Memulai bisnis dari skala kecil (2).

Langkah berikutnya setelah menyiapkan mental pribadi, tiba saatnya untuk action memulai bisnis dari skala kecil.
Mengapa memulai bisnis dari skala kecil, meskipun anda mempunyai dana modal kerja yang cukup besar ?

Ada beberapa hal yang perlu dipahami, khususnya bagi yang baru pertama kali terjun ke dunia bisnis :
Banyak aspek bisnis yang bertolak belakang dengan aspek kekaryawanan, terlebih pada sisi tanggung jawab dan risiko.
Cakupan ketrampilan management beberapa bidang yang harus dipahami (marketing, operasional, finansial dan SDM)
Memiliki karakter leadership dan seabreg kriteria lainnya yang harus dilatih dan dipahami.

Dengan memulai dari skala kecil, apabila terjadi risiko bisnis (baca : kerugian, kegagalan) dapat “terukur”, yakni sebesar modal kerja berupa uang (misal Rp 1.000.000,-) yang diinvestasikan dalam perusahaan.

Pilihlah bidang bisnis yang berkaitan dengan kesenangan / hobi anda, sehingga hati selalu senang dan selalu semangat ketika menjalankan bisnis, karena pada saat menjalankan bisnis akan mengalami hambatan yang berbeda-beda.

Beberapa hambatan yang sering dialami pada fase start up antara lain :

Marketing :
Meningkatkan jumlah penjualan produk/jasa, menambah jumlah pelanggan loyal, menghadapi complain pelanggan, dll

Operasional :
Mengatur jumlah stock/persediaan produk pada titik yang ekonomis, mengatur pasokan produk dari vendor agar tepat waktu dan kontinyu, mengatur skejul pengiriman produk/jasa kepada pelanggan, dll.

Finansial :
Menjaga arus kas selalu positif, menjaga komitmen pembayaran tepat waktu kepada vendor, mengelola biaya operasional agar efisien, menjalin network dan mampu mendapatkan sumber pembiayaan modal kerja yang ekonomis.

SDM :
SDM merupakan problem pelik dalam mengelola bisnis, karena yang dihadapi adalah manusia dengan aneka karakternya, sehingga solusinyapun kasus per kasus.

Semoga anda akan arif dan bijak dalam menyelesaikan masalah SDM, karena problem tersebut bisa jadi seperti yang anda alami saat ini sebagai karyawan (gaji kecil dan tidak naik-naik, bosan dengan rutinas tugas kantor,  karir mentok, harus lembur di hari libur, dll)

Well.. setiap hambatan bisnis pasti ada solusinya, jadi mulailah belajar segala hal dalam proses bisnis ini, terlebih dalam hal mengelola waktu dengan efisien dan efektif, karena anda berprofesi ganda sebagai karyawan dan wirausaha.

Tentukan waktu definitif saat anda ingin resign sebagai karyawan dan full sebagai wirausaha (misal : 3-5 tahun lagi dari tahun 2011, atau pada saat anda berusia 35-38 tahun)
Mulai membangun network / jejaring dengan lingkungan bisnis (misal : pemasok produk / jasa, pengusaha di lingkungan anda, asosiasi bisnis, komunitas bisnis, dll)

Saran saya, berhentilah sejenak pada saat kerugian bisnis sudah mencapai Rp 1.000.000,- kemudian dibuat analisa penyebab kerugian bisnis yang utama.
Jangan sungkan untuk minta pendapat/advis (sebagai second opinion) dari rekan/famili yang berprofesi wirausaha atas kerugian yang dialami.

Setelah memahami penyebab kerugian/kegagalan bisnis pertama dan mengetahui solusinya, bersiaplah untuk memulai bisnis kedua.
Bisnis kedua masih dengan modal kerja yang minimalis, misal Rp 1.000.000,- dan di bidang yang sama dengan bisnis yang pertama (kecuali kalau bidang bisnis pertama tersebut memang tidak layak lagi untuk dilanjutkan)

Perbedaanya adalah, bisnis kedua akan dikelola dengan ketrampilan bisnis anda yang lebih ciamik, karena anda sudah lulus melewati ujian pertama sebagai wirausaha, yakni sudah berani “action” (bukan wacana lagi.. hehehe..) dan berani “mengambil risiko bisnis” yang terukur (mengalami kerugian), serta “bangkit lagi” dari keterpurukan (memulai bisnis kedua).

Pada titik ini anda sudah pada posisi “on the right track” sebagai wirausaha, yakni “proses bangkit lagi” setelah mengalami kegagalan bisnis.
Selamat datang di dunia wirausaha sejati… See you at the top… !!!

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

4 thoughts on “Memulai bisnis dari skala kecil (2).”

    1. @Tasya Souvenir Pernikahan,
      Betul bro.. selalu ada “ujian” untuk kenaikan kelas (sampeyan sdh mengalami to ?? hehehe…).
      Anyway.. nuwun supportnya (kapan copy darat ?? call me…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s