Mengasah “kata hati”

Sebagai wirausaha, kita sering dihadapkan pada situasi dilematis dalam mengambil keputusan, terlebih yang berkaitan dengan SDM.

Satu sisi, keputusan harus diambil berdasarkan pengukuran kinerja yang obyektif dan terukur.

Sisi yang lain, keputusan memerlukan pertimbangan khusus, misal : Loyalitas Karyawan lama dan Karyawan yang sudah berjuang maksimal namun tidak mencapai standar kinerja yang ditetapkan (akibat situasi pasar yang sedang lesu, persaingan ketat di pasar, talenta yang dimiliki tidak sehebat temannya, dll).

Wirausaha seyogyanya dapat mengambil keputusan obyektif, berdasarkan kombinasi antara kinerja faktual yang terukur dan faktor “politis” yang berasal dari “kata hati” (wisdom, kebijakan).

Keputusan strategis yang berkaitan dengan SDM dilandasi dengan unsur kata hati, agar selaras dengan kehidupan (human being).

Keputusan yang diambil bukan hanya sekedar hitungan matematis, yang biasanya diukur dari : produktivitas plus kinerja Karyawan dalam mewujudkan perputaran uang (Cashflow) kepada Perusahaan.

Well… mengasah dan mengembangkan kata hati dimulai dari tanggung jawab.

Tingkat tanggung jawabnya tidak sebatas konsekuensi yang terlihat saja, tetapi lebih kepada intensi hati nurani dan moral yang tepat untuk kebaikan diri dan masyarakat luas.

Intinya mematuhi aturan dan mengikuti etika yang lazim dalam masyarakat. Kepatuhan pada pakem ini memudahkan seseorang untuk membangun pagar yang jelas antara baik dan buruk.

Apabila karakter tanggung jawab sudah mengakar di hati, otomatis akan terbentuk karakter “baik” lainnya : integritas, trust, kreativitas, fokus, kecepatan, serta fleksibilitas.

Ketika wirausaha mengelola bisnisnya dengan tanggung jawab dan menggunakan kata hati, pastinya Karyawan memiliki loyalitas dan otomatis mempunyai komitmen pada diri sendiri untuk menjadi yang terbaik.

Karakter wirausaha sejati tercermin kala berhasil mengubah “rongsokan menjadi emas” atas semua elemen bisnis yang “disentuh”nya.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

2 thoughts on “Mengasah “kata hati””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s