Jejak langkah anak guru (7).

Seiring meningkatnya karir di Kantor Akuntan Publik, aku sering mengalami hambatan dalam mengatur waktu apabila dalam waktu yang bersamaan semuanya “penting”.

Profesi auditor harus “siap” setiap saat untuk ditugaskan mengaudit perusahaan client yang berlokasi di luar kota Jakarta, bahkan sering di luar pulau Jawa.

Sementara itu, aku sebagai mahasiswa harus mengikuti Ujian Semester untuk menyelesaikan program mata kuliah yang sudah dipilih.

Keputusan harus diambil karena berkaitan dengan komitmen, meskipun merupakan dilema, dan biasanya aku lebih mengutamakan tugas sebagai Auditor, dengan pertimbangan sebagai berikut :

  • Semakin sering menjalankan tugas audit ke luar kota, karir dan pengalaman kerja akan meningkat cepat, di samping juga akan meningkatkan penghasilan (dari tunjangan perjalanan dinas yang diterima), sehingga cashflow pribadi membaik.
  • Risiko masa studi yang lebih lama (karena tidak mengikuti ujian Semester), sudah diantisipasi dengan jaminan pembayaran SPP Kuliah sampai selesai dari Boss.. hehehe..

Last but not least... masa kuliah di Akademi Akuntansi yang seharusnya dapat diselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun, terpaksa molor dan baru diselesaikan dalam jangka waktu 5 tahun.
Faktor utama molornya masa studi adalah aku sering bertugas mengaudit keluar kota, sehingga sering tidak mengikuti ujian semester.

Selama kuliah di Akademi Akuntansi nyaris tidak menemui hambatan dalam belajar (kecuali hambatan pembayaran SPP di awal tahun akademi), karena bidang kuliah yang dipilih selaras dengan profesi di Kantor Akuntan Publik.

Bahkan pada saat proses penyusunan skripsi (mengambil topik mata kuliah Auditing) sampai dengan ujian akhir (pendadaran) berlangsung dengan cepat, karena tugas utamaku sebagai Auditor antara lain : menyiapkan Audit Report dan melakukan beberapa prosedur Audit, yakni Review Pengendalian Intern, Observasi Sistem dan Prosedur, Interview di perusahaan Client.. hahahaha…

Impian mengembangkan karir di Jakarta dan studi di Perguruan Tinggi dengan biaya sendiri sudah dapat digapai, kemudian menetapkan impian untuk dapat bekerja di Luar Negeri, yang akan dirangkum di artikel berikutnya.

Kehidupan lebih bermakna dan berwarna apabila diisi dengan prosesi impian satu yang dilanjut dengan impian berikutnya, bagaimana dengan anda ??

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s