Aneka hambatan Agen Aqua.

Sharing berikut ditujukan kepada Karyawan yang ingin alih profesi menjadi wirausaha dan memilih Agen Aqua sebagai langkah awal memulai bisnisnya.

Sebagaimana dipaparkan oleh para wirausaha sejati, bisnis merupakan proses belajar seumur hidup dan siap melalui tahapan (Mikro, Kecil, Menengah, Korporasi, dst) yang harus dijalani.

Apabila diilustrasikan dengan angka Penjualan/Omzet, bisnis dimulai dari Omzet nihil (nol), bergerak menuju ke angka Penjualan yang tidak terbatas. Semua pencapaian bisnis tergantung dari ketrampilan kita sendiri dalam mengelola bisnis tersebut.

Ketrampilan secara otomatis akan diperoleh apabila kita bersedia melalui tahapan bisnis, menikmati alurnya dan menyelesaikan ujian, yang notabene tidak nyaman di hati.

Pada umumnya ujian tersebut berupa hambatan dalam bidang : Marketing, Operasional, Finansial dan SDM.

Siklus hambatan tersebut di atas dialami pada pada setiap tahapan bisnis, yang membedakan adalah skala cakupan dan tingkat kerumitan / kompleksitas hambatan dalam menyelesaikannya.

Sebagai ilustrasi :

Bidang Marketing : Bagaimana menjual produk agar laku di pasar, segmentasi Pelanggan yang akan dilayani, Advertising/Branding, menghadapi persaingan, menetapkan strategi penjualan, mendapatkan pelanggan loyal, mengelola keluhan Pelanggan, dll.

Bidang Operasional : Menjaga pasokan produk agar selalu tersedia, mengatur skejul armada pengiriman kepada Pelanggan (agar tepat waktu), menjaga stok produk pada titik ekonomis, mengatur skejul pasokan produk dari Pabrik / Distributor / Depo, pengaturan letak barang di gudang (agar memudahkan bongkar muat), dll.

Bidang Finansial : mengelola cashflow agar selalu positf, mencari pendanaan apabila bisnis memerlukan suntikan modal kerja, menetapkan kebijakan penjualan kredit, memastikan semua kewajiban finansial dipenuhi pada waktunya, merancang semua strategi finansial agar perusahaan dapat survive dan berkembang, dll.

Bidang SDM : Melakukan rekrutmen dan menetapkan standar penggajian (yang tidak melanggar Regulasi Pemerintah), pembinaan dan memotivasi karyawan, mengatasi kenakalan karyawan, mem-PHK karyawan (apabila memang “harus” dilakukan), dll.

Seiring dengan niat anda untuk alih profesi menjadi wirausaha, anda akan “tersenyum kecut” ketika mengalami hambatan SDM, karena anda akan menemukan potret diri sendiri ketika menjadi karyawan… hahaha…

Well... menjadi Wirausaha memang lebih repot apabila dibandingkan dengan menjadi Karyawan, namun kita akan menemukan kebebasan jiwa yang tidak ternilai harganya, sepadan dengan tingkat pengorbanan yang sudah dilakukan.

Semoga menginspirasi para pembaca blog. Salam wirausaha Indonesia.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s