Jejak langkah anak guru (3).

Ayah Ibu tercinta
Dalam kenangan : Ayah (1925-1992) Ibu (1929-2001)

Setelah lulus bangku SMA (tahun 1975), aku mendaftar fakultas Ekonomi di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.
Pada peristiwa inilah aku dihadapkan pada realitas kehidupan yang pahit, meskipun aku lolos dari tes masuk tertulis, namun terganjal pada tahap test wawancara tentang besaran ‘Sumbangan’ (Uang Gedung, Dana Pendidikan, dll), yang kujawab NOL rupiah, sehingga pada saat pengumuman : aku ‘gagal’ diterima sebagai calon mahasiswa UGM.. hikss..

Pada saat akan menjalani test wawancara, aku dihadapkan pada dilema, antara impian menjadi mahasiswa fakultas Ekonomi UGM dan realitas kondisi finansial ortu yang sedang karut marut.

Aku cukup tahu diri, mengingat besarnya biaya pendidikan selama kuliah, sehingga memutuskan tidak melanjutkan proses pendaftaran ke jenjang Universitas, karena pada tahun-tahun tersebut ekonomi ortu sedang terpuruk, yang sebagian besar digunakan untuk membantu biaya hidup anak pertama yang sedang tugas belajar sebagai Pilot (maskapai Garuda Indonesia) di Oxford, England ; lalu membiayai anak kedua yang sedang kuliah di Jakarta ; kemudian anak keempat yang sedang studi SMA di Yogya ; lalu anak kelima sedang studi SMA di Solo ; serta anak keenam yang sedang studi SMP di Klaten.

Pada waktu itu aku benar-benar frustasi, rasa hati campur aduk, antara rasa marah, benci dan kesal.. namun sekaligus merasa iba dan kasihan kepada ortu.
Sering aku ‘nelangsa’, karena ‘merasa dibedakan’ oleh ortu dalam mengenyam pendidikan. Tetapi di sisi lain aku dapat ‘memahami’ kondisi ekonomi ortu yang sedang terpuruk dan banyak pinjaman untuk menambal cash flow biaya tetap keluarga yang menjadi beban ortu.

Ketika mengalami frustasi tersebut di atas, aku ‘protes’ kepada ortu atas ‘perbedaan perlakuan’ yang kurasakan.
Namun dengan bijak ayah mengajak diriku untuk berdialog, kemudian memaparkan kondisi finansial keluarga saat itu. Ayah memperlihatkan slip gaji kedua ortu sebagai guru PNS plus hasil lainnya sebagai sumber dana, serta mempaparkan pengeluaran tetap keluarga setiap bulannya.

Suatu gebrakan luar biasa dari ayah, yang sebelumnya tidak pernah menginformasikan kepada anak tentang keuangan keluarga secara rinci dan sistematis. Suatu hal yang ‘tabu’ dan jarang dilakukan oleh orang tua pada umumnya, karena berkaitan dengan ‘uang’.. hehehe..

Aku tercekat melihat paparan angka-angka tersebut, betapa pengeluaran keluarga ‘lebih besar’ dari total penghasilan kedua ortu. Yang lebih mengharukan lagi, ayah berencana menambah pinjaman apabila aku ingin melanjutkan studi di Universitas. Oh my God… you are a real father… !!!

Peristiwa ini sangat membekas di hati dan sekaligus menginspirasi, peristiwa yang kelak membuka wawasanku betapa pentingnya :

  • Pemahaman fundamental finansial, yakni keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran uang.
  • Mengajari anak bagaimana mengelola keuangan pribadi, ilmu pengetahuan yang akan dipakai seumur hidup, namun nyaris tidak diajarkan di sekolah umum.
  • Mengelola keuangan rumah tangga secara terbuka, baik kepada isteri maupun anak-anak, sehingga apabila ada hal-hal di luar anggaran keuangan yang telah ditetapkan dan terdapat ‘perbedaan persepsi’, dapat diselesaikan dengan musyawarah, bersama semua anak dan isteri.

Aku menyesal telah ‘protes’ kepada ortu dan berjanji pada diri sendiri tidak akan merepotkan ortu lagi. Aku ingin membuktikan kepada ortu, bahwa aku bisa dan mampu menjadi ‘manusia ‘mandiri’, seperti yang telah diajarkan oleh kedua ortu.

Benarlah apa yang dikatakan oleh orang bijak, bahwa “kita baru dapat menghargai dan menghormati orang tua, setelah kita menjadi orang tua”

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s