikel berikut merupakan jawaban atas pertanyaan senada dari beberapa pembaca blog yang dikirim via email, sekalian sharing pribadi ketika mengambil keputusan untuk melakoni kehidupan sebagai wirausaha.

Pertanyaan :

  • Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi Agen Aqua ?
  • Bagaimana prosedur permohonan menjadi Agen Aqua ?
  • Berapa modal awal (uang tunai) yang harus disiapkan ?
  • Bagaimana cara dan solusi untuk memulai bisnis Agen Aqua dengan modal yang terbatas ?

Jawaban :
Hal fundamental pribadi / syarat yang harus dimiliki / modal awal ketika akan memulai suatu bisnis :

  • Mengoptimalkan modal utama pribadi (malah sering terlupakan nih.. !!) yang luar biasa hebat, yakni akal dan pikiran sehat yang dimiliki
  • Niat yang kuat, bahwa dengan berbisnis dapat dicapai kesejahteraan hidup yang diimpikan
  • Yakin bahwa bisnis yang dikelola akan sukses dan bermanfaat bagi masyarakat
  • Bersedia menjalani proses panjang dan belajar, sebagai konsekuensi memilih profesi wirausaha
  • Bersiap diri untuk berani menerima dan mengelola risiko bisnis yang akan terjadi, yakni risiko bisnis yang terukur.

Apabila persyaratan fundamental pribadi tersebut di atas sudah dipahami, maka 4 butir pertanyaan di alinea awal dapat dijawab sendiri dengan mudah… apapun jenis bisnisnya, bahkan tidak terbatas pada bisnis Agen Aqua saja.

Sebagai ilustrasi, untuk persyaratan dan prosedur menjadi Agen Aqua dapat menghubungi (via telpon, email ataupun mendatangi) Kantor Pusat PT Tirta Investama (TIV) melalui layanan Aqua Menyapa, Depo PT TIV atau Distributor Aqua Danone terdekat.

Alamat dan nomor telpon Kantor Pusat dan Depo PT TIV terdapat di artikel Informasi Lengkap Agen Aqua Danone.

Modal awal (uang tunai) yang diperlukan dan harus disiapkan untuk memulai bisnis, dapat dihitung setelah memperoleh informasi umum tentang keagenan dan harga produk Aqua Danone dari Depo PT TIV ataupun dari Distributor Aqua terdekat.

Setelah informasi didapatkan, kemudian dihitung modal kerja yang diperlukan, yakni disesuaikan dengan persyaratan strata keagenan yang diinginkan dan modal kerja yang dimiliki.
Perlu dipahami, bahwa setiap strata keagenan mempunyai tingkat hasil dan risiko yang berbeda-beda.

Sedangkan solusi keterbatasan modal kerja dapat diatasi dengan beragam cara, antara lain pinjaman/dana tunai dari : keluarga dekat, sahabat, koperasi, investor, institusi perbankan, pegadaian, ventura, program CSR perusahaan BUMN / korporasi besar, dll.
Seluk beluk tentang pendanaan modal kerja sebagai alat daya ungkit bisnis akan disajikan dalam artikel tersendiri.

Sharing :
Mengelola bisnis tidak mudah dan memerlukan keseriusan dan ketrampilan dari (calon) wirausaha.
Disarankan untuk segera action (memulai) bisnis dalam skala kecil, sehingga risiko bisnis dapat diminimalisir dan terukur.

Kemudian tetapkan waktu yang tepat untuk alih profesi (2, 3, 5, 7, 8 atau 10 tahun kemudian) atau pada saat memasuki usia tertentu (33, 35, 38, 40 tahun), yakni untuk resign sebagai karyawan dan pindah kuadran sebagai full wirausaha.

Kurun waktu selama menanti saat resign, digunakan untuk investasi waktu, yakni belajar mengelola bisnis (saran: dijalankan setelah jam kerja kantor) dan mengasah mindset wirausaha dengan serius.

Hambatan utama saat menjalani investasi waktu belajar bisnis adalah diri sendiri, karena kelak ada seabreg alasan sebagai excuse (pembenaran diri)… entah itu alasan karena :  lelah setelah seharian bekerja, harus mengurus rumah tangga dan anak-anak, sering menjalani jam lembur di kantor, sering bertugas ke luar kota ;

Atau selalu menunda action dengan dalih : nanti kalau anak-anak sudah besar, nanti kalau sudah mempunyai modal (uang), nanti kalau sedang cuti besar, nanti kalau sudah pensiun (lho.. ?? setelah memasuki usia pensiun malah kerja keras lagi membangun bisnis.. ??) dll.. dll..

Memang tidak gampang untuk mendobrak mental block diri sendiri, terlebih bagi karyawan yang sudah mempunyai masa kerja puluhan tahun, ataupun yang sudah menduduki level managerial, karena sudah dan sedang menikmati fase comfort zone (kondisi aman dan nyaman) karyawan.

Last but not least… Berbisnis bukan sekedar wacana, keinginan belaka ataupun usaha sampingan, namun bisnis memerlukan : kerja keras dan cerdas, perjuangan, keuletan, kesabaran, pantang menyerah, serta… mental dan stamina yang prima.
Semoga menginspirasi dan salam wirausaha.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

16 thoughts on “Seluk beluk Agen Aqua (2).”

  1. Thanks Pak Bam’s Bermanfaat skali untuk sya,karna sya masih muda tolong ajari sya pak detail untuk memulainya?
    Bila bapak punya waktu.

  2. saya mau tanya berapa modal awal yang harus kita siapkan untuk jadi agen aqua, lalu saya harus menemui saudara/bpk/ibu siapa & dimana saya harus menemui beliau,sebab saya mau memulai jadi agen kecil-kecilan didaerah
    tolong jawabanya via email saja pak biar lebih mudah

    pratama74@ymail.com

    trima kasih
    S.Riadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s