Tidak ada jalan pintas

BTS Tower

Di era informasi ini akses Internet begitu mudah, sehingga kita mengalami banjir informasi. Pengetahuan apapun dapat diperoleh dengan mudah dan murah.

Tiba-tiba kita ‘merasa’ jadi ‘lebih pintar dan tahu segala hal’ dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.
Banyak ilmu pengetahuan yang tadinya tidak populer, tiba-tiba menjadi populer dan digemari masyarakat.

Hal ini terjadi karena di-blow up dengan frekuensi informasi yang bertubi-tubi melalui Media Sosial (Facebook, Twitter, Pinterest), Blog, Televisi, Youtube, Ebook, Buku Populer (cetak), dan lain-lain.

Jaman sekarang ‘orang biasa’ bisa menjadi sangat populer dan fenomenal berkat menguasai ‘informasi’ tertentu layaknya seorang pakar atau profesional.

Hal ini bisa terjadi karena ‘orang biasa’ tersebut ‘berani’ menginvestasikan waktu untuk mempelajari dan memilah banjir informasi dari Internet.
Kemudian membuat analisis dan meringkasnya menjadi suatu ‘konten’ yang ‘bisa dijual’ kepada masyarakat yang memerlukannya.

Kita sudah berada di era setiap harinya bermunculan ‘ahli-ahli’ baru. Sesuatu yang tidak bisa dihindari ataupun ditolak eksistensinya. Dalam sekejap, ‘orang biasa’ bisa memproklamasikan diri menjadi ‘orang yang ahli’.

Dalam era Internet ini, bias ilmu individu ‘tidak diuji’ lagi oleh penggunanya. Semua itu bisa ‘dikemas’ dalam ‘personal branding’ yang canggih, melalui semua media informasi yang tersedia di Internet, yang begitu mudah, murah dan efektif.

Pertanyaannya adalah “Benarkah kita tidak perlu lagi ‘mengembangkan’ keahlian yang mendalam ?“

Well, sesungguhnya untuk menjadi ‘ahli’ diperlukan kerja keras dan cerdas, praktek secara intensif dan berkelanjutan, disiplin dan konsisten, serta dilandasi karakter dan passion yang kuat. Keahlian didapat dari serangkaian ‘proses’ yang memerlukan perjuangan dan pengorbanan, yang tidak bisa dipelajari dalam semalam. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi ahli.

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

42 thoughts on “Tidak ada jalan pintas”

  1. I couldn’t agree with you more Bams. Expertise is developed through experience, training and commitment to a field of knowledge. Passion for it may or may not be there but certainly it makes a difference in the content – both the depth and presentation of it. One thing I find interesting in the Internet age is how much it mirrors real life – the variety and complexity of relationships is simply mind-blogging.

    An interesting post, this one. Thanks for sharing.

    1. Dear Mary,
      You’re right that expertise is developed through experience, training and commitment to a field of knowledge. It’s ‘highlighted’ (described) at the last paragraph of my post.
      Thanks for your kind words. Have a nice day, my friend…😀

  2. Memang internet ini seperti pisau bermata dua. Tinggal kita harus jeli memilah dan memanfaatkan semua informasi yang tersedia itu dengan bijak. Nah buat jadi bijak ini tentulah tidak mungkin didapat secara instan.

  3. Menarik tulisannya mas, kebetulan ada beberapa kasus yang nyerempet dan memang sedang saya pelajari.

    Saat ini ada sebagian orang yang terlihat gemar mendeklarasikan dirinya sebagai orang sukses tentunya mereka tidak sendiri karena seolah-olah ada pengikutnya dg berbagai komentar pro dan kontra yang ujung-ujungnya sepakat dengan sang deklarator. Ada yang membawa tema “mudahnya” mencari uang via internet dengan iming-iming jutaan rupiah atau mereka menyebutnya bisnis online.

    Saya menyebut mereka penipu online, contohnya ada yang dengan investasi beberapa rupiah dan akhirnya tanpa sadar mereka ikut arisan dengan pembagian yang tidak adil dan musti melakukan recruitment bertajuk pyramid aka MLM.

    Lebih parahnya lagi, ada yang sampai membuat seminar segala dengan alih-alih membuat toko online etc. tapi untuk ikut seminar musti bayar jutaan rupiah dengan hadiah punya website sendiri padahal untuk membuat website cukup 300 s/d 500rb saja untuk ukuran standard seperti yang mereka tawarkan.

    Yang mengganjal dihati saya, mereka ini fakta nya bukan orang sukses dalam bidang yang sedang mereka gembar gemborkan tapi kenapa mereka berani dan gak malu mengajak-ngajak orang lain bikin / ikut program kegiatan tertentu dengan mengeluarkan beberapa juta rupiah, bahkan seolah-olah mereka mencari uang dengan mengadakan seminar dll. Kasus pengadaan seminar ini kebetulan saya kenal orangnya tapi belum saatnya di “dobrak”. Tp, perlukah di dobrak? What do you think mas, krn ini menyangkut dapur orang lain tp apakah kita musti diam didalam kemungkaran?

    Mohon maaf klo oot hehe..

    1. Terima kasih atas support dan kunjungan mas Sofyan,..🙂
      Saya memahami kegundahan mas Sofyan akan maraknya budaya instan.
      Memang, era informasi membawa dampak sisi positif dan negatif.
      Kabar bagusnya. masyarakat mulai pintar memilah informasi yg bermanfaat dan tidak.
      Selamat berkarya dan salam hangat dari Jogya. Happy blogging.. !!

      1. Ya itu harapan kita mas, Masyarakat sudah musti cerdas seiring berkembangnya teknologi, musti belajar dari orang-orang sukses yang sebenar-benarnya. Dimana mereka harus merangkak dan jatuh bangun hingga berhasil mencapai keinginannya.

  4. So true pak. Ini bisa dilihat sebagai peluang mengeksplor diri dan belajar hal2 baru, hingga mendapatkan penghasilan. Sekaligus sebagi pembalajaran bahwa tren dan hip baru terus bermunculan via Internet, jadinya netter harus cukup ‘legowo’ supaya bisa menyerap segalanya secara bijak.

  5. Ahli ‘musiman’ tumbuh menjamur cantik di musimnya, saat musim berganti beralih rupa keahliannya selaras pangsa pasar. Kalau ’empu’ mengikuti empon-empon tak selalu merimbun, ada masa menimbun saripati diri dan tak mengenal jalan pintas. Pendapat cethek dari kebon saja Pak Bams. Selamat terus berkarya.

  6. “Dalam era Internet ini, bias ilmu individu ‘tidak diuji’ lagi oleh penggunanya. Semua itu bisa ‘dikemas’ dalam ‘personal branding’ yang canggih, melalui semua media informasi yang tersedia di Internet, yang begitu mudah, murah dan efektif.”–>

    wah, tidak pernah terfikir seperti itu sebelumnya, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s