Terima kasih sahabat.

Seperti biasanya, pagi ini bangun tidur dengan senyum penuh syukur kepada Allah, atas semua berkah yang selalu diberikanNya. Terlebih pada hari ini, 23 Desember 2011, di saat kehidupanku genap 55 tahun, usia harus pensiun apabila aku masih berprofesi sebagai karyawan.

Kehidupanku menjadi beda, ketika aku justru memilih resign sebagai karyawan dan alih profesi menjadi wirausaha di tahun 2001 (saat masih berumur 45 tahun).

Ketika memilih dan memulai alur kehidupan lain, selalu ada dua hal yang saling bertentangan, yakni peluang dan risiko.

Peluang untuk menggapai kehidupan yang lebih baik dan risiko “proses” yang harus dijalani untuk meraih impian kehidupan yang lebih baik tersebut.

Risiko yang dialami pada saat resign, antara lain :

  • Tidak lagi mendapat gaji, tunjangan-tunjangan plus fasilitas lainnya yang aduhai.
  • Tidak berhak mendapatkan uang pensiun, karena belum mencapai kriteria minimal usia pensiun dini.
  • Bisnis masih pada tahap start up, belum mencukupi untuk menopang keperluan rumah tangga.
  • Merasa tidak nyaman di hati, karena sering “merasa” takut gagal berbisnis dan “merasa” cemas memikirkan kehidupan keluarga selanjutnya. Kelak semua rasa takut dan cemas tersebut justru menjadi alat pacu untuk berbisnis dengan kreatif. Dan sesungguhnya kami hanya “takut” pada turunnya “gaya hidup” (sudah hidup enak plus nyaman kok malah memilih hidup berjuang plus susah… hehehe…)

Sedangkan peluang yang didapat, antara lain :

  • Meraih kebebasan jiwa dalam mengaktualisasikan potensi pribadi.
  • Mempunyai kendali waktu, sehingga dapat mengatur semua aktivitas kehidupan tanpa beban.
  • Berani mencoba hal-hal baru (terkadang di luar pakem management yang lazim), agar bisnis yang dikelola dapat tumbuh kembang. Menyitir bahasa gaul anak sekarang : …pokoknya gue bangetts... hehehe…
  • Dalam dua tahun terakhir ini dapat menikmati semi pensiun. Operasional bisnis sudah dikelola istri dan karyawan. Aku hanya menetapkan kebijakan dan strategi bisnis perusahaan saja.
  • Aktivitas harian hanya melakukan hal yang disenangi saja : nonton film, blogging, sharing bisnis dengan wirausaha muda, belajar bisnis online, dan main game... hehehehe…

Last but not least... terima kasih kepada sahabat dan kerabat, yang telah mendoakan dan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada diriku… matur nuwun… thousand thank you..

Salam hangat dan jabat erat dari Yogyakarta.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s