Sistem distribusi agen LPG.

Sistem distribusi Agen LPG
Sistem distribusi Agen LPG

Dear pak Nico,

Point yang harus dipertimbangkan untuk jadi agen LPG, yakni   sebagai rantai distribusi LPG ke toko / warung / pengecer :

 – mempunyai armada sendiri (jenis pick up atau light truck, agar bisa masuk jalan  kelas III).
– mempunyai stok TABUNG minimal 100 bh
– dana / modal kerja untuk pembelian ISI LPG 100 tabung (di awal kemitraan dengan Dealer LPG, pembayaran selalu CASH)
– Karyawan yang prima kesehatannya, karena distribusi LPG memerlukan tenaga & menguras energi karyawan (berat tabung+isi minimal 26 kg)

Sistem niaga LPG :

Agen mendapatkan keuntungan dari : selisih hrg jual dan hrg beli.
Harga jual terserah Agen, sepanjang tidak terlalu tinggi dari HET yang ditetapkan Pertamina ( biasanya HET + tarip jarak pengantaran LPG dari gudang Agen ke toko / pengecer ).

Harga beli disesuaikan dengan volume pembelian dalam 1 bulan, misal :
500 – 1.000,  harga Rp X / tabung
1.001 – 2.000, harga Rp Y / tabung
2.001 – 3.000, harga Rp Z / tabung, dst.

Harga beli “negotiable”, tergantung tingkat persaingan antar Dealer LPG di suatu wilayah dan faktor jarak dari SPBE ke gudang Agen.

Pembelian bisa dilakukan Agen sendiri langsung ke SPBE dengan DO atas nama Dealer ; harga beli lebih miring, tapi Agen harus setor sendiri pembayaran DO Dealer di Bank yang ditunjuk Pertamina serta harus menyediakan armada khusus untuk pengisian LPG di SPBE.

Demikian garis besar/ilustrasi tata niaga LPG Pertamina, apabila ingin lebih detil silahkan japri.
Saya hampir tiap minggu ke Jakarta, jadi bisa ketemuan untuk diskusi lebih intens dan lebih santai.
BTW, apa usaha / biz pak Nico saat ini ?

Thanks & sukses untuk pak Nico.

Salam SMART,
Bambang Triwoko
– Kobiz Joglo – (komunitas bizmart jogya-solo)
(diambil dari e-mail kepada pak Nico (Bandung) tanggal 12 November 2006)