Benang merah proses meraih impian.

Lembaran baru dengan bendera Betiga Klaten langsung dikibarkan pada tanggal 2 Juni 2003, karena saya tidak mau meratapi kegagalan.
Memang, saya merasakan sakit hati karena dikhianati mitra bisnis, namun saya jadikan kegagalan tersebut sebagai bagian dari proses menuju sukses

Tempat usaha Betiga Klaten dimulai dari sebuah garasi 3×4 rumah orang tua (alm) di Klaten. Perusahaan tetap melanjutkan bisnis di bidang distribusi produk Aqua Danone dan LPG Pertamina, namun dengan semangat dan paradigma baru.

Memulai bisnis bukan dari Nol tetapi mulai dari Minus, karena masih menanggung Utang perusahaan lama yang cukup signifikan kepada Principal Aqua Danone.

Meskipun kondisi sedang terpuruk… tanggung jawab, integritas dan komitmen kepada stake holders tetap saya jalani dan diselesaikan sampai tuntas.
Sungguh nelangsa bila mengenang peristiwa ini, namun saya bersyukur dapat melewatinya dengan baik.

Selama masa gonjang ganjing pergantian bendera, mayoritas pelanggan (toko besar, toko kecil, warung dan pelanggan individual) yang selama ini menjadi jaringan distribusi perusahaan sudah berpindah pasokan kepada kompetitior.
Dan salah satu kompetitor adalah mantan mitra bisnis, yang menyerbu pasar dengan membanting harga produk.

Saya sempat limbung menjalani proses ini, akan tetapi saya dapat bertahan dan tertolong dengan falsafah yang menjadi roh dalam berbisnis, yakni “memberi dan melayani” kepada semua stake holders, serta menjalankan bisnis dengan hati ikhlas dan penuh syukur.

Salah satu hal yang membuat saya tetap bersemangat di saat terpuruk adalah dukungan luar biasa dari isteri dan anak-anak.
Isteri selalu menghormati sebagai suami, dapat dijadikan mitra bisnis handal yang tidak pernah cheating dan teman curhat untuk membangun kembali dream keluarga.

Dan anak-anak mulai memahami profesi baru ayahnya sebagai wirausaha yang sedang menjalani proses merintis bisnis.
Anak-anak mulai enjoy dengan eksistensi perusahaan Betiga Klaten, terbukti mereka mulai mengisi hari libur sekolah dengan aktifitas membantu kerepotan ortu mengelola perusahaan.
Dan yang membuat terharu, anak-anak tetap menjadikan saya sebagai idola… !!!

Saya harus bangkit dari keterpurukan untuk menjaga amanah yang diberikan isteri dan anak-anak… and I always do my best… !!

Seiring dengan berjalannya waktu, proses pindah kuadran mulai nyaman di hati. Wahana sudah tersedia dan jalan menuju impian sudah tertata… siap untuk diakselerasi. Sebagai indikatornya antara lain :

  • Hasil investasi properti (asrama putri) di Jogya mulai teraktualisasikan dengan tingkat okupansi kamar yang cukup tinggi. Asrama putri (rumah kost) dikelola oleh isteri.
  • Apalagi kolaborasi bisnis penyewaan tenda dekorasi, Classy Tent, di Bekasi yang didirikan pada tanggal 1 April 2003 sudah tumbuh dengan sehat, meskipun masih dalam skala kecil.
  • Sementara itu partnership bisnis supply aggregate untuk proyek-proyek jalan toll (didirikan Januari 2003 di Bekasi), sudah mengalirkan arus kas positif setiap bulannya.

Seiring pertumbuhan bisnis-bisnis yang dikelola, tentu saja membawa perbaikan arus kas ekonomi keluarga, yang sempat amburadul di tahun 2002-2003.
Puji syukur ke hadirat Allah yang selalu menganugerahi berkah melimpah…

Tahun 2003-2005 merupakan tahun kebangkitan dari keterpurukan, setelah sekian kali jatuh bangun mengibarkan bendera bisnis.

Perjalanan pindah kuadran menjadi wirausaha mulai nyaman, walaupun sempat beberapa kali mengalami guncangan ketika mengelola bisnis.

Ternyata guncangan kali ini merupakan indikator, bahwa bisnis yang dikelola mulai tumbuh dan memerlukan solusi yang berbeda apabila dibandingkan dengan tahap start up bisnis.

Benang merah dari perjalanan pindah kuadran ini adalah… selalu bangkit ketika terpuruk, selalu siap dan ikhlas menjalani proses, berani mengambil keputusan sepahit apapun… agar dapat menggapai impian pribadi dalam melakoni kehidupan… !!!

Author: Bams Triwoko

Entrepreneur. Grandpa. Jogjakarta, Indonesia. Blogging. Amateur Photography. Travel enthusiast.

6 thoughts on “Benang merah proses meraih impian.”

  1. Yg sering tdk sabar bagi para kutu loncat (pindah kuadaran) atau para pemula ber biz adalah “menjalani proses”…baik manis or paiittt.
    Semoga tulisan Pak Bams bs jd inspirasi kita semua dlm menjalani lika-liku ber biz….

    Thx Pak Bams.

    Suwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s