Hambatan psikologis.

Membaca kolom Parodi tulisan Samuel Mulia di harian Kompas, tanggal 11 Desember 2011 (mengupas tentang karakter berdikari setelah menjadi pengusaha), serasa melihat potret diri ketika alih profesi dari Karyawan menjadi Pengusaha di tahun 2001.

Sejujurnya memang ada rasa takut, tetapi saya yakin akan kualitas kehidupan yang lebih baik dengan menjadi Pengusaha. Sesuatu yang yang tidak dapat dijabarkan dengan logika, namun dapat dirasakan dengan hati.

Penulis (Samuel Mulia) menceritakan pengalamannya saat alih profesi dari Karyawan menjadi Pengusaha, secara garis besar dapat diikhtisarkan sebagai berikut :

  • Penulis mengawali dengan sebuah pertanyaan : Mengapa tidak mau mempunyai usaha sendiri ?? Dan penulis mendapat jawaban : Tidak memiliki modal, tidak tahu bagaimana mendapatkan modal, takut usaha gagal total alias bangkrut.
  • Pertanyaan tersebut ditujukan kepada sahabat penulis, yang notabene Profesional mempunyai jam terbang tinggi sebagai Marketing Manager Bank, Investment Banking dan Perusahaan Jasa.
  • Pergolakan hati antara kemapanan dan kebebasan dalam berkarya. Meskipun hidup nyaman dan aman sebagai Karyawan, namun hidupnya bergantung pada Perusahaan. Penulis tidak dapat menemukan kelemahan diri secara mendalam, serta tidak dapat mengekpresikan jiwanya secara bebas dalam berkarya.
  • Keinginan berbagi pengalaman, bahwa ketika keluar dari Perusahaan dapat mengekplorasi kemampuan yang dimiliki dalam menggulangi naik turunnya denyut usaha, serta menemukan sedalam apa kelemahan bisnisnya. Sesuatu yang diaktualisasikan dalam jiwa kepemimpinan yang hebat.
  • Memiliki usaha sendiri identik dengan mengenal diri sendiri lebih dalam, sesuatu yang tidak diperoleh ketika bekerja ikut orang lain, karena waktu yang dimiliki digunakan untuk keperluan Perusahaan.
  • Berbisnis mempunyai sejuta kesempatan dalam segala hal, dari kesempatan menjadi takut sampai peluang yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Ketakutan merupakan sebuah kesempatan untuk berpikir keras bagaimana mengatasinya.
  • Merasakan ketakutan akan menghasilkan kreativitas, memajukan usaha sendiri dari melihat perkembangannya, serta menemukan sisi lain diri sendiri, yang sebelumnya tidak ada dalam kehidupannya.

Saya terkesan dengan paragraf terakhir penulis :

“Saya hanya berpikir, kalau anda bisa ‘disiksa’ orang lain dan anda tak merasa apa-apa atau anda merasa apa-apa tetapi tetap bertahan. Mengapa tak anda lakukan untuk usaha anda sendiri ?? Menyiksa diri sendiri untuk usaha sendiri.”

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

2 thoughts on “Hambatan psikologis.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s