Jejak langkah anak guru (9).

Bams 1984 - Old Riyadh, Saudi Arabaia
Bams 1984 - Old Riyadh, Saudi Arabia

Meskipun berkarya di Kantor Akuntan Publik penuh variasi dan menyenangkan, namun jiwa mudaku ingin lebih berwarna dan lebih sejahtera (sudah bosan dengan kondisi hidup prihatin yang setia menemani lebih dari 6 tahun… hehehe…)

Pucuk dicinta ulam tiba… ketika medio 1983 aku mendapat tugas mengaudit Perusahaan Konsorsium Kontraktor Indonesia, yang saat itu sedang mengerjakan beberapa proyek di Saudi Arabia.

Pada akhir tahun 1983, salah satu Direktur Perusahaan Konsorsium Kontraktor menawari untuk berkarir di proyek Saudi Arabia, dengan tugas utama adalah membenahi Administrasi Proyek, karena Proyek mengalami keterlambatan progres.

Kesempatan ciamik dan penuh tantangan, yakni berkarir di Luar Negeri dengan imbal jasa dalam mata uang Riyal dan Dollar yang signifikan.. sayang kalau dilewatkan, so… aku menerima tawaran tersebut dengan suka cita.

Bulan Januari 1984, tiba saatnya mengajukan surat pengunduran diri (resign) dari Kantor Akuntan Publik, berat rasanya meninggalkan Kantor yang sudah mendidik diriku selama 6 tahun, namun hasrat untuk kehidupan lebih baik yang membuatku tetap tegar dalam kondisi melankolis ini.

Bulan Februari 1984 meninggalkan Jakarta, terbang tinggi menuju Riyadh, Saudi Arabia, untuk memulai karir baru di perusahaan Konsorsium Kontraktor Indonesia.

Setelah terbang non stop sekitar 10 jam, tiba di Riyadh disambut dengan udara dingin yang kering. Badan panas dingin plus hidung mimisan, badan tidak fit akibat jet lag.

Aku ditugaskan di Proyek KAMA (King Abdul Azis Military Academy) dengan jabatan Liaison Representative Controller. Ruang lingkup pekerjaan mencakup pengendalian finansial terhadap progress Proyek secara keseluruhan.

Adaptasi kehidupan baru yang cukup menguras energi plus emosi jiwa, karena perbedaan budaya Timur Tengah dan Indonesia.

Faktor yang paling mendominasi gejolak emosi adalah : aku sedang jatuh cinta dengan seorang gadis Klaten ketika meninggalkan Jakarta.
Dan ternyata cinta dapat “merubah impian” (berkarir di Luar Negeri dan keliling dunia) yang sudah ditetapkan… hahaha…

Selama di Riyadh aku berkenalan dengan sosok Suradi, rekan kerja sekaligus sebagai sahabat karib, dan kelak (tahun 2003) aku dan Suradi mendirikan perusahaan PT Classy Tent di Bekasi.
PT Classy Tent bergerak di bidang penyewaan tenda dekorasi plus asesorisnya untuk menggelar berbagai event, baik Indoor maupun Outdoor.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

1 thought on “Jejak langkah anak guru (9).”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s