Sisi positif profesi karyawan.

Perjalanan panjang selama 26 tahun (1976-2002) sebagai karyawan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi nilai tambah dari profesi wirausaha yang saat ini saya jalani.
Selama menjalani profesi sebagai karyawan, saya belajar banyak tentang Sistem dan Prosedur pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien, terlebih yang berkaitan dengan : Marketing, Operasional, Finansial dan SDM.

Sungguh anugerah yang luar biasa, saya diberi kesempatan untuk meniti karir sebagai karyawan di beberapa perusahaan yang berbeda jenis usahanya, yang ujung-ujungnya semakin menambah tajam insting suatu peluang bisnis, yakni apakah bisnis tersebut layak dijadikan sebagai wahana pengembangan bisnis berikutnya.

Paling tidak saya diberi kemudahan untuk memberi masukan kepada rekan-rekan komunitas yang ingin berbisnis di bidang yang pernah saya jalani sebagai karyawan, yakni sebagai auditor di kantor Akuntan Publik, konsultan pajak, perusahaan jasa konstruksi, pabrik peleburan baja, perusahaan leasing, kantor lembaga keuangan non bank, perusahaan agrobisnis, perusahaan trading, welding workshop dan perusahaan transportasi.

Pengalaman profesi karyawan yang paling berkesan adalah saat berkarya di kantor Akuntan Publik, karena perusahaan client yang diaudit terdiri atas beragam jenis bidang usaha, antara lain : jasa konstruksi, perbankan, apotik, jasa sertifikasi kelaikan kapal laut, pabrik gula, pabrik textile, pabrik dinamit, pabrik sakarine, pabrik karung, pabrik plywood, produksi aspal, pabrikasi aluminium, logging industry, jasa ekspor impor, jasa container, taxi, perkebunan, perusahaan penerbangan, asuransi jiwa & kerugian, hotel, catering, travel biro, dll… dll..

Profesi saya sebagai auditor selama menjalankan proses audit memungkinkan untuk memperoleh informasi teknis dan non teknis bidang usaha client yang sedang diaudit, sehingga poin-poin penting yang menjadi intisari suatu bidang usaha menjadi ”knowledge assets” yang luar biasa prima bagi saya.

Selama menjadi karyawan, saya belajar banyak tentang etika berbisnis, menghormati “stake holders”, menjalin network/lobby, selalu kritis setiap menghadapi problema bisnis, memahami team work, berbagai kiat menembus pasar, menentukan harga jual, membuat bisnis plan, menciptakan budaya perusahaan yang bermartabat, yah… all about biz !!

Dan puncak dari perjalanan panjang sebagai karyawan adalah mengusung falsafah “memberi dan melayani” dalam menjalankan bisnis yang dikelola, serta sebagai pakem dalam menjalani kehidupan.
Tersebut diatas merupakan aktualisasi pengabdian sebagai manusia, yang selalu ingin menularkan spirit entrepreneurship kepada siapa saja yang berminat, tanpa membedakan status apakah masih berprofesi sebagai karyawan, ataupun sebagai Amphibi (karyawan merangkap wirausaha).

Saya bersyukur kepada Allah atas anugerah perjalanan panjang menjadi karyawan. Semoga Allah selalu memberikan kesempatan kepada saya untuk menebarkan rahmat dengan hati yang ikhlas. Amin.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

10 thoughts on “Sisi positif profesi karyawan.”

  1. Wah , perjalanan yang cukup panjang untuk menjadi orang bayaran ya Pak …. sama seperti saya , sudah lebih dari 15 thn menjadi orang bayaran….so sharing sampean , menambah semangat saya untuk mencoba tidak sepenuhnya jadi orang bayaran terus …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s